Advertisement

iklan

20 Februari 2020: Notulen ECB, Ritel Inggris, Tenaga Kerja Australia

Data berdampak hari ini adalah notulen meeting ECB, Retail Sales Inggris, tenaga kerja Australia, indeks Philly Fed, dan persediaan minyak AS.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Kamis, 20 Februari 2020:

Employment Change mengukur perubahan jumlah tenaga kerja di Australia dibandingkan bulan sebelumnya. Jumlah tenaga kerja sangat dipengaruhi oleh lapangan pekerjaan yang tersedia, dan merupakan indikator awal bagi pengeluaran konsumen yang menunjukkan aktivitas ekonomi secara keseluruhan.

Dalam waktu bersamaan, dirilis juga persentase perubahan tingkat pengangguran yang dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Angka pengangguran selalu diperhatikan oleh RBA guna menentukan target pertumbuhan dan kebijakan suku bunga. 

20 Februari 2020: Notulen ECB, Ritel

Bulan Desember 2019 lalu, jumlah tenaga kerja di Australia bertambah 28,900 orang, jauh lebih tinggi dari perkiraan bertambah 12,200 orang, tetapi lebih rendah dari bulan sebelumnya yang bertambah 38,500 orang. Sementara itu, tingkat pengangguran bulan Desember 2019 adalah +5.1%, lebih rendah dari perkiraan +5.2%, dan merupakan yang terendah sejak Maret 2019. Tingkat partisipasi bulan Desember berada pada angka 66.0%, sama dengan bulan sebelumnya.

Untuk bulan Januari 2020, diperkirakan tenaga kerja akan bertambah 10,000 orang, dan tingkat pengangguran akan naik menjadi +5.2%. Hasil rilis data pertambahan tenaga kerja yang lebih tinggi dari perkiraan dan tingkat pengangguran yang lebih rendah dari perkiraan akan cenderung menyebabkan AUD menguat.

 

  • Jam 16:30 WIB: data Retail Sales Inggris bulan Januari 2020 (Berdampak tinggi pada GBP).

Retail Sales adalah salah satu indikator penting yang bisa menggerakkan mata uang GBP. Di Inggris, indikator ini disebut juga dengan Sales Volume atau All Retailers Sales. Ada 2 jenis rilis, yakni Retail Sales total dan Retail Sales inti yang tidak termasuk otomotif dan bahan bakar. Masing-masing data dirilis untuk month over month (m/m) yaitu persentase perubahan dibandingkan dengan bulan sebelumnya, dan year over year (y/y) yang dibandingkan dengan bulan sama pada tahun sebelumnya.

Penjualan ritel merupakan indikator awal untuk pengeluaran konsumen dan akan berdampak pada pertumbuhan juga tingkat inflasi. Di Inggris, yang berdampak tinggi adalah Retail Sales total, baik m/m maupun y/y.

20 Februari 2020: Notulen ECB, Ritel

Penjualan ritel total Inggris bulan Desember 2019 lalu turun 0.6% (atau -0.6%), lebih rendah dari perkiraan naik 0.5%, tetapi lebih baik dari bulan sebelumnya yang turun 0.8%. Sementara untuk basis tahunan (y/y), penjualan ritel bulan Desember naik 0.9%, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang naik 0.8%. Pada bulan Desember 2019, penurunan terbesar terjadi pada penjualan toko pakaian, Department Stores, dan peralatan rumah.

Untuk bulan Januari 2020, diperkirakan baik Retail Sales total m/m maupun y/y akan naik 0.7%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan GBP menguat.

 

  • Jam 19:30 WIB: notulen meeting ECB tanggal 23 Januari 2020 (Berdampak medium-tinggi pada EUR).

Notulen meeting ECB dirilis 8 kali per tahun, sekitar 4 minggu setelah meeting penentuan suku bunga. Notulen ini akan mengungkap secara detail rapat dewan yang menentukan suku bunga, besaran stimulus, dan pandangan anggota dewan mengenai kondisi perekonomian kawasan di waktu mendatang.

