iklan

17 September 2020: BoJ Dan BoE Meeting, Tenaga Kerja Australia

Data dan peristiwa berdampak hari ini adalah statement dan konferensi pers BoJ, statement dan notulen BoE, tenaga kerja Australia, GDP Selandia Baru, dan Jobless Claims AS.

iklan

iklan

Kamis, 17 September 2020:

GDP menyatakan nilai total barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara dalam periode waktu tertentu, dan dinyatakan dalam persentase perubahan dibandingkan periode sebelumnya. Tidak seperti negara-negara mata uang utama lainnya yang merilis data GDP per kuartal 3 kali (Preliminary, Second Release, dan Final), Selandia Baru hanya merilis data sekali per kuartal pada sekitar 80 hari setelah berakhirnya kuartal tersebut.

17 September 2020: BoJ Dan BoE Meeting,

Kuartal pertama lalu, GDP Selandia Baru mengalami kontraksi 1.6% (atau -1.6%), lebih rendah dari perkiraan -1.0%, dan menjadi yang terendah sejak tahun 1991. Turunnya GDP kuartal pertama disebabkan oleh kebijakan lockdown yang menghentikan aktivitas ekonomi, terutama sektor pariwisata, transportasi, dan konstruksi. Dengan masih mewabahnya COVID-19 selama kuartal kedua tahun ini, maka GDP diperkirakan kembali mengalami kontraksi hingga 12.5% (atau -12.5%). Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan NZD menguat.

 

Employment Change mengukur perubahan jumlah tenaga kerja di Australia dibandingkan bulan sebelumnya. Jumlah tenaga kerja sangat dipengaruhi oleh lapangan pekerjaan yang tersedia, dan merupakan indikator awal bagi pengeluaran konsumen yang menunjukkan aktivitas ekonomi secara keseluruhan.

Data ini dirilis bersamaan dengan persentase perubahan tingkat pengangguran dibandingkan bulan sebelumnya. Angka pengangguran selalu diperhatikan oleh RBA guna menentukan target pertumbuhan dan kebijakan perubahan tingkat suku bunga. 

17 September 2020: BoJ Dan BoE Meeting,

Bulan Juli lalu, lapangan pekerjaan di Australia bertambah 114,700 jobs, jauh lebih tinggi dari perkiraan bertambah 30,000 jobs, tetapi lebih rendah dari bulan sebelumnya yang bertambah 228,300 jobs (tertinggi sejak indikator ini dirilis tahun 1978).

Sementara itu, tingkat pengangguran naik menjadi 7.5%, lebih rendah dari perkiraan 7.8%, tetapi merupakan yang tertinggi sejak bulan November 1998. Tingkat partisipasi bulan Juli berada pada angka 64.7%, tertinggi dalam 4 bulan terakhir.

Untuk bulan Agustus 2020, diperkirakan lapangan pekerjaan akan berkurang 40,000 jobs (atau -40,000), sedangkan tingkat pengangguran diperkirakan naik menjadi 7.7%. Hasil rilis data pertambahan lapangan kerja yang lebih tinggi dan tingkat pengangguran yang lebih rendah dari perkiraan akan cenderung menyebabkan AUD menguat.

 

  • Waktu tentative: hasil meeting BoJ: pengumuman suku bunga bulan Juni 2020 dan statement kebijakan moneter BoJ (Berdampak tinggi pada JPY).

Suku bunga diumumkan bersamaan dengan pernyataan kebijakan moneter (Monetary Policy Statement) rata-rata 14 kali dalam setahun. Disamping suku bunga, statement juga berisi perkiraan kondisi ekonomi Jepang untuk waktu mendatang.

17 September 2020: BoJ Dan BoE Meeting,

Bulan Januari 2016, BoJ memotong suku bunganya menjadi negatif dari 0.0% ke -0.1%, penurunan pertama sejak tahun 2010 dan merupakan rekor suku bunga terendah. Tujuan pemotongan tersebut adalah untuk meningkatkan pertumbuhan dan menaikkan inflasi. Bulan September 2016, BoJ mengumumkan kebijakan yield curve control, dan pada bulan Juli 2017 menaikkan besaran stimulus dengan menambah pembelian bond pemerintah.

Karena laju inflasi belum juga naik, BoJ memutuskan untuk mengundurkan batas pencapaian target inflasi 2.0% dari tahun 2018 menjadi hingga tahun 2019. Bulan Januari 2018 lalu, BoJ secara di luar dugaan mengumumkan pengurangan pembelian obligasi pemerintah untuk jangka panjang.

Pada meeting terakhir 15 Juli lalu, BoJ memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan pada level -0.1% dan target yield hasil obligasi pemerintah sekitar 0%. Para pejabat bank sentral juga mengatakan bahwa ekonomi Jepang kemungkinan akan pulih secara bertahap pada paruh kedua tahun ini. Sementara itu, proyeksi GDP untuk tahun 2020 diperkirakan menyusut 4.5%, lebih baik dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya yang -4.7%.

Dengan terpilihnya Yoshihide Suga sebagai Perdana Menteri Jepang untuk menggantikan Shinzo Abe, maka Abenomics masih akan berjalan. Kebijakan fiskal fleksibel dan kebijakan moneter yang sangat longgar diperkirakan masih bertahan. Untuk bulan September 2020 ini, BoJ kemungkinan masih akan mempertahankan suku bunga sebesar -0.1%. Meski demikian, potensi penambahan stimulus masih patut untuk diperhitungkan. Pernyataan kebijakan moneter BoJ bisa dibaca di sini.

