26-30 November 2018: Trump-Xi Meeting, Notulen FOMC, Pidato Powell

Minggu lalu, harga emas bergerak sideways dan sulit menguat akibat jatuhnya harga minyak. Minggu ini, emas akan dipengaruhi hasil meeting Trump-Xi, notulen FOMC, dan pidato Powell.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Analisa mingguan XAU/USD berikut ini dibuat berdasarkan harga penutupan pasar hingga akhir minggu lalu (23 November 2018), serta dimaksudkan sebagai acuan untuk trading jangka menengah dan panjang.

 

Tinjauan Fundamental

Minggu lalu, harga emas bergerak sideways dan ditutup pada level 1222.77 per troy ounce, atau menguat tipis 0.12% dibandingkan penutupan minggu sebelumnya. Emas sulit menguat dan tertahan di resistance 1230, karena indeks harga komoditi yang anjlok menyusul merosotnya harga minyak hingga 11.5% di sepanjang minggu lalu. Melemahnya harga minyak yang tajam akan berdampak pada ekspektasi inflasi global.

Secara fundamental, inflasi yang rendah akan berdampak negatif pada penguatan harga emas. Namun, ekspektasi perlambatan pertumbuhan ekonomi global bisa mendukung penguatan harga emas. Faktor yang menyebabkan perlambatan tersebut antara lain kenaikan bea impor akibat perang dagang, dan anjloknya harga saham-saham di AS.

Fokus pasar minggu ini adalah pertemuan G20 di Argentina, di samping notulen meeting FOMC, pidato Powell, serta rilis GDP dan Core PCE Price Index AS. Pada event G20, presiden AS Donald Trump dijadwalkan mengadakan pertemuan bilateral dengan presiden China Xi Jinping. Keduanya akan membicarakan masalah perdagangan kedua negara. Analis memperkirakan pertemuan tersebut berpotensi mengakhiri perang dagang antara AS dan China.

Pada notulen meeting FOMC bulan ini, pasar akan mencermati pernyataan dan komentar para anggota komite, mengenai frekuensi kemungkinan kenaikan suku bunga tahun depan.

Dari survei yang dilakukan Kitco.com, 50% pemain Wall Street memprediksi harga emas masih bullish, 19% bearish, dan 31% netral (cenderung bergerak sideways). Sementara 59% pemain Main Street memprediksi bullish, 23% bearish, dan 18% netral. Jika berlanjut bullish, resistance kuat XAU/USD masih pada level 1235 hingga 1243. Sementara jika bearish, support kuat ada pada level 1200 hingga 1190.

 

Tinjauan Teknikal


Analisa Emas 26-30 November 2018: G20

Chart Daily
:

Emas bergerak sideways antara level 1220 hingga 1229, dengan kecenderungan masih bullish:

  1. Harga berada di atas kurva lower band indikator Bollinger Bands, dan di atas support kurva EMA 50.
  2. Titik indikator Parabolic SAR berada di bawah bar candlestick.
  3. Kurva indikator MACD masih berada di atas kurva sinyal (warna merah), dan garis histogram OSMA berada di atas level 0.00.
  4. Kurva indikator RSI masih berada di atas center line (level 50.0).

Sepanjang harga masih bergerak di atas support kurva EMA 50, maka bias masih bullish.

Level Pivot mingguan : 1223.54

Resistance : 1229.00 ; 1235.00 ; 1243.00 ; 1252.00 ; 1265.80 ; 1274.00 ; 1281.96 ; 1289.22 ; 1300.90 ; 1309.19 ; 1316.00 ; 1325.00 ; 1335.00 ; 1345.00 ; 1355.00 ; 1361.63 ; 1365.95 ; 1375.10 ; 1392.04 ; 1416.29 ; 1433.70.

Support : 1220.00 ; 1211.41 (38.2% Fibonacci Retracement) ; 1201.58 (50% Fibonacci Retracement) ; 1196.18 ; 1191.83 (61.8% Fibonacci Retracement) ; 1185.00 ; 1179.56 (76.4% Fibonacci Retracement) ; 1171.80 ; 1160.05 ; 1146.00 ; 1136.60 ; 1122.63 ; 1113.40 ; 1097.33 ; 1076.98.

Indikator: Simple Moving Average (SMA) 200, EMA 50 ; Bollinger Bands (20,2) ; Parabolic SAR (0.02, 0.2) ; MACD (12,26,9) ; OSMA ; RSI (14).

Fibonacci Retracement :

  • Titik Swing Low  : 1160.05 (harga terendah 16 Agustus 2018).
  • Titik Swing High : 1243.30 (harga tertinggi 26 Oktober 2018).
Arsip Analisa By : Martin

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.