Advertisement

iklan

23-24 Januari 2020: ECB Meeting, CPI New Zealand, Jobless Claims AS

Data dan peristiwa berdampak hari ini adalah Statement dan konferensi pers ECB, Jobless Claims dan persediaan minyak AS, serta pertemuan WEF. Besok ada CPI Selandia Baru.

Xm

iklan

Advertisement

iklan

Kamis, 23 Januari 2020:

  • Hari ketiga pertemuan tahunan World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss.
    Berita mengenai pertemuan WEF bisa dibaca di sini.
  • Jam 19:45 WIB: hasil meeting ECB: pengumuman suku bunga bulan Januari 2020 dan Statement kebijakan moneter ECB (Berdampak tinggi pada EUR).

Suku bunga ditentukan dengan cara voting, dimana 6 anggota ECB Executive Board dan 15 dari 19 gubernur bank sentral negara-negara kawasan Euro ikut memberikan suara. Hasil voting akan diumumkan 4 minggu setelah pertemuan dalam notulen meeting.

23-24 Januari 2020: ECB Meeting, CPI

Pada meeting terakhir 12 Desember lalu, ECB mempertahankan suku bunga acuan pada level 0.00%, suku bunga pinjaman (lending rate) sebesar +0.25%, dan suku bunga deposito sebesar -0.50%. Statement menyebutkan bahwa bank sentral akan mempertahankan suku bunga pada level rendah dan melanjutkan program stimulus, hingga tingkat inflasi naik mendekati level 2% sesuai dengan target. Pada proyeksi ekonomi, GDP kawasan diprediksi mencapai 1.1%, turun dari proyeksi tahun sebelumnya yang 1.2%.

Data ekonomi terakhir menunjukkan, inflasi kawasan bulan Desember y/y naik ke +1.3%, tertinggi sejak Juni 2019, tetapi masih di bawah target 2%. Sementara itu, GDP kuartal ketiga 2019 adalah +0.2%, sama dengan kuartal sebelumnya dan menjadi yang terendah sejak kuartal ketiga tahun 2018.

Pada meeting hari ini, analis memperkirakan ECB masih akan mempertahankan suku bunga acuannya pada 0.00%. Jika ECB memangkas suku bunga acuan, diperkirakan EUR akan melemah. Fokus pasar juga akan tertuju pada konferensi pers pertama Presiden ECB Christine Lagarde. Statement meeting hari ini bisa dibaca di sini.

 

  • Jam 20:30 WIB: konferensi pers ECB yang dihadiri Presiden Christine Lagarde (Berdampak tinggi pada EUR).

23-24 Januari 2020: ECB Meeting, CPI

Konferensi pers terdiri atas dua bagian yaitu pembacaan Statement kebijakan moneter, proyeksi ekonomi, dan acara tanya jawab. Acara konferensi pers ECB bisa dipantau di sini.

 

  • Jam 20:30 WIB: data Jobless Claims AS per 17 Januari 2020 (Berdampak medium pada USD).

Jobless Claims mengukur jumlah klaim tunjangan pengangguran selama minggu lalu, dan merupakan data fundamental paling awal yang berhubungan dengan jumlah tenaga kerja. Data Jobless Claims juga indikator awal bagi pengeluaran konsumen yang akan mempengaruhi tingkat inflasi.

Ada 2 data yang diperhatikan, yaitu Initial Jobless Claims dan Continuing Jobless Claims. Initial Jobless Claims mengukur jumlah mereka yang baru pertama kali menerima tunjangan pengangguran dan lebih berdampak. Oleh karena itu, indikator Jobless Claims biasanya mengacu pada data Initial.

23-24 Januari 2020: ECB Meeting, CPI

Minggu lalu, Jobless Claims AS berkurang 10,000 ke 204,000 klaim, lebih rendah dari perkiraan 217,000 klaim, dan menjadi yang terendah sejak akhir bulan November 2019. Sementara itu, klaim rata-rata 4 mingguan turun 7,750 klaim menjadi 216,250 klaim.

Untuk minggu ini, diperkirakan klaim tunjangan pengangguran akan bertambah 10,000 menjadi 214,000 klaim. Hasil rilis yang lebih rendah dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan USD.

 

  • Jam 23:00 WIB: data persediaan minyak untuk industri di AS per 17 Januari 2020 (Berdampak medium-tinggi pada WTI/USD dan CAD).

Data ini dirilis tiap minggu oleh Energy Information Administration (EIA) AS, dan disebut juga dengan Crude Stocks atau Crude Levels, yang mengukur perubahan jumlah persediaan minyak mentah (dalam satuan barel) untuk industri di AS.

Meski indikator ini dirilis oleh AS, tapi bisa berdampak juga pada CAD mengingat impor sebagian minyak mentah AS berasal dari Kanada. Indikator ini juga akan mempengaruhi harga minyak di AS dan akan berdampak pada tingkat inflasi.

23-24 Januari 2020: ECB Meeting, CPI

Minggu lalu, persediaan minyak untuk industri berkurang 2.55 juta barel, jauh lebih rendah dari perkiraan bertambah 0.40 juta barel, dan lebih rendah dari minggu sebelumnya yang bertambah 1.17 juta barel. Untuk minggu ini, diperkirakan akan berkurang 0.10 juta barel.

Jika hasil rilis lebih tinggi dari perkiraan, maka harga WTI/USD akan cenderung melemah karena diasumsikan permintaan akan berkurang. Namun jika lebih rendah dari perkiraan, maka harga WTI/USD akan cenderung menguat karena diasumsikan permintaan akan meningkat.

Namun demikian, persediaan minyak di AS hanya salah satu faktor yang menggerakkan harga minyak dunia. Yang paling berdampak adalah kebijakan negara-negara penghasil minyak mengenai kuota produksi, pernyataan pejabat negara penghasil minyak, dan situasi politik di Timur Tengah. Rilis data persediaan minyak di AS tidak bisa dipastikan akan selalu mempengaruhi harga minyak dunia.

Baca juga: Produksi Minyak Libya Terhambat, Harga Minyak Menguat

 

Jumat, 24 Januari 2020:

Sama dengan Australia, Biro Statistik Selandia Baru hanya merilis data CPI tiap kuartal dalam format quarter per quarter (q/q) dan quarter per year (q/y) atau inflasi tahunan. Data CPI yang mengukur tingkat inflasi ini selalu diperhatikan oleh RBNZ sebagai pertimbangan dalam menentukan suku bunga.

23-24 Januari 2020: ECB Meeting, CPI

Kuartal ketiga lalu, CPI total q/q naik 0.7%, lebih tinggi dari perkiraan naik 0.6%, dan menjadi yang tertinggi sejak kuartal ketiga tahun 2018. Sementara untuk basis tahunan (q/y), CPI total naik 1.5%, juga lebih tinggi dari perkiraan akan naik 1.4%, tetapi lebih rendah dari kuartal sebelumnya yang naik 1.7% akibat turunnya biaya transportasi.

Untuk kuartal keempat tahun 2019, diperkirakan CPI total q/q akan naik 0.4%, dan q/y akan akan naik 1.8%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan NZD menguat.

 

Keterangan: Update kabar terakhir terkait indikator fundamental bisa diperoleh di Berita Forex Seputarforex.

Arsip Analisa By : Martin
291746

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.