 

  • Waktu tentative: konferensi pers BoJ yang dihadiri gubernur Haruhiko Kuroda (Berdampak medium-tinggi pada JPY).

Kuroda akan menjelaskan kebijakan moneter yang baru jika terjadi perubahan seperti suku bunga, stimulus atau kebijakan lainnya, termasuk juga jika terjadi perubahan proyeksi ekonomi. Isi konferensi pers bisa dibaca di sini.

 

  • Jam 18:00 WIB: hasil meeting BoE (Berdampak tinggi pada GBP):

1. Data Asset Purchase Facility BoE bulan September 2020:

Asset Purchase Facility BoE adalah target pembelian asset oleh BoE. Data ini berkaitan dengan program Quantitative Easing dari BoE, yaitu jumlah dana total yang akan digunakan untuk membeli asset-asset di pasar terbuka. Pada meeting terakhir 6 Agustus lalu, dana untuk pembelian asset tidak berubah di £745 miliar, sesuai dengan perkiraan. Untuk meeting hari ini, dana pembelian asset diperkirakan tetap £745 miliar. Jika BoE kembali memperbesar pembelian asset, maka GBP akan cenderung melemah.

 

2. Pengumuman suku bunga dan ringkasan kebijakan moneter BoE bulan September 2020:

Penentuan suku bunga dilakukan dengan cara voting di antara para anggota Monetary Policy Committee (MPC). Pada meeting terakhir tanggal 6 Agustus lalu, BoE mempertahankan suku bunga acuan pada level +0.10%, sesuai dengan perkiraan. Level suku bunga ini adalah yang terendah sepanjang sejarah BoE.

17 September 2020: BoJ Dan BoE Meeting,

Keputusan tersebut diambil dengan suara bulat oleh seluruh anggota MPC, setelah pada bulan Maret memangkas suku bunga acuan sebanyak 2 kali (masing-masing sebesar 0.50% dan 0.15%). Langkah tersebut diambil sebagai upaya mengatasi dampak pandemi COVID-19 terhadap perekonomian.

Para anggota komite mengatakan bahwa perekonomian Inggris akan membutuhkan waktu lebih lama dari perkiraan untuk pulih dari resesi yang disebabkan oleh wabah COVID-19. Para pejabat bank sentral juga memperingatkan risiko pemotongan suku bunga di bawah nol. Sementara itu, inflasi diperkirakan turun lebih jauh di bawah target 2%, mencerminkan efek langsung dan tidak langsung dari wabah COVID-19.

Untuk bulan September 2020, diperkirakan BoE masih akan mempertahankan suku bunga acuan pada level +0.10%. Namun, ketidakpastian terkait negosiasi Brexit diperkirakan bisa mendorong BoE bersikap lebih dovish. Jika BoE kembali menurunkan suku bunga, maka GBP akan cenderung melemah. Pernyataan meeting hari ini bisa dibaca di sini.

 

  • Jam 18:00 WIB: notulen meeting BoE hari ini (17 September 2020) (Berdampak medium-tinggi pada GBP).

Selain penetapan suku bunga dan pembelian asset, rapat MPC BoE juga dimaksudkan untuk memperoleh gambaran dalam menetapkan suku bunga berikutnya. Notulen meeting antara lain berupa hasil voting untuk target pembelian asset dan penentuan suku bunga.

Notulen dirilis dengan format X1-X2-X3, dimana X1 menunjukkan jumlah anggota yang setuju kenaikan pembelian asset atau kenaikan suku bunga, X2 adalah jumlah anggota yang setuju penurunan pembelian asset atau penurunan suku bunga, dan X3 merupakan jumlah anggota yang tidak ingin ada perubahan.

Pada meeting terakhir 6 Agustus lalu, hasil voting untuk suku bunga dan pembelian asset adalah 0-0-9. Artinya, seluruh anggota MPC menginginkan tidak ada perubahan pada suku bunga dan pembelian asset. Pada meeting hari ini, diperkirakan hasil voting untuk suku bunga dan pembelian asset akan tetap 0-0-9. Hasil rilis notulen meeting BoE hari ini bisa dibaca di sini.

 

  • Jam 19:30 WIB: data Jobless Claims AS per 11 September 2020 (Berdampak medium-tinggi pada USD).

Jobless Claims mengukur jumlah klaim tunjangan pengangguran selama minggu lalu, dan merupakan data fundamental paling awal yang berhubungan dengan jumlah tenaga kerja. Data Jobless Claims juga indikator awal bagi pengeluaran konsumen yang akan mempengaruhi tingkat inflasi.

Ada 2 data yang diperhatikan, yaitu Initial Jobless Claims dan Continuing Jobless Claims. Initial Jobless Claims mengukur jumlah mereka yang baru pertama kali menerima tunjangan pengangguran dan lebih berdampak. Untuk itu, indikator Jobless Claims biasanya mengacu pada data Initial.

17 September 2020: BoJ Dan BoE Meeting,

Minggu lalu, Jobless Claims AS stagnan atau tetap 884,000 klaim, lebih tinggi dari perkiraan 838,000 klaim, dan menjadi yang terendah sejak wabah pandemi COVID-19 melanda AS bulan Maret lalu. Sementara itu, klaim rata-rata dalam 4 minggu terakhir turun 21,750 menjadi 970,750 klaim.

Untuk minggu ini, klaim tunjangan pengangguran diperkirakan turun menjadi 825,000 klaim. Hasil rilis yang lebih rendah dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

 

Keterangan: Update kabar terakhir terkait indikator fundamental bisa diperoleh di Berita Forex Seputarforex.

Download Seputarforex App

Arsip Analisa By : Martin
294236

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone