29-30 November 2018: Notulen FOMC, PCE Price Index AS, CPI Jerman

286386

Data dan peristiwa berdampak hari ini adalah PCE Price Index AS, CPI Jerman, Current Account Kanada, dan pidato Draghi ECB. Besok ada notulen FOMC.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Kamis, 29 November 2018:

  • Jam 15:00 WIB: pidato presiden ECB Mario Draghi (Berdampak medium-tinggi pada EUR).

Mario Draghi dijadwalkan berpidato di Global Research Forum on International Macroeconomics and Finance, di Frankfurt. Isi pidato Draghi bisa dibaca di sini.

 

  • Jam 16:30 WIB: data Net Lending to Individuals di Inggris bulan Oktober 2018 (Berdampak medium pada GBP).

Data ini dirilis oleh BoE, mengukur perubahan jumlah total kredit baru ke konsumen. Indikator ini mencerminkan tingkat kepercayaan dan pengeluaran konsumen.

Bulan September lalu, jumlah kredit baru ke konsumen mencapai £4.7 miliar, lebih tinggi dari perkiraan £4.1 miliar, dan menjadi yang tertinggi dalam 3 bulan terakhir. Untuk bulan Oktober 2018, diperkirakan total kredit baru ke konsumen akan mencapai £4.5 miliar. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan GBP.

 

Di Jerman, yang berdampak adalah CPI total, sedangkan CPI inti kurang berdampak. Preliminary CPI total adalah data awal tingkat inflasi, sehingga lebih berdampak dari data Final CPI total  yang akan dirilis dua minggu kemudian, kecuali pada data Final terjadi perubahan.

Preliminary CPI total untuk month over month (m/m) yang dibandingkan dengan bulan lalu, serta data year over year (y/y) yang dibandingkan dengan bulan sama pada tahun sebelumnya akan dirilis secara bersamaan. Baik data m/m maupun y/y berdampak tinggi, karena bank sentral Eropa (ECB) akan sangat memperhatikan tingkat inflasi negara lokomotif kawasan Euro ini.


29-30 November 2018: Notulen FOMC, PCE

 

Final CPI total y/y Jerman bulan Oktober lalu menunjukkan kenaikan 2.5%, sesuai dengan perkiraan dan menjadi yang tertinggi sejak bulan September 2008. Sementara untuk basis bulanan (m/m), CPI naik 0.2%, lebih tinggi dari perkiraan naik 0.1%, tetapi lebih rendah dari bulan sebelumnya yang naik 0.4%. Tumbuhnya inflasi tahunan bulan Oktober disebabkan oleh meningkatnya harga energi, makanan dan minuman non alkohol, serta biaya rekreasi.

Untuk data awal (Preliminary) bulan November 2018, diperkirakan inflasi tahunan (CPI total y/y) akan naik 2.4%, dan inflasi bulanan (m/m) diperkirakan kembali naik 0.2%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan EUR menguat.

 

  • Jam 20:30 WIB: data Core Personal Consumption Expenditure (PCE) Price Index AS bulan Oktober 2018 (Berdampak medium-tinggi pada USD)

Data ini dirilis oleh biro analisis ekonomi AS, dan mengukur persentase perubahan harga barang serta jasa (di luar harga jenis barang makanan dan energi) di tingkat konsumen. Agak berbeda dengan CPI, PCE Price Index hanya mengukur persentase perubahan harga di tingkat konsumen individual. Indikator ini penting untuk diperhatikan karena akan mempengaruhi tingkat inflasi.


29-30 November 2018: Notulen FOMC, PCE

 

Bulan September lalu, PCE Price Index m/m naik 0.2% ke angka 110.374 index points (tertinggi sejak tahun 1959), lebih tinggi dari perkiraan naik 0.1%. Dalam basis tahunan (y/y), indeks harga PCE naik 2.0%, sama dengan bulan sebelumnya, dan sudah sesuai dengan target The Fed.

Untuk bulan Oktober 2018, diperkirakan Core PCE Price Index m/m akan kembali naik 0.2%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

 

  • Jam 20:30 WIB: data Personal Spending dan Personal Income di AS bulan Oktober 2018 (Berdampak medium pada USD).

