Advertisement

iklan

3 April 2020: Non Farm Payrolls Dan ISM Non Manufacturing AS

Dari AS, data berdampak hari ini adalah Non Farm Payrolls, upah, tingkat pengangguran, dan ISM Non Manufacturing. Sementara dari China, terdapat rilis Caixin Services PMI.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Jumat, 3 April 2020:

  • Jam 08:45 WIB: indeks Caixin Services PMI China bulan Maret 2020 (Berdampak medium pada AUD dan NZD).

Indeks Caixin Services PMI yang dirilis oleh Markit adalah estimasi berdasarkan hasil survei terhadap 400 purchasing manager di seluruh China mengenai kondisi ekonomi dan bisnis saat ini. Tujuannya adalah untuk mendapatkan gambaran prospek perekonomian ke depan.

Parameter yang disurvei adalah produksi, new orders, harga, pengiriman, persediaan, dan tenaga kerja. Indeks ini sering dianggap sebagai leading indicator. Angka rilis di atas 50.0 menunjukkan aktivitas sektor manufaktur sedang tinggi, sementara rilis di bawah angka 50.0 menunjukkan terjadinya kontraksi.

3 April 2020: Non Farm Payrolls Dan ISM

Bulan Februari lalu, indeks berada pada angka 26.5, jauh lebih rendah dari perkiraan 48.0, dan merupakan rekor terendah sejak indikator ini mulai dirilis tahun 2012. Penurunan tersebut disebabkan oleh merosotnya indeks new orders, ekspor, dan tenaga kerja akibat wabah Covid-19.

Seiring dengan meredanya kasus Covid-19 di China, maka untuk bulan Maret 2020, diperkirakan indeks akan naik menjadi 39.6. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan mendukung penguatan AUD dan NZD.

 

  • Jam 19:30 WIB: data Non Farm Payrolls AS bulan Maret 2020 (Berdampak tinggi pada USD).

Data Non-Farm Payrolls (NFP) yang dirilis oleh Biro Statistik Tenaga Kerja AS ini mengukur perubahan jumlah tenaga kerja di luar sektor pertanian selama periode sebulan. Data ini merupakan indikator awal bagi pengeluaran konsumen dan aktivitas ekonomi secara keseluruhan, dan menjadi bahan pertimbangan penting bagi The Fed dalam menentukan tingkat suku bunga.

3 April 2020: Non Farm Payrolls Dan ISM

Bulan Februari lalu, NFP bertambah 273,000 jobs, lebih tinggi dari perkiraan bertambah 173,000 jobs, dan sama dengan bulan sebelumnya (tertinggi sejak bulan Mei 2018). Rata-rata pertambahan jobs dalam 3 bulan terakhir adalah 243,333 jobs per bulan, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang 239,333 jobs per bulan. Pada bulan Februari 2020, pertambahan lapangan pekerjaan terbanyak adalah pada sektor konstruksi, perawatan kesehatan, food services, keuangan, dan tenaga profesional.

Penyebaran wabah Covid-19 di AS sepanjang bulan Maret sangat berdampak signifikan pada ketersediaan lapangan pekerjaan, sejalan dengan terhentinya aktivitas ekonomi hampir di semua sektor. Dengan demikian, NFP bulan Maret 2020 diperkirakan berkurang 100,000 jobs (atau -100,000 job). Sebelumnya, perkiraan dari Automatic Data Processing Inc.(ADP) menunjukkan pengurangan 27,000 jobs (rilis data ADP Non Farm Employment Change tanggal 1 April ). Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

 

  • Jam 19:30 WIB: data upah rata-rata per jam di AS bulan Maret 2020 (Berdampak tinggi pada USD).

Data yang dirilis oleh Biro Statistik Tenaga Kerja AS setiap bulan ini mengukur perubahan upah rata-rata per jam (Average Hourly Earnings) di luar industri pertanian. Rilis data berupa persentase perubahan rata-rata upah dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Mengingat upah dikaitkan dengan besaran inflasi guna memperkirakan tingkat biaya hidup, the Fed selalu memperhatikan data upah rata-rata per jam sebagai pertimbangan untuk menentukan suku bunga acuan.

3 April 2020: Non Farm Payrolls Dan ISM

Bulan Februari lalu, upah rata-rata per jam di AS 0.3%, sesuai dengan perkiraan dan menjadi yang tertinggi dalam 3 bulan terakhir. Dalam basis tahunan (y/y, data ini naik 3.0%, lebih rendah dari bulan sebelumnya yang naik 3.1%. Untuk bulan Maret 2020, diperkirakan upah rata-rata per jam (m/m) akan naik 0.2%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

 

Indikator ini mengukur persentase total tenaga kerja produktif yang sedang tidak bekerja dan aktif mencari pekerjaan. Meski dianggap sebagai indikator lagging, tetapi jumlah pengangguran akan berdampak pada pengeluaran konsumen, jumlah tenaga kerja, dan tingkat kepercayaan.

3 April 2020: Non Farm Payrolls Dan ISM

Bulan Februari lalu, tingkat pengangguran di AS turun menjadi 3.5%, lebih rendah dari perkiraan dan bulan sebelumnya yang 3.5%. Sementara itu, tingkat partisipasi bulan Februari 2020 berada pada angka 63.4%, sama dengan bulan sebelumnya, dan menjadi yang tertinggi dalam 2 tahun terakhir.

Dengan penyebaran wabah Covid-19 di AS sepanjang bulan Maret yang sangat berdampak pada tenaga kerja, maka tingkat pengangguran diperkirakan naik menjadi 3.8%. Hasil rilis yang lebih rendah dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

 

  • Jam 21:00 WIB: indeks ISM Non Manufacturing PMI AS bulan Februari 2020 (Berdampak medium-tinggi pada USD).

Indikator ini dirilis oleh Institute for Supply Management (ISM) yang khusus dibuat untuk AS. Di AS, indikator ini lebih berdampak daripada indeks Services PMI yang dirilis Markit. Dibuat berdasarkan survei terhadap 400 purchasing manager di AS mengenai kondisi bisnis di luar sektor manufaktur, indeks ini bertujuan untuk memperoleh gambaran prospek perekonomian AS ke depan. Angka rilis di atas 50.0 menunjukkan ekspansi di sektor jasa, sementara di bawah angka 50.0 menunjukkan terjadinya kontraksi.

3 April 2020: Non Farm Payrolls Dan ISM

Bulan Februari lalu, indeks ISM Non Manufacturing PMI naik menjadi 57.3, lebih tinggi dari perkiraan 54.9, dan merupakan yang tertinggi dalam setahun terakhir. Pada bulan Februari 2020, indeks new orders dan tenaga kerja mengalami kenaikan.

Dengan penyebaran wabah Covid-19 di AS sepanjang bulan Maret yang berdampak pada sektor non manufaktur, maka diperkirakan indeks akan turun menjadi 43.5. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

 

Keterangan: Update kabar terakhir terkait indikator fundamental bisa diperoleh di Berita Forex Seputarforex.

Arsip Analisa By : Martin
292526

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone