iklan

17-18 Juni 2021: BoJ Dan SNB Meeting, Employment Australia

Penulis

+ -

Data dan peristiwa berdampak hari ini adalah statement SNB, Employment Australia, dan Jobless Claims AS. Besok ada statement BoJ serta Retail Sales Inggris.

iklan

iklan

Kamis, 17 Juni 2021

Employment Change mengukur perubahan jumlah tenaga kerja di Australia dibandingkan bulan sebelumnya. Jumlah tenaga kerja sangat dipengaruhi oleh lapangan pekerjaan yang tersedia, dan merupakan indikator awal bagi pengeluaran konsumen yang menunjukkan aktivitas ekonomi secara keseluruhan.

Data ini dirilis bersamaan dengan persentase perubahan tingkat pengangguran dibandingkan bulan sebelumnya. Angka pengangguran selalu diperhatikan oleh RBA guna menentukan target pertumbuhan dan kebijakan perubahan tingkat suku bunga. 

17-18 Juni 2021: BoJ Dan SNB Meeting,

Bulan April lalu, lapangan pekerjaan di Australia berkurang 30,600 jobs (atau -30,600 jobs), jauh lebih rendah dari perkiraan bertambah 17,500 jobs, dan menjadi yang terendah sejak September 2020. Sementara itu, tingkat pengangguran turun menjadi 5.5%, lebih rendah dari perkiraan 5.6%, dan merupakan yang terendah sejak Maret 2020. Tingkat partisipasi bulan April 2021 berada pada angka 66.0%, terendah dalam 6 bulan terakhir.

Untuk bulan Mei 2021, diperkirakan lapangan pekerjaan akan bertambah 30,500 jobs, sementara tingkat pengangguran diperkirakan tetap 5.5%. Hasil rilis data pertambahan lapangan kerja yang lebih tinggi dari perkiraan dan tingkat pengangguran yang lebih rendah dari perkiraan akan cenderung menyebabkan AUD menguat.

 

  • Jam 14:30 WIB: hasil meeting SNB : pengumuman suku bunga SNB bulan Juni 2021 dan statement kebijakan moneter (Berdampak tinggi pada CHF).

Tidak seperti bank sentral negara-negara mata uang utama lainnya yang mengumumkan suku bunga per bulan, SNB mengumumkan suku bunga per 3 bulan (per kuartal).

17-18 Juni 2021: BoJ Dan SNB Meeting,

Sejak menerapkan suku bunga 0.0% pada Agustus 2011, SNB telah memotong Rate sebanyak 2 kali, masing-masing sebesar 0.25% pada 18 Desember 2014, dan 0.50% pada 15 Januari 2015 bersamaan dengan pelepasan pegging CHF terhadap EUR yang telah berjalan 3 tahun. Dengan demikian, suku bunga acuan terakhir Swiss adalah -0.75%, yang merupakan suku bunga terendah dalam 19 tahun terakhir.

Pada meeting terakhir 25 Maret lalu, SNB mempertahankan suku bunga pada level -0.75%, sesuai dengan perkiraan. Statement menyebutkan bahwa nilai tukar Swiss Franc masih tinggi meskipun akhir-akhir ini melemah. Bank sentral juga menyoroti pandemi COVID-19 yang masih menimbulkan dampak buruk pada perekonomian. Momentum pemulihan ekonomi diperkirakan terjadi pada kuartal kedua tahun ini, didukung oleh kemajuan dari program vaksinasi, kebijakan moneter, dan kebijakan fiskal.

Pada proyeksi ekonomi, GDP untuk tahun ini diharapkan naik 2.5% hingga 3.0%, sementara inflasi tahun 2021 dan 2022 direvisi lebih tinggi sebagai dampak dari kenaikan harga minyak dan pelemahan mata uang Swiss Franc. Untuk inflasi, tahun 2021 diperkirakan mencapai 0.2%, tahun 2022 diproyeksikan mencapai 0.4%, dan tahun 2023 diestimasikan naik 0.5%.

Pada pertemuan bulan Juni 2021, SNB diperkirakan masih mempertahankan suku bunga acuan pada -0.75%. Jika SNB menurunkan suku bunga, maka CHF akan cenderung melemah. Statement untuk meeting hari ini bisa dibaca di sini.

 

  • Jam 15:00 WIB: konferensi pers SNB yang dihadiri ketua SNB Thomas Jordan (Berdampak tinggi pada CHF)

Isi konferensi pers Jordan bisa dibaca di sini.

 

  • Jam 19:30 WIB: data Jobless Claims AS per 11 Juni 2021 (Berdampak medium-tinggi pada USD).

Jobless Claims mengukur jumlah klaim tunjangan pengangguran selama minggu lalu, dan merupakan data fundamental paling awal yang berhubungan dengan jumlah tenaga kerja. Data Jobless Claims juga indikator awal bagi pengeluaran konsumen yang akan mempengaruhi tingkat inflasi.

Ada 2 data yang diperhatikan, yaitu Initial Jobless Claims dan Continuing Jobless Claims. Initial Jobless Claims mengukur jumlah mereka yang baru pertama kali menerima tunjangan pengangguran dan lebih berdampak. Untuk itu, indikator Jobless Claims biasanya mengacu pada data Initial.

