Advertisement

iklan

17-18 Agustus 2022: Notulen FOMC, Retail Sales AS, Inflasi Inggris

Penulis

+ -

Data berdampak hari ini adalah Retail Sales AS dan CPI Inggris. Besok ada rilis notulen FOMC meeting.

iklan

iklan

Rabu, 17 Agustus 2022

CPI adalah pengukur utama tingkat inflasi yang selalu diperhatikan bank sentral sebagai pertimbangan utama dalam menentukan suku bunga. Ada 2 rilis yang diperhatikan, yaitu CPI total dan CPI inti yang tidak memperhitungkan kategori makanan, minuman, dan energi (bahan bakar minyak dan gas). Keduanya dihitung dalam basis bulanan (month over month atau m/m) dan tahunan (year over year atau y/y). Dalam hal ini, yang paling berdampak adalah CPI total y/y (inflasi tahunan) karena digunakan sebagai acuan oleh BoE.

Pada saat yang sama, data Producer Price Index (PPI) dan Retail Price Index (RPI) juga dirilis. Laporan tersebut hanya mengukur barang-barang konsumsi utama dan biaya sewa tempat tinggal (y/y). Namun, dampak CPI jauh lebih tinggi daripada data-data ini.

17-18 Agustus 2022: Notulen FOMC,

Bulan Juni lalu, inflasi tahunan Inggris kembali melonjak menjadi +9.4%, lebih tinggi dari perkiraan +9.3%, dan merupakan rekor tertinggi sejak 1982. CPI inti y/y mencapai +5.8%, sesuai dengan perkiraan, tetapi mencapai level terendah dalam 3 bulan.

Naiknya inflasi tahunan terutama disebabkan oleh meningkatnya harga bahan bakar yang mencapai rekor hingga 42.3%, harga makanan (+9.8%), harga perumahan (+19.6%), dan biaya rekreasi (+4.8%).

Sementara untuk basis bulanan (m/m), inflasi total mengalami kenaikan 0.8%, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang +0.7%.

Untuk bulan Juli 2022, diperkirakan CPI total y/y akan kembali naik menjadi +9.8%, m/m akan turun menjadi 0.4%, sedangkan CPI inti y/y diperkirakan naik menjadi +5.9%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan GBP menguat.

 

  • Jam 19:30 WIB: data Retail Sales AS bulan Juli 2022 (Berdampak tinggi pada USD).

Penjualan di tingkat retailer adalah indikator awal bagi kepercayaan konsumen, permintaan, dan pengeluaran konsumen yang menunjukkan aktivitas ekonomi secara keseluruhan; hal ini pada akhirnya akan mempengaruhi pertumbuhan. Rilis data menunjukkan persentase perubahan penjualan ritel dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Laporan penjualan ritel terdiri dari data inti yang tidak termasuk otomotif (Core Retail Sales atau Retail Sales Ex Autos), dan penjualan ritel total atau disebut juga Advance Retail Sales. Masing-masing data menunjukkan perubahan bulanan (month over month atau m/m) dan tahunan (year over year atau y/y). Dalam hal ini, penjualan ritel bulanan dianggap lebih berdampak.

17-18 Agustus 2022: Notulen FOMC,

Bulan Juni lalu, Advance Retail Sales AS m/m naik 1.0%, lebih tinggi dari perkiraan naik 0.9%, dan merupakan kenaikan tertinggi dalam 3 bulan terakhir. Penjualan ritel inti juga naik 1.0%, lebih tinggi dari perkiraan naik 0.7%, dan mencapai level tertinggi dalam 3 bulan. Sementara itu, Advance Retail Sales y/y naik 8.4%, tertinggi dalam 4 bulan terakhir.

Kenaikan penjualan ritel terjadi pada stasiun bahan bakar, toko makanan dan minuman, toko furnitur, serta dealer kendaraan bermotor. Di sisi lain, penjualan di toko pakaian dan material bangunan mengalami penurunan.

Untuk bulan Juli 2022, Advance Retail Sales m/m diperkirakan naik 0.1%, Core Retail Sales m/m akan turun 0.1% (atau -0.1%), sedangkan Advance Retail Sales y/y diperkirakan naik 8.1%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

 

Kamis, 18 Agustus 2022

  • Jam 01:00 WIB: notulen meeting FOMC tanggal 27-28 Juli 2022 (Berdampak tinggi pada USD).

Notulen meeting FOMC dirilis 8 kali per tahun, sekitar 3 minggu setelah pengumuman suku bunga The Fed. Data ini mengungkapkan hasil akhir voting dan opini para anggota FOMC pada saat meeting. Perbedaan hasil voting dan pernyataan para anggota komite akan berdampak pada USD.

17-18 Agustus 2022: Notulen FOMC,

Pada meeting terakhir tanggal 27-28 Juli lalu, The Fed kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 0.75% menjadi +2.25% hingga +2.50%, sesuai dengan perkiraan pasar. Ini adalah kenaikan keempat kali secara beturut-turut, dan merupakan suku bunga tertinggi sejak tahun 2019. Kebijakan rate hike diambil guna mengatasi lonjakan inflasi yang cepat, mengingat The Fed tengah menghadapi tekanan inflasi terpanas dalam 40 tahun. Kenaikan kumulatif suku bunga Juni-Juli menjadi 150 bps.

FOMC berkomitmen kuat untuk mengembalikan inflasi ke kisaran 2.0% dan mengulangi pernyataan terkait risiko inflasi. Para anggota komite menegaskan kembali bahwa mereka akan menyesuaikan kebijakan jika muncul risiko yang dapat menghambat pencapaian tujuan. Meskipun lapangan pekerjaan telah meningkat kuat dalam beberapa bulan terakhir dan tingkat pengangguran tetap rendah, namun inflasi tetap tinggi. Hal tersebut mencerminkan ketidakseimbangan penawaran dan permintaan terkait pandemi, serta harga pangan dan energi yang lebih tinggi.

Dalam konferensi pers, ketua The Fed Jerome Powell mengatakan tidak dapat memprediksi kisaran kebijakan moneter untuk tahun depan. Sehingga, keputusan selanjutnya akan bergantung pada data ekonomi yang masuk dan prospek ekonomi yang berkembang. Powell juga mengatakan bank sentral akan mencari level suku bunga yang cukup ketat pada akhir tahun, yaitu sekitar 3.0% hingga 3.5%.

Notulen meeting tanggal 27-28 Juli 2022 bisa diunduh di sini. Jika opini dan pernyataan para anggota komite secara umum dianggap hawkish, maka USD akan cenderung menguat. Namun jika dianggap dovish, maka USD akan cenderung melemah.

 

Keterangan : Update kabar terakhir terkait indikator fundamental bisa diperoleh di Berita Forex Seputarforex.

Download Seputarforex App

Arsip Analisa By : Martin
298099
Penulis

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.