Pada meeting terakhir tanggal 23 Januari lalu, ECB memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan pada 0.0%, lending rate +0.25%, dan deposit rate pada -0.50%. Statement menyebutkan bank sentral akan mempertahankan tingkat suku bunga pada level rendah hingga inflasi mencapai target.

Pada rapat yang dihadiri Presiden ECB Christine Lagarde itu, bank sentral Eropa memutuskan untuk melanjutkan program pembelian asset sebesar €20 miliar per bulan guna memperkuat kebijakan suku bunga rendah. Para anggota dewan juga akan melakukan review terhadap strategi kebijakan moneter bank sentral.

Jika secara keseluruhan hasil meeting dalam notulen dianggap hawkish, maka EUR akan cenderung menguat. Namun apabila hasilnya dianggap dovish, EUR akan cenderung melemah. Notulen meeting tanggal 23 Januari 2020 bisa dibaca di sini.

 

  • Jam 20:30 WIB: indeks Philly Fed Manufacturing AS bulan Februari 2020 (Berdampak medium-tinggi pada USD).

Indikator sentimen bisnis yang dirilis oleh The Fed of Philadelphia ini merupakan indikator awal ISM Manufacturing Index. Indeks dibuat berdasarkan survei terhadap para pelaku manufaktur di wilayah Philadelphia mengenai prospek bisnis dan perekonomian AS, dan menjadi salah satu acuan analis untuk mengukur tingkat kepercayaan investor.

Angka indeks yang positif (lebih besar nol) menggambarkan perekonomian sedang membaik, sementara indeks dengan angka negatif mengindikasikan kondisi ekonomi yang sedang menurun.

20 Februari 2020: Notulen ECB, Ritel

Bulan Januari lalu, indeks Philly Fed Manufacturing berada pada +17.0, jauh lebih tinggi dari perkiraan yang +3.7, dan menjadi yang tertinggi sejak bulan Mei 2019. Pada bulan Januari 2020, indeks new orders dan shipments mengalami kenaikan.

Untuk bulan Februari 2020, diperkirakan indeks Philly Fed Manufacturing akan turun menjadi +10.1. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan mendukung penguatan USD.

 

  • Jam 23:00 WIB: data persediaan minyak untuk industri di AS per 14 Februari 2020 (Berdampak medium-tinggi pada WTI/USD dan CAD).

Data yang disebut juga dengan Crude Stocks atau Crude Levels ini dirilis tiap minggu oleh Energy Information Administration (EIA) AS, dan mengukur perubahan jumlah persediaan minyak mentah (dalam satuan barel) untuk industri di AS.

Meski indikator ini dirilis oleh AS, tapi bisa berdampak juga pada CAD, mengingat impor sebagian minyak mentah AS berasal dari Kanada. Indikator ini juga akan mempengaruhi harga minyak di AS dan akan berdampak pada tingkat inflasi.

20 Februari 2020: Notulen ECB, Ritel

Minggu lalu, persediaan minyak untuk industri bertambah 7.46 juta barel, lebih tinggi dari perkiraan bertambah 3.10 juta barel, dan merupakan  yang tertinggi sejak awal November 2019. Untuk minggu ini, persediaan minyak diperkirakan bertambah 3.30 juta barel.

Jika hasil rilis lebih tinggi dari perkiraan, maka harga WTI/USD akan cenderung melemah karena diasumsikan permintaan akan berkurang. Namun jika lebih rendah dari perkiraan, maka harga WTI/USD akan cenderung menguat karena diasumsikan permintaan akan meningkat.

Perlu diketahui, persediaan minyak di AS hanya salah satu faktor yang menggerakkan harga minyak dunia. Yang paling berdampak adalah kebijakan negara-negara penghasil minyak mengenai kuota produksi, pernyataan pejabat negara penghasil minyak, dan situasi politik di Timur Tengah. Rilis data persediaan minyak di AS tidak bisa dipastikan akan selalu mempengaruhi harga minyak dunia.

 

Keterangan: Update kabar terakhir terkait indikator fundamental bisa diperoleh di Berita Forex Seputarforex.

Arsip Analisa By : Martin
292056

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone