Advertisement

iklan

19-20 Februari 2020: Notulen FOMC, CPI Inggris Dan Kanada, PPI AS

Data dan peristiwa berdampak hari ini adalah CPI Inggris dan Kanada, PPI dan Building Permits AS, serta pidato Kashkari Fed. Besok ada notulen FOMC dan pidato Kaplan Fed.

Xm

iklan

Advertisement

iklan

Rabu, 19 Februari 2020:

CPI adalah pengukur utama tingkat inflasi yang selalu diperhatikan bank sentral sebagai pertimbangan utama dalam menentukan suku bunga. Ada 2 rilis yang diperhatikan, yaitu CPI total dan CPI inti (Core CPI) yang tidak memperhitungkan kategori makanan, minuman, serta energi (bahan bakar minyak dan gas). Masing-masing data dirilis untuk month over month (m/m) yang dibandingkan dengan bulan sebelumnya, dan year over year (y/y) yang dibandingkan dengan bulan sama pada tahun sebelumnya.

Dari semua data di atas, yang dinilai paling berdampak adalah CPI total y/y (inflasi tahunan) karena digunakan sebagai acuan oleh BoE. Bersamaan dengan rilis CPI, data Producer Price Index (PPI) dan Retail Price Index (RPI) yang hanya mengukur barang-barang konsumsi utama dan biaya sewa tempat tinggal (y/y) juga dipublikasikan. Namun, dampak CPI jauh lebih tinggi dari kedua laporan tersebut.

19-20 Februari 2020: Notulen FOMC, CPI

Bulan Desember 2019 lalu, inflasi tahunan Inggris naik 1.3%, lebih rendah dari perkiraan naik 1.5%, dan menjadi yang terendah sejak bulan November 2016. Sementara untuk basis bulanan (m/m), inflasi stagnan atau 0.0%, lebih rendah dari bulan sebelumnya yang naik 0.2%.

Naiknya inflasi tahunan bulan Desember disebabkan oleh meningkatnya harga makanan, minuman, biaya transportasi, dan tarif hotel. CPI inti bulan Desember 2019 y/y naik 1.4%, lebih rendah dari perkiraan naik 1.7%, dan menjadi yang terendah sejak November 2016.

Untuk bulan Januari 2020, diperkirakan CPI total y/y akan naik 1.7%, m/m akan turun 0.4% (atau -0.4%), dan CPI inti y/y akan naik 1.5%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan GBP menguat.

 

Indikator ini mengukur perubahan harga di tingkat produsen dan akan mempengaruhi tingkat inflasi di Inggris. Bulan Desember 2019 lalu, PPI m/m Inggris naik 0.1%, lebih rendah dari perkiraan naik 0.2%, dan lebih rendah dari bulan sebelumnya yang naik 0.5%. Sementara untuk y/y, terdapat kenaikan 0.9%, tertinggi dalam 3 bulan terakhir.

Untuk bulan Januari 2020, diperkirakan PPI input m/m akan turun 0.5% (atau -0.5%), dan y/y diperkirakan naik 1.0%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan GBP.

 

  • Jam 20:30 WIB: data PPI AS bulan Januari 2020 (Berdampak medium-tinggi pada USD).

Indikator yang juga disebut Finished Goods PPI  atau Wholesale Prices ini mengukur inflasi di tingkat produsen, yaitu persentase perubahan harga barang dan jasa di tingkat produsen yang akan mempengaruhi inflasi di tingkat konsumen. Hal itu karena kenaikan atau penurunan harga dari produsen pada akhirnya akan dibebankan ke konsumen. Kriteria PPI juga mencakup jasa konstruksi, belanja pemerintah, dan ekspor.

Ada 2 data yang dirilis, yaitu PPI total dan PPI inti (Core PPI) yang tidak termasuk harga makanan dan energi. Masing-masing data dibuat dengan basis m/m (month over month) dan y/y (year over year). Data m/m merupakan persentase yang dibandingkan dengan bulan sebelumnya, sementara y/y adalah yang dibandingkan dengan bulan sama pada tahun sebelumnya.

19-20 Februari 2020: Notulen FOMC, CPI

PPI total AS m/m bulan Desember 2019 lalu naik 0.1%, lebih rendah dari perkiraan naik 0.2%, tetapi lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang stagnan atau 0.0%. Sementara untuk basis tahunan (y/y), PPI total naik 1.3%, sesuai dengan perkiraan dan merupakan yang tertinggi dalam 3 bulan terakhir. PPI inti m/m juga naik 0.1%, lebih rendah dari perkiraan  naik 0.2%, tetapi lebih baik dari bulan sebelumnya yang turun 0.2%.

Untuk bulan Januari 2020, PPI total m/m diperkirakan akan kembali naik 0.1%, PPI inti m/m akan naik 0.2%, dan PPI total y/y diestimasikan naik 1.6%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

 

Jumlah izin pembangunan rumah (Building Permits) adalah indikator awal bagi aktivitas pekerjaan konstruksi. Kontraktor perumahan harus memperoleh izin terlebih dahulu sebelum mulai membangun. Meningkatnya Building Permits menunjukkan naiknya investasi dan optimisme pelaku bisnis perumahan. Karena itu, indikator ini sering digunakan untuk memprediksi penjualan perumahan (New Home Sales) yang akan mempengaruhi tingkat inflasi.

Bulan Desember 2019 lalu, jumlah izin pembangunan rumah di AS mencapai 1.42 juta, turun sebesar 3.7% dari bulan sebelumnya, lebih rendah dari perkiraan yang 1.47 juta, dan menjadi yang terendah dalam 3 bulan terakhir.

