28 Juni 2019: G20, GDP Inggris Dan Kanada, PCE AS, CPI Eurozone

288999

Data dan peristiwa berdampak hari ini adalah G20 meeting, GDP Inggris dan Kanada, CPI Eurozone, PCE dan kepercayaan konsumen AS, Current Account Inggris, serta survei BoC.

acy

iklan

Advertisement

iklan

Jumat, 28 Juni 2019:

  • Pertemuan negara-negara yang tergabung dalam G20 di Osaka, Jepang. Berita mengenai G20 meeting bisa dibaca di sini.
  • Jam 15:30 WIB: data Gross Domestic Product (GDP) Inggris kuartal pertama tahun 2019 (Final) (Berdampak tinggi pada GBP).

GDP Inggris dirilis tiga kali, masing-masing adalah data Preliminary, Second Estimate, dan Final. Data Preliminary adalah yang paling awal dirilis, sehingga cenderung berdampak lebih tinggi. Namun jika pada rilis berikutnya terdapat perbedaan yang signifikan, maka data Second Estimate dan Final akan berdampak tinggi juga.

28 Juni 2019: G20, GDP Inggris Dan

Data Preliminary kuartal pertama tahun 2019 yang dirilis 11 Februari lalu menunjukkan GDP Inggris tumbuh 0.5%, sesuai dengan perkiraan dan lebih tinggi dari kuartal sebelumnya yang tumbuh 0.2%. Kenaikan GDP kuartal pertama disebabkan oleh naiknya pengeluaran konsumen (+0.7%), pengeluaran pemerintah (+1.4%), dan sektor jasa (+0.3%).

Untuk data Final GDP kuartal pertama tahun 2019 diperkirakan akan tetap +0.5%. Jika hasil rilis direvisi naik, maka GBP akan cenderung menguat. Sebaliknya jika direvisi turun, GBP akan cenderung melemah.

 

  • Jam 15:30 WIB: data Current Account Inggris kuartal pertama tahun 2019 (Berdampak medium-tinggi pada GBP).

Current Account Inggris dirilis per kuartal, dan memuat hasil neraca perdagangan, penerimaan (pembayaran bunga, dividen, dan lainnya), serta pengeluaran (untuk bantuan, pajak, dll). Jika hasil perdagangan dan penerimaan melebihi pengeluaran, maka Current Account akan surplus, sedangkan jika terjadi capital outflow lebih besar, maka Current Account akan defisit. Defisit Current Account yang terus-menerus akan cenderung memperlemah mata uang Pound Sterling.

28 Juni 2019: G20, GDP Inggris Dan
Kuartal keempat 2018, Current Account Inggris kembali defisit sebesar £23.7 miliar, lebih rendah dari perkiraan defisit £22.9 miliar, dan merupakan defisit tertinggi sejak kuartal ketiga 2016. Untuk kuartal pertama tahun 2019, diperkirakan defisit Current Account akan membengkak ke £32.0 miliar. Angka defisit yang lebih rendah dari perkiraan atau bahkan surplus akan cenderung menyebabkan GBP menguat.

 

CPI kawasan Euro dirilis 2 kali dalam sebulan, yaitu Flash (data awal) dan Final. Angka estimasi tingkat inflasi ini dirilis oleh Eurostat berdasarkan masukan data CPI awal dari 19 negara anggota kawasan Euro. Meski mungkin ada kekurangan tentang detail dari kategori barang sebagai acuannya, Flash Estimate tetap berdampak tinggi karena merupakan data CPI kawasan Euro yang paling awal dirilis.

Data yang berdampak tinggi adalah inflasi tahunan, yaitu persentase perubahan dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya (year over year atau y/y). Ada 2 rilis yang diperhatikan, CPI inti (Core CPI) dan CPI total. CPI inti tidak memperhitungkan kategori barang makanan, minuman, dan energi. Untuk kawasan Euro yang berdampak tinggi adalah CPI total y/y, yang menunjukkan tingkat inflasi tahunan kawasan. Bank sentral Eropa (ECB) selalu mengacu pada CPI total y/y untuk menentukan target inflasi dan perubahan tingkat suku bunga.

28 Juni 2019: G20, GDP Inggris Dan

CPI total y/y kawasan Euro bulan Mei lalu turun ke +1.2%, lebih rendah dari perkiraan +1.4%, dan menjadi yang terendah sejak bulan April 2018. Sementara itu, CPI inti y/y +0.8%, lebih rendah dari perkiraan +1.0% dan bulan sebelumnya yang +1.3%. Dalam basis bulanan (m/m), CPI total bulan Mei 2019 naik 0.1%, terendah dalam 4 bulan terakhir. Naiknya inflasi tahunan bulan Mei disebabkan oleh meningkatnya harga energi, makanan, dan sektor jasa.

Untuk bulan Juni 2019, diperkirakan CPI total y/y kawasan Euro akan kembali naik 1.2%, dan CPI inti y/y akan naik 1.0%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan EUR menguat.

 

  • Jam 19:30 WIB: data Core Personal Consumption Expenditure (PCE) Price Index AS bulan Mei 2019 (Berdampak medium-tinggi pada USD).

Data ini mengukur persentase perubahan harga barang dan jasa di tingkat konsumen, di luar harga jenis barang makanan dan energi. Agak berbeda dengan CPI, PCE Price Index hanya mengukur persentase perubahan harga di tingkat konsumen individual. Indikator ini penting untuk diperhatikan karena akan mempengaruhi tingkat inflasi.

28 Juni 2019: G20, GDP Inggris Dan
Bulan April lalu, PCE Price Index m/m naik 0.2% ke angka 111.34 index points (tertinggi sejak tahun 1959), sesuai dengan perkiraa, dan merupakan persentase kenaikan tertinggi dalam 4 bulan terakhir. Dalam basis tahunan (y/y), inflasi inti PCE naik 1.6%, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang naik 1.5%.

Untuk bulan Mei 2019, diperkirakan Core PCE Price Index m/m akan kembali naik 0.2%, dan y/y akan naik 1.6%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

 

  • Jam 19:30 WIB: data Personal Spending dan Personal Income di AS bulan Mei 2019 (Berdampak medium pada USD).

Indikator ini mengukur persentase perubahan pengeluaran konsumen di AS selama periode sebulan. Disebut juga dengan Consumer Spending, rilis data ini dianggap penting sebagai pelengkap prediksi data inflasi, meski dampaknya tidak begitu tinggi karena data Retail Sales yang juga mencerminkan pengeluaran konsumen telah dirilis sebelumnya. Selain untuk memprediksi tingkat inflasi, pengeluaran konsumen juga mencerminkan daya beli yang merupakan indikator ekonomi penting.

Bulan April lalu, pengeluaran konsumen di AS naik 0.3%, lebih tinggi dari perkiraan naik 0.2%, tetapi lebih rendah dari bulan sebelumnya yang naik 1.1%. Sementara iru, Personal Income bulan April 2019 naik 0.5%, lebih tinggi dari perkiraan naik 0.3%, dan merupakan yang tertinggi dalam 4 bulan terakhir.

Untuk bulan Mei 2019, diperkirakan Personal Spending akan naik 0.5%, dan Personal Income diperkirakan naik 0.3%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan USD.

 

  • Jam 19:30 WIB: data GDP Kanada bulan April 2019 (Berdampak tinggi pada CAD).

GDP menunjukkan nilai total barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara dalam periode waktu tertentu, serta dianggap sebagai ukuran pertumbuhan ekonomi suatu negara. Tidak seperti negara-negara mata uang utama lainnya yang hanya merilis data GDP tiap kuartal, Kanada juga merilis GDP tiap bulan dan relatif agak terlambat. Meski demikian, dampak GDP terhadap pergerakan mata uangnya cukup tinggi, terutama data GDP month over month (m/m) yang dibandingkan dengan data bulan sebelumnya.

28 Juni 2019: G20, GDP Inggris Dan
Kuartal pertama lalu, GDP Kanada tumbuh 0.1%, lebih rendah dari perkiraan tumbuh 0.5%, tetapi sama dengan kuartal sebelumnya (terendah sejak kuartal kedua 2016). Pada kuartal pertama 2019, pengeluaran konsumen naik 0.9%, sedangkan ekspor mengalami kontraksi 1.0%. Sementara itu, GDP bulan Maret 2019 mengalami kenaikan 0.5%, lebih tinggi dari perkiraan naik 0.4%, dan menjadi yang tertinggi sejak bulan Mei 2018.

GDP kuartal kedua tahun 2019 akan dirilis 30 Agustus 2019, sementara GDP bulan April 2019 yang akan rilis hari ini diperkirakan akan mengalami pertumbuhan 0.2%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan CAD menguat.

 

  • Jam 21:00 WIB: indeks kepercayaan konsumen AS versi University of Michigan (UoM) bulan Juni 2019 (Final) (Berdampak medium pada USD).

Data yang dirilis oleh University of Michigan (UoM) setiap bulan pada Jumat terakhir ini mengukur kepercayaan konsumen terhadap kondisi bisnis dan keuangan di AS. Indeks kepercayaan konsumen UoM adalah salah satu yang selalu diperhatikan investor, disamping indeks Conference Board (CB) Consumer Confidence.

Indeks ini dibuat berdasarkan survei terhadap 500 konsumen mengenai kondisi perekonomian AS saat sekaran (current economic conditions) dan waktu yang akan datang (future expectations). Angka indeks dirilis dalam 2 versi dengan selang waktu 2 minggu, yaitu Preliminary dan Final atau revised. Indeks Preliminary dirilis lebih awal sehingga cenderung lebih berdampak. Namun jika pada rilis Final terjadi revisi yang jauh dari perkiraan, maka data itu akan berdampak tinggi juga.

28 Juni 2019: G20, GDP Inggris Dan
Indeks Preliminary bulan Juni 2019 yang dirilis tanggal 14 Juni lalu menunjukkan angka 97.9, lebih rendah dari perkiraan 98.1 dan bulan sebelumnya yang 100.0. Pada bulan Juni 2019, indeks current economic conditions naik dari 110.0 ke 112.5, sementara indeks future expectations merosot dari 93.5 ke 88.6.

Untuk indeks Final bulan Juni 2019, diperkirakan akan sedikit turun ke 97.4. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan USD.

 

  • Jam 21:30 WIB: Business Outlook Survey BoC (Berdampak tinggi pada CAD).

Laporan yang juga disebut Senior Loan Officer Survey ini dirilis oleh BoC setiap kuartal, dan dibuat berdasarkan survei terhadap 100 jenis bisnis mengenai kondisi perekonomian secara umum. Termasuk dalam objek survei ini adalah pertumbuhan, investasi, perkiraan tingkat inflasi, dan perkreditan. Laporan ini dianggap sebagai indikator awal bagi tingkat aktivitas ekonomi di Kanada. Hasil survei bisa dibaca di sini.

 

Keterangan: Update kabar terakhir terkait indikator fundamental bisa diperoleh di Berita Forex Seputarforex.

Arsip Analisa By : Martin

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.

Pair Rate    
AUD/JPY 74.09 74.09 -14
AUD/USD 0.6848 0.6848 -18
EUR/CHF 1.0997 1.0997 2
EUR/USD 1.1066 1.1066 -6
GBP/JPY 135.09 135.09 -5
GBP/USD 1.2485 1.2485 -15
NZD/USD 0.6336 0.6336 -21
USD/CAD 1.3253 1.3253 7
USD/CHF 0.9938 0.9938 7
USD/JPY 108.20 108.20 8
18 Sep 11:10