Indikator ini mengukur persentase perubahan pengeluaran konsumen di AS selama periode sebulan, dan disebut juga dengan Consumer Spending. Indikator ini penting sebagai pelengkap prediksi data inflasi, meski dampaknya tidak begitu tinggi karena data Retail Sales yang juga mencerminkan pengeluaran konsumen telah dirilis sebelumnya. Selain untuk memprediksi tingkat inflasi, pengeluaran konsumen juga mencerminkan daya beli yang merupakan indikator ekonomi penting.


29-30 November 2018: Notulen FOMC, PCE

 

Bulan September lalu, pengeluaran konsumen di AS naik 0.4%, sesuai dengan perkiraan dan menjadi yang terendah dalam 3 bulan terakhir. Personal Income bulan September naik 0.2%, lebih rendah dari perkiraan naik 0.4%, dan menjadi yang terendah sejak bulan Juni tahun lalu.

Untuk bulan Oktober 2018, diperkirakan Personal Spending dan Personal Income akan sama-sama naik 0.4%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan USD.

 

  • Jam 20:30 WIB: data Current Account Kanada kuartal ketiga tahun 2018 (Berdampak medium pada CAD).

Current Account mengukur perbedaan nilai impor dan ekspor barang dan jasa, aliran modal yang masuk, serta dana yang ditransfer keluar selama periode sebulan. Neraca perdagangan adalah bagian dari Current Account. Jika hasil perdagangan dan penerimaan melebihi pengeluaran, maka Current Account akan surplus. Sebaliknya, jika dana yang keluar lebih besar, maka Current Account akan defisit.

Surplus Current Account akan menyebabkan permintaan mata uang CAD meningkat, sehingga CAD akan cenderung menguat. Namun, defisit Current Account akan cenderung memperlemah mata uang CAD.


29-30 November 2018: Notulen FOMC, PCE

 

Defisit Current Account Kanada menyusut sebesar CAD1.6 miliar ke CAD15.9 miliar pada kuartal kedua lalu, masih lebih rendah dari perkiraan defisit CAD15.3 miliar. Untuk kuartal ketiga tahun 2018, diperkirakan defisit akan kembali menyusut ke CAD11.9 miliar. Defisit yang lebih rendah dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan CAD.

 

Jumat, 30 November 2018:

  • Jam 02:00 WIB: notulen meeting FOMC tanggal 8-9 November 2018 (Berdampak tinggi pada USD).

Notulen meeting FOMC dirilis 8 kali per tahun, sekitar 3 minggu setelah pengumuman suku bunga The Fed. Data ini mengungkapkan hasil akhir Voting dan opini para anggota FOMC pada saat meeting. Perbedaan hasil Voting dan pernyataan para anggota komite akan berdampak pada USD.


29-30 November 2018: Notulen FOMC, PCE

 

Pada meeting tanggal 8-9 November lalu yang tidak disertai dengan konferensi pers, The Fed mempertahankan suku bunga acuan pada level +2.00% hingga +2.25%, sesuai dengan perkiraan. Dalam Statement disebutkan bahwa pasar tenaga kerja terus membaik, dan aktivitas ekonomi meningkat, sementara tingkat inflasi telah mendekati target 2.0%. Bank sentral juga menegaskan mengenai rencana yang akan tetap menaikkan suku bunga secara bertahap, dan kemungkinan akan menaikkan suku bunga lagi pada meeting bulan depan.

Statement tersebut dianggap tidak cukup hawkish. Karena itu, pada notulen meeting ini, pelaku pasar akan mencermati opini dan pernyataan para anggota komite, terutama petunjuk mengenai frekuensi kenaikan suku bunga pada tahun depan. Jika opini dan pernyataan para anggota komite dianggap hawkish, maka USD akan cenderung menguat, begitupun sebaliknya jika dianggap dovish. Statement meeting 8-9 November lalu bisa dibaca di sini, dan notulen meeting bisa diunduh di sini.



Keterangan: Update kabar terakhir terkait indikator fundamental bisa diperoleh di Berita Forex Seputarforex.

Arsip Analisa By : Martin

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.

Pair Rate    
AUD/JPY 72.24 72.24 9
AUD/USD 0.6776 0.6776 -7
EUR/CHF 1.0894 1.0894 42
EUR/USD 1.1098 1.1098 8
GBP/JPY 129.21 129.21 -2
GBP/USD 1.2120 1.2120 -33
NZD/USD 0.6415 0.6415 -10
USD/CAD 1.3262 1.3262 -5
USD/CHF 0.9816 0.9816 32
USD/JPY 106.61 106.61 29
19 Aug 20:10