iklan

2-4 November 2020: Pilpres AS, Suku Bunga RBA, ISM Manufaktur AS

Data dan peristiwa berdampak pada tanggal 2 adalah ISM Manufacturing PMI AS. 3 November ada Pilpres AS dan suku bunga RBA. 4 November ada data ADP dan Employment Selandia Baru.

iklan

iklan

Senin, 2 November 2020:

  • Jam 22:00 WIB: indeks ISM Manufacturing PMI AS bulan Oktober 2020 (Berdampak tinggi pada USD).

Indeks ini sama dengan yang dirilis oleh Markit untuk Manufacturing PMI, hanya saja datanya bersumber dan dirilis oleh Institute for Supply Management (ISM) yang khusus dibuat untuk AS. Di AS, indikator ini biasanya lebih berdampak dari data olahan Markit.

Data dibuat berdasarkan survei terhadap 400 purchasing manager di AS mengenai kondisi bisnis saat ini. Termasuk dalam parameter adalah output produksi, ketersediaan produk, aktivitas pengiriman, jumlah pesanan, dan jumlah tenaga kerja. Angka rilis di atas 50.0 menunjukkan ekspansi di sektor manufaktur, sedangkan di bawah angka 50.0 menunjukkan kontraksi. Dalam prakteknya, indeks ini dianggap cukup akurat untuk memprediksi output sektor manufaktur di AS.

2-4 November 2020: Pilpres AS, Suku

Bulan September lalu, indeks ISM Manufacturing AS turun menjadi 55.4, lebih rendah dari perkiraan dan bulan sebelumnya yang 56.0. Indeks new orders dan produksi mengalami penurunan. Untuk bulan Oktober 2020, diperkirakan indeks ISM Manufacturing PMI akan sedikit naik menjadi 55.6. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

 

Selasa, 3 November 2020:

  • Hari libur bank-bank di Jepang (Culture Day).

  • Jam 10:30 WIB: hasil meeting RBA: pengumuman suku bunga bulan November 2020 dan statement RBA (Berdampak tinggi pada AUD).

Suku bunga RBA diumumkan setiap bulan pada hari Selasa pertama, kecuali pada bulan Januari. Keputusan untuk menentukan suku bunga dilakukan dengan konsensus antara para anggota dewan gubernur RBA.

2-4 November 2020: Pilpres AS, Suku

Setelah menurunkan suku bunga acuan dua kali pada bulan Maret karena merosotnya aktivitas ekonomi akibat pandemi COVID-19, pada meeting terakhir tanggal 6 Oktober lalu, RBA memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di level +0.25%, sesuai dengan perkiraan pasar. Level suku bunga ini adalah yang terendah sepanjang sejarah RBA.

Para anggota dewan menegaskan kembali komitmen untuk mengambil langkah-langkah guna mendukung pasar tenaga kerja, pendapatan, dan bisnis. Tindakan tersebut termasuk dengan meluncurkan program fasilitas pendanaan berjangka sekitar AUD200 miliar yang diputuskan sejak bulan lalu.

Upaya pemulihan ekonomi global dari krisis wabah COVID-19 sekarang sedang berlangsung. Meski demikian, hasilnya tidak merata dan kelanjutannya bergantung pada tingkat penyebaran virus. Walaupun jumlah infeksi baru telah menurun di beberapa negara, kasus positif COVID-19 masih meningkat di negara lain. Secara global, inflasi Australia masih sangat rendah dan di bawah target bank sentral.

Dalam pernyataannya, RBA mengisyaratkan kemungkinan memotong suku bunga acuan pada bulan November menjadi +0.1%. Jika RBA kembali memotong suku bunga acuan, maka diperkirakan AUD akan melemah. Statement untuk meeting hari ini bisa dibaca di sini.

 

  • Pemilihan Presiden AS (Berdampak tinggi pada USD).

2-4 November 2020: Pilpres AS, Suku
Pemilihan Presiden AS tahun 2020 diikuti 2 kandidat, yaitu Donald Trump dari Partai Republik sebagai Presiden petahana, dan Joe Biden dari Partai Demokrat. Proses pemilihan Presiden AS berbeda dengan sebelumnya, karena sebagian akan dilakukan surat atau mail-in voting mengingat adanya pandemi COVID-19.

Hasil jajak pendapat nasional terakhir menunjukkan Donald Trump memperoleh 43% suara, sementara Joe Biden 51% suara. Menurut analis, jika Biden menang dan Partai Demokrat menguasai mayoritas Senat, maka kemungkinan ada stimulus besar-besaran dan kenaikan pajak. Keduanya bisa berdampak pada pelemahan USD.

Namun jika Biden menang tetapi Partai Republik masih mempertahankan mayoritas di Senat, maka diproyeksikan ada veto proposal stimulus yang diajukan Biden, sehingga bisa menimbulkan risk aversion yang akan menyebabkan USD menguat. Jika Trump yang menang dan Partai Republik masih menguasai Senat, maka kemungkinan besar pasar saham akan bullish dan USD akan rally.

 

Rabu, 4 November 2020:

Data perubahan jumlah total tenaga kerja (Employment Change) mengukur perubahan jumlah total tenaga kerja, dan dirilis bersamaan dengan data persentase perubahan tingkat pengangguran. Tidak seperti negara-negara mata uang utama lainnya yang merilis data ini tiap bulan, Selandia Baru merilisnya tiap kuartal. Baik data Employment Change maupun tingkat pengangguran sama-sama dirilis dalam basis kuartalan.

2-4 November 2020: Pilpres AS, Suku

Kuartal kedua lalu, jumlah tenaga kerja di Selandia Baru turun 0.4% (atau -0.4%) dibandingkan kuartal sebelumnya, lebih baik dari perkiraan turun 2.0%, tetapi menjadi yang terendah sejak kuartal ketiga 2015. Sementara itu, tingkat pengangguran kuartal kedua adalah 4.0%, lebih rendah dari perkiraan 5.6%, dan lebih rendah dari kuartal sebelumnya yang 4.2%. Tingkat partisipasi berada pada angka 69.7%, terendah sejak tahun 2016.

Dengan adanya pandemi COVID-19 di Selandia Baru, maka untuk kuartal ketiga tahun 2020, tenaga kerja diperkirakan berkurang 0.7%, sedangkan tingkat pengangguran akan naik menjadi 5.5%. Jika rilis data pertambahan tenaga kerja lebih tinggi dari perkiraan dan tingkat pengangguran lebih rendah dari perkiraan, maka NZD akan cenderung menguat.

 

  • Jam 20:15 WIB: data Non Farm Employment Change AS versi ADP bulan Oktober 2020 (Berdampak medium-tinggi pada USD).

Indikator ini disebut juga dengan ADP Jobs Report atau ADP Employment Report. Data yang dibuat oleh Automatic Data Processing, Inc. (ADP) ini didasarkan pada hasil riset tenaga kerja di luar sektor pertanian, yang dilakukan oleh ADP Research Institutdan Moody's Analytics. Laporan ketenagakerjaan ADP dianggap sebagai indikator awal data Non-Farm Payrolls (NFP) dari biro statistik tenaga kerja AS yang akan dirilis Jumat mendatang. Meski versi ADP ini bisa berdampak, tapi pengaruhnya tidak sebesar rilis NFP.

2-4 November 2020: Pilpres AS, Suku

Bulan September lalu, perkiraan dari ADP untuk lapangan pekerjaan di AS bertambah 749,000 jobs, lebih tinggi dari perkiraan bertambah 650,000 jobs, dan menjadi yang tertinggi dalam 3 bulan terakhir. Pertambahan lapangan kerja diperkirakan terjadi pada sektor jasa, transportasi, pendidikan, pelayanan kesehatan, keuangan, dan tenaga profesional.

Untuk bulan Oktober 2020, diperkirakan jumlah jobs di AS versi ADP akan bertambah 690,000 jobs. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

 

Keterangan: Update kabar terakhir terkait indikator fundamental bisa diperoleh di Berita Forex Seputarforex.

Download Seputarforex App

Arsip Analisa By : Martin
294522

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone