Advertisement

iklan

24-26 Desember 2019: Indeks Richmond Manufacturing Dan Jobless Claims AS

Data berdampak hari ini adalah indeks Richmond Manufacturing AS dan notulen meeting BoJ. Sementara tanggal 26 Desember ada Jobless Claims AS dan pidato Kuroda BoJ.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Selasa, 24 Desember 2019:

  • Hari libur bank-bank di Jerman (Christmas Eve).

  • Jam 06:50 WIB: notulen meeting BoJ tanggal 31 Oktober 2019 (Berdampak rendah-medium pada JPY).

Notulen rapat BoJ biasanya tidak mengacu pada rapat terakhir, tetapi sebelumnya. Meski demikian, rilis laporan ini masih relevan digunakan sebagai acuan kebijakan bank sentral untuk waktu ke depan.

Pada meeting 31 Oktober lalu, BoJ mempertahankan suku bunga acuan pada level -0.1%, dan target yield bond pemerintah untuk jangka waktu 10 tahun pada 0.0%. Statement menyebutkan bahwa masih ada kemungkinan bagi bank sentral untuk memangkas suku bunga di waktu yang akan datang, guna mendukung pertumbuhan.

Jika secara keseluruhan isi notulen dianggap hawkish, maka akan mendukung penguatan JPY. Namun apabila notulen dianggap dovish, maka JPY akan cenderung melemah. Isi notulen meeting tanggal 31 Oktober 2019 bisa dibaca di sini.

 

  • Jam 22:00 WIB: indeks Richmond Manufacturing AS bulan Desember 2019 (Berdampak medium pada USD).

Indeks ini dirilis oleh Federal Reserve Bank of Richmond, mengukur kondisi dan ekspektasi bisnis di kawasan industri Richmond yang meliputi District of Columbia, Maryland, North Carolina, South Carolina, dan sebagian besar West Virginia.

Dibuat berdasarkan survei terhadap 100 pelaku industri manufaktur di kawasan Richmond, indeks manufaktur berfokus pada kondisi bisnis saat ini dan harapan untuk waktu yang akan datang. Angka indeks yang positif (lebih besar dari nol) mencerminkan kondisi bisnis semakin baik, sedangkan indeks negatif mencerminkan kondisi yang menurun.

24-26 Desember 2019: Indeks Richmond

Bulan November lalu, indeks merosot ke angka -1, lebih rendah dari perkiraan +6, dan lebih rendah dari bulan sebelumnya yang +8. Penurunan tersebut disebabkan oleh merosotnya indeks new orders, tenaga kerja, dan shipments.

Untuk bulan Desember 2019, diperkirakan indeks akan naik ke angka +1. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan USD.

 

Rabu, 25 Desember 2019:

  • Hari libur bank-bank di Australia, Selandia Baru, Swiss, Prancis, Jerman, Italia, Inggris, AS, dan Kanada (Christmas Day).

 

Kamis, 26 Desember 2019:

  • Hari libur bank-bank di Australia, Selandia Baru, Swiss, Jerman, Inggris, dan Kanada (Boxing Day).

  • Hari libur bank-bank di Italia (St. Stephen's Day).

  • Waktu tentative: pidato gubernur BoJ Haruhiko Kuroda (Berdampak tinggi pada JPY).

Kuroda dijadwalkan berbicara dalam acara pertemuan Japan Business Federation di Tokyo. Isi pidato Kuroda bisa dibaca di sini.

 

  • Jam 20:30 WIB: data Jobless Claims AS per 20 Desember 2019 (Berdampak medium pada USD).

Jobless Claims mengukur jumlah klaim tunjangan pengangguran selama minggu lalu, dan merupakan data fundamental paling awal yang berhubungan dengan jumlah tenaga kerja. Data Jobless Claims juga indikator awal bagi pengeluaran konsumen yang akan mempengaruhi tingkat inflasi.

Ada 2 data yang diperhatikan, yaitu Initial Jobless Claims dan Continuing Jobless Claims. Initial Jobless Claims mengukur jumlah mereka yang baru pertama kali menerima tunjangan pengangguran dan lebih berdampak. Oleh karenanya, indikator Jobless Claims biasanya mengacu pada data Initial.

24-26 Desember 2019: Indeks Richmond

Minggu lalu, Jobless Claims AS berkurang 18,000 ke 234,000 klaim, lebih tinggi dari perkiraan yang 225,000 klaim. Sementara itu, klaim rata-rata 4 mingguan naik 1,500 klaim menjadi 225,500 klaim.

Untuk minggu ini, diperkirakan klaim tunjangan pengangguran akan kembali berkurang 12,000 menjadi 222,000 klaim. Hasil rilis yang lebih rendah dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan USD.

 

Keterangan: Update kabar terakhir terkait indikator fundamental bisa diperoleh di Berita Forex Seputarforex.

Arsip Analisa By : Martin

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.