19-20 Februari 2020: Notulen FOMC, CPI

Sementara itu, Housing Starts yang merupakan indikator awal bagi pasar perumahan baru mencapai 1.61 juta unit atau naik 16.9% pada bulan Desember, lebih tinggi dari perkiraan 1.38 juta unit, dan menjadi yang tertinggi sejak bulan Oktober 2016. Kenaikan tersebut disebabkan oleh naiknya pembangunan rumah di bagian selatan, barat, timur laut, dan Midwest.

Untuk bulan Januari 2020, diperkirakan Building Permits akan mencapai 1.45 juta, dan Housing Starts akan mencapai 1.40 juta unit. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan USD.

 

  • Jam 20:30 WIB: data CPI Kanada bulan Januari 2020 (Berdampak tinggi pada CAD).

Indikator yang mengukur tingkat inflasi ini dirilis oleh Biro Statistik Kanada. Ada dua jenis data yang dirilis secara bersamaan, yakni CPI total serta CPI inti (Core CPI) yang disebut juga sebagai Bank of Canada Core CPI, dan tidak memperhitungkan harga makanan dan energi.

Masing-masing data dirilis untuk month over month (m/m) yang dibandingkan dengan data bulan sebelumnya, dan year over year (y/y) yang dibandingkan dengan data bulan sama pada tahun sebelumnya. Baik CPI inti maupun CPI total (m/m dan y/y) sama-sama berdampak tinggi.

19-20 Februari 2020: Notulen FOMC, CPI

Bulan Desember 2019 lalu, CPI total y/y naik 2.2%, sesuai dengan perkiraan dan sama dengan bulan sebelumnya (tertinggi dalam 7 bulan terakhir). Sementara untuk basis m/m, CPI stagnan atau 0.0%, sesuai dengan perkiraan dan lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang turun 0.1%. Kenaikan inflasi tahunan ini terutama disebabkan oleh meningkatnya harga energi, pakaian, dan biaya sewa tempat tinggal.

Sementara itu, CPI inti bulan Desember y/y naik 1.7%, lebih rendah dari perkiraan naik 1.9%, dan merupakan yang terendah sejak bulan April 2019. Sebaliknya, data m/m turun 0.4%, terendah sejak Desember 2016.

Untuk bulan Januari 2020, diperkirakan CPI total y/y akan naik 2.3%, m/m akan naik 0.3%, dan CPI inti y/y akan naik 1.8%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan CAD menguat.

 

  • Jam 23:45 WIB: pidato anggota FOMC Neel Kashkari (Berdampak medium pada USD).

Presiden Federal Reserve Bank of Minneapolis yang juga anggota FOMC, Neel Kashkari, dijadwalkan berbicara di Agriculture Symposium, Minnesota. Isi pidato Kashkari bisa dibaca di sini.

 

Kamis, 20 Februari 2020:

  • Jam 01:30 WIB: pidato anggota FOMC Robert Kaplan (Berdampak medium pada USD).

Presiden Federal Reserve Bank of Dallas yang juga anggota FOMC, Robert Kaplan, dijadwalkan berbicara di Urban Land Institute of North Texas, Dallas. Isi pidato Kaplan bisa dibaca di sini.

 

  • Jam 02:00 WIB: notulen meeting FOMC tanggal 29-30 Januari 2020 (Berdampak tinggi pada USD).

Notulen meeting FOMC dirilis 8 kali per tahun, sekitar 3 minggu setelah pengumuman suku bunga The Fed. Data ini mengungkapkan hasil akhir voting dan opini para anggota FOMC pada saat meeting. Perbedaan hasil voting dan pernyataan para anggota komite akan berdampak pada USD.

19-20 Februari 2020: Notulen FOMC, CPI

Pada meeting terakhir tanggal 29-30 Januari lalu yang disertai dengan konferensi pers, The Fed mempertahankan suku bunga acuan pada level +1.50% hingga +1.75%, sesuai dengan perkiraan. Keputusan FOMC kali ini diambil dengan suara bulat oleh seluruh anggota komite. Statement menyebutkan bahwa kebijakan moneter saat ini telah sesuai dalam mendukung ekspansi ekonomi yang berkelanjutan, kondisi pasar tenaga kerja yang kuat, dan pencapaian inflasi ke target 2.0%.

Dalam pernyataannya, The Fed juga akan terus memantau implikasi informasi yang masuk terkait prospek ekonomi, termasuk perkembangan global dan tekanan inflasi. Bank sentral juga akan melanjutkan pembelian obligasi pemerintah sebesar USD60 miliar per bulan yang telah dimulai sejak Oktober 2019 lalu.

Pada konferensi pers, ketua Jerome Powell juga menyinggung dampak virus corona terhadap perekonomian global dan inflasi AS yang relatif rendah. Core PCE Price Index yang digunakan sebagai acuan inflasi di tingkat konsumen masih di bawah target 2%. Dengan demikian, suku bunga acuan diperkirakan masih belum akan dinaikkan dalam waktu dekat.

Pelaku pasar akan mencermati opini dan pernyataan para anggota komite. Jika opini dan pernyataan para anggota komite secara umum dianggap masih hawkish, maka USD akan cenderung menguat. Namun jika pernyataan dianggap dovish, maka USD akan cenderung melemah. Statement meeting 29-30 Januari lalu bisa dibaca di sini, dan notulen meeting bisa diunduh di sini.

 

Keterangan: Update kabar terakhir terkait indikator fundamental bisa diperoleh di Berita Forex Seputarforex.

Arsip Analisa By : Martin

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.