17-18 Juni 2021: BoJ Dan SNB Meeting,

Minggu lalu, Jobless Claims AS berkurang 9,000 menjadi 376,000 klaim, lebih tinggi dari perkiraan 370,000 klaim, dan menjadi yang terendah sejak Maret 2020 (ketika pandemi COVID-19 mulai melanda AS). Klaim rata-rata dalam 4 minggu terakhir turun menjadi 402,500 klaim, terendah sejak Maret 2020.

Untuk minggu ini, diperkirakan klaim tunjangan pengangguran akan kembali turun menjadi 360,000 klaim. Hasil rilis yang lebih rendah dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

 

Jumat, 18 Juni 2021

  • Waktu tentative : hasil meeting BoJ : pengumuman suku bunga bulan Juni 2021 dan statement kebijakan moneter BoJ (Berdampak medium-tinggi pada JPY).

Suku bunga BoJ diumumkan bersamaan dengan statement kebijakan moneter (Monetary Policy Statement) rata-rata 14 kali dalam setahun. Disamping suku bunga, statement juga berisi perkiraan kondisi ekonomi Jepang untuk waktu mendatang.

17-18 Juni 2021: BoJ Dan SNB Meeting,

Bulan Januari 2016, BoJ memotong suku bunganya menjadi negatif dari 0.0% ke -0.1%, penurunan pertama sejak tahun 2010 dan merupakan rekor suku bunga terendah. Tujuan pemotongan tersebut adalah untuk meningkatkan pertumbuhan dan menaikkan inflasi. Bulan September 2016, BoJ mengumumkan kebijakan yield curve control, dan pada bulan Juli 2017 menaikkan besaran stimulus dengan menambah pembelian bond pemerintah.

Karena laju inflasi belum juga naik, BoJ memutuskan untuk mengundurkan batas pencapaian target inflasi 2.0% dari tahun 2018 menjadi hingga tahun 2019. Bulan Januari 2018 lalu, BoJ secara di luar dugaan mengumumkan pengurangan pembelian obligasi pemerintah untuk jangka panjang.

Pada meeting terakhir 27 April lalu, BoJ memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan pada level -0.1%, dan target yield hasil obligasi pemerintah sekitar 0%. Statement menyebutkan bahwa risiko yang masih ada terhadap prospek pemulihan ekonomi karena pandemi COVID-19 terus menekan konsumsi. Bank sentral juga memangkas perkiraan inflasi pada tingkat konsumen untuk tahun ini menjadi +0.1%, lebih rendah dibandingkan perkiraan bulan Januari yang +0.5%.

Sementara itu, proyeksi GDP untuk tahun ini menjadi +4.0%, lebih tinggi dibandingkan proyeksi Januari yang +3.9%. Para pejabat bank sentral kembali menegaskan akan mengambil langkah-langkah pelonggaran tambahan jika diperlukan. Pada tahun 2020, BoJ memang melonggarkan kebijakan moneter dengan meningkatkan pembelian asset dan memberikan fasilitas penyaluran dana melalui lembaga keuangan ke perusahaan yang terdampak COVID-19.

Untuk bulan Juni 2021, diperkirakan BoJ masih akan mempertahankan suku bunga sebesar -0.1%. Meski demikian, bank sentral tersebut masih berpeluang menyesuaikan besaran stimulus. Statement kebijakan moneter BoJ bisa dibaca di sini.

 

  • Waktu tentative : konferensi pers BoJ yang dihadiri gubernur Haruhiko Kuroda (Berdampak medium-tinggi pada JPY).

Kuroda akan menjelaskan kebijakan moneter yang baru jika terjadi perubahan seperti suku bunga, stimulus, termasuk juga jika terjadi perubahan proyeksi ekonomi. Isi konferensi pers bisa dibaca di sini.

 

  • Jam 13:00 WIB: data Retail Sales Inggris bulan Mei 2021 (Berdampak medium-tinggi pada GBP).

Retail Sales adalah salah satu indikator penting yang bisa menggerakkan mata uang GBP. Data ini dianggap penting karena merupakan indikator awal untuk pengeluaran konsumen dan akan berdampak pada pertumbuhan serta tingkat inflasi.

Di Inggris, indikator ini disebut juga dengan Sales Volume atau All Retailers Sales. Ada 2 jenis rilis yang diperhatikan, yakni Retail Sales total dan Retail Sales inti yang tidak termasuk otomotif dan bahan bakar. Masing-masing data dihitung dalam basis bulanan (month over month atau m/m) dan tahunan (year over year atau y/y). Dalam hal ini, yang berdampak tinggi adalah Retail Sales total, baik m/m maupun y/y.

17-18 Juni 2021: BoJ Dan SNB Meeting,

Penjualan ritel total Inggris bulan April lalu melonjak 9.2% m/m, jauh lebih tinggi dari perkiraan naik 4.5%, dan merupakan yang tertinggi sejak Juni 2020. Sementara untuk basis tahunan (y/y), penjualan ritel naik 42.4%, rekor tertinggi sejak tahun 1997. Kenaikan penjualan tertinggi terjadi pada produk non makanan, terutama toko pakaian yang mengalami kenaikan hingga 69.4%.

Untuk bulan Mei 2021, diperkirakan Retail Sales total m/m akan naik 1.5%, dan y/y akan naik 29.0%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan mendukung penguatan GBP.

 

Keterangan : Update kabar terakhir terkait indikator fundamental bisa diperoleh di Berita Forex Seputarforex.

Download Seputarforex App

Arsip Analisa By : Martin
295887
Penulis

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone