Advertisement

iklan

21 Maret 2019: BoE Dan SNB Meeting, Retail Inggris, Employment Australia

Data dan peristiwa berdampak hari ini adalah Statement BoE dan SNB, notulen BoE, konferensi pers SNB, Retail Sales Inggris, tenaga kerja Australia, dan indeks Philly Fed AS.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Kamis, 21 Maret 2019:

Employment Change mengukur perubahan jumlah tenaga kerja Australia dibandingkan bulan sebelumnya. Jumlah tenaga kerja sangat dipengaruhi oleh lapangan pekerjaan yang tersedia, dan merupakan indikator awal bagi pengeluaran konsumen yang menunjukkan aktivitas ekonomi secara keseluruhan.

Data ini dirilis bersamaan dengan persentase perubahan tingkat pengangguran dibandingkan bulan sebelumnya. Angka pengangguran selalu diperhatikan oleh RBA guna menentukan target pertumbuhan dan kebijakan perubahan tingkat suku bunga.

21 Maret 2019: BoE Dan SNB Meeting,
Bulan Januari lalu, jumlah tenaga kerja di Australia bertambah 39,100 orang, jauh lebih tinggi dari perkiraan yang akan bertambah 15,200 orang, dan bulan sebelumnya yang hanya bertambah 16,900 orang. Sementara itu, tingkat pengangguran bulan Januari +5.0%, sesuai dengan perkiraan dan sama dengan bulan sebelumnya. Tingkat partisipasi bulan Januari 2019 berada pada angka 65.7%, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang 65.6%.

Untuk bulan Februari 2019, diperkirakan tenaga kerja akan bertambah 14,800 orang dan tingkat pengangguran akan tetap +5.0%. Hasil rilis data pertambahan tenaga kerja yang lebih tinggi dari perkiraan, serta tingkat pengangguran yang lebih rendah dari perkiraan akan cenderung menyebabkan AUD menguat.

 

  • Jam 15:30 WIB: pengumuman suku bunga Libor SNB bulan Maret 2019 dan proyeksi kebijakan moneter SNB (Berdampak tinggi pada CHF).

Tidak seperti bank sentral negara-negara mata uang utama lainnya yang mengumumkan suku bunga per bulan, SNB mengumumkan suku bunga per 3 bulan (per kuartal). Kebijakan moneter SNB adalah menetapkan London Interbank Offered Rate (Libor) untuk jangka waktu 3 bulan pada mata uang CHF.

21 Maret 2019: BoE Dan SNB Meeting,
Sejak menerapkan suku bunga 0.0% pada Agustus 2011, SNB telah memotong suku bunganya 2 kali, masing-masing sebesar 0.25% pada 18 Desember 2014, dan 0.50% pada 15 Januari 2015. Pemotongan suku bunga kedua juga bersamaan dengan pelepasan pegging CHF terhadap EUR yang waktu itu telah berjalan 3 tahun. Sehingga suku bunga acuan terakhir adalah -0.75%, yang merupakan suku bunga terendah dalam 19 tahun terakhir.

Pada meeting terakhir 13 Desember 2018 lalu, suku bunga acuan SNB tetap -0.75%. Statement yang dirilis seusai meeting menyebutkan nilai tukar CHF masih tinggi (tertutama versus EUR), sehingga bank sentral akan terus melakukan intervensi di pasar uang untuk menjaga nilai tukar. Pada proyeksi ekonomi, inflasi untuk tahun 2019 diproyeksikan turun dari 0.8% ke 0.5%, sementara untuk tahun 2020 diproyeksikan melemah ke 1.0% dari sebelumnya 1.2%.

Data terakhir menunjukkan, inflasi bulan Februari +0.6%, terendah dalam setahun terakhir. Sementara GDP kuartal terakhir 2018 adalah +0.2%, masih lebih rendah dari harapan. Dengan demikian, untuk bulan Maret 2019 ini, diperkirakan suku bunga acuan akan tetap -0.75%. Jika SNB menaikkan suku bunga, maka CHF akan cenderung menguat. Statement dan poyeksi ekonomi untuk meeting hari ini bisa dibaca di sini.

 

  • Jam 16:00 WIB: konferensi pers SNB yang dihadiri ketua SNB Thomas Jordan (Berdampak tinggi pada CHF).

Isi konferensi pers Jordan bisa dibaca di sini.

 

  • Jam 16:30 WIB: data Retail Sales Inggris bulan Februari 2019 (Berdampak tinggi pada GBP).

Retail Sales adalah salah satu indikator penting yang bisa menggerakkan mata uang GBP. Di Inggris, indikator ini disebut juga dengan Sales Volume atau All Retailers Sales. Ada 2 jenis rilis yang diperhatikan, yaitu Retail Sales total dan Retail Sales inti yang tidak termasuk otomotif dan bahan bakar. Masing-masing laporan dirilis untuk month over month (m/m) yaitu persentase perubahan dibandingkan dengan bulan sebelumnya, dan year over year (y/y) yang dibandingkan dengan bulan sama pada tahun sebelumnya.

Penjualan ritel merupakan indikator awal untuk pengeluaran konsumen dan akan berdampak pada pertumbuhan dan tingkat inflasi. Di Inggris, yang berdampak tinggi adalah Retail Sales total, baik m/m maupun y/y.

21 Maret 2019: BoE Dan SNB Meeting,
Penjualan ritel total Inggris bulan Januari lalu naik 1.0%, jauh lebih tinggi dari perkiraan naik 0.2%, dan lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang turun 0.7%. Sementara untuk basis tahunan (y/y), Retail Sales bulan Januari naik 4.2%, tertinggi sejak Desember 2016. Pada bulan Januari 2019, kenaikan penjualan terbesar terjadi pada toko makanan.

Untuk bulan Februari 2019, diperkirakan Retail Sales total m/m akan turun 0.4% (atau -0.4%), dan y/y akan naik 3.3%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan GBP menguat.

 

  • Jam 19:00 WIB: hasil meeting BoE (Berdampak tinggi pada GBP):

1. Data Asset Purchase Facility BoE bulan Maret 2019:

Asset Purchase Facility BoE adalah target pembelian asset oleh BoE. Data ini berkaitan dengan program Quantitative Easing dari BoE, yaitu jumlah dana total yang akan digunakan oleh BoE untuk membeli asset-asset di pasar terbuka. Pada meeting terakhir 7 Februari lalu, dana untuk pembelian asset sebesar £435 miliar, sesuai dengan perkiraan dan sama dengan bulan sebelumnya.

Untuk bulan Maret 2019, Asset Purchase Facility diperkirakan akan tetap sebesar £435 miliar. Jika jumlah dana untuk pembelian asset dikurangi (lebih kecil dari sebelumnya), maka GBP akan cenderung menguat.

 

2. Pengumuman suku bunga dan ringkasan kebijakan moneter BoE bulan Maret 2019:

Penentuan suku bunga dilakukan dengan cara voting di antara para anggota Monetary Policy Committee (MPC). Pada meeting 2 Agustus 2018, BoE menaikkan suku bunga acuan sebesar 0.25% pada level +0.75%, sesuai dengan perkiraan pasar. Kenaikan ini adalah yang kedua kali dalam 10 tahun terakhir, dan merupakan suku bunga tertinggi sejak bulan Maret 2009.

21 Maret 2019: BoE Dan SNB Meeting,

Pada meeting terakhir 7 Februari lalu, BoE mempertahankan suku bunga pada +0.75%, sesuai dengan perkiraan pasar. Statement menyebutkan bahwa ketidakpastian dalam proses kesepakatan Brexit akan sangat mempengaruhi pertumbuhan, di samping perlambatan ekonomi global yang tengah berlangsung. BoE merevisi turun proyeksi pertumbuhan untuk tahun 2019 dari 1.7% ke 1.2%. Sementara itu, tingkat inflasi diproyeksikan turun di bawah target 2% di tengah merosotnya harga minyak dunia.

Data terakhir menunjukkan, inflasi tahunan bulan Februari +1.9%, di bawah target 2.0%. GDP kuartal terakhir 2018 tumbuh 0.2% q/q, terendah sejak kuartal pertama 2018. Dari data tersebut, ditambah dengan proses Brexit yang belum mencapai kesepakatan, maka BoE diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga acuannya pada level +0.75% untuk bulan Maret 2019 ini. Jika BoE kembali menaikkan suku bunga, maka GBP akan cenderung menguat. Statement meeting hari ini bisa dibaca di sini.

 

  • Jam 19:00 WIB: notulen meeting BoE hari ini (21 Maret 2019) (Berdampak tinggi pada GBP).

Selain penetapan suku bunga dan pembelian asset, rapat MPC juga dimaksudkan untuk memperoleh gambaran dalam menetapkan suku bunga berikutnya. Notulen meeting antara lain berupa hasil voting untuk target pembelian asset dan penentuan suku bunga.

Laporan dirilis dengan format X1-X2-X3, dengan X1 menunjukkan jumlah anggota yang setuju kenaikan pembelian asset atau kenaikan suku bunga, X2 adalah jumlah anggota yang setuju penurunan pembelian asset atau penurunan suku bunga, dan X3 merupakan jumlah anggota yang tidak ingin ada perubahan.

Pada meeting terakhir 7 Februari lalu, hasil voting untuk suku bunga adalah 0-0-9, dan pembelian asset juga 0-0-9. Artinya, seluruh anggota MPC setuju untuk mempertahankan suku bunga dan jumlah pembelian asset. Pada meeting hari ini, diperkirakan hasil voting untuk suku bunga dan pembelian asset akan tetap 0-0-9, atau seluruh anggota MPC akan memilih opsi mempertahankan suku bunga pada level +0.75%, dan pembelian asset tetap sebesar £435 miliar.

Jika hasil voting menunjukkan ada anggota MPC yang memilih opsi kenaikan suku bunga ata ada yang ingin mengurangi pembelian asset, maka GBP akan cenderung menguat. Hasil rilis notulen meeting BoE hari ini bisa diunduh di sini.

 

  • Jam 19:30 WIB: indeks Philly Fed Manufacturing AS bulan Maret 2019 (Berdampak medium pada USD).

Indikator sentimen bisnis yang dirilis oleh The Fed of Philadelphia ini merupakan indikator awal ISM Manufacturing Index. Indeks dibuat berdasarkan survei terhadap para pelaku manufaktur di wilayah Philadelphia mengenai prospek bisnis dan perekonomian AS, dan menjadi salah satu acuan analis untuk mengukur tingkat kepercayaan investor.

Angka indeks yang positif (lebih besar nol) menggambarkan perekonomian yang membaik, sedangkan indeks dengan angka negatif mengindikasikan kondisi ekonomi yang sedang menurun.

21 Maret 2019: BoE Dan SNB Meeting,
Bulan Februari lalu, indeks Philly Fed Manufacturing turun ke angka -4.1, jauh lebih rendah dari perkiraan yang +14.1, dan menjadi yang terendah sejak bulan Mei 2016. Penurunan tersebut disebabkan oleh merosotnya indeks new orders dan shipment.

Untuk bulan Maret 2019, diperkirakan indeks Philly Fed Manufacturing akan naik ke angka +4.6. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan mendukung penguatan USD.



Keterangan: Update kabar terakhir terkait indikator fundamental bisa diperoleh di Berita Forex Seputarforex.

Arsip Analisa By : Martin

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.

Pair Rate    
AUD/JPY 74.67 74.67 -5
AUD/USD 0.6962 0.6962 -1
EUR/CHF 1.1081 1.1081 1
EUR/USD 1.1404 1.1404 6
GBP/JPY 136.65 136.65 -4
GBP/USD 1.2743 1.2743 4
NZD/USD 0.6638 0.6638 20
USD/CAD 1.3177 1.3177 -3
USD/CHF 0.9718 0.9718 -2
USD/JPY 107.25 107.25 -5
25 Jun 08:10