3 Desember 2019: RBA Meeting, CPI Swiss, Current Account Australia

291155

Data berdampak hari ini adalah Statement RBA, CPI Swiss, Current Account Australia, dan Construction PMI Inggris.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Selasa, 3 Desember 2019:

  • Jam 07:30 WIB: data Current Account Australia kuartal ketiga tahun 2019 (Berdampak medium pada AUD).

Current Account mengukur perbedaan nilai impor ekspor barang dan jasa, aliran modal yang masuk, juga dana yang ditransfer keluar selama periode sebulan. Neraca perdagangan adalah bagian dari Current Account.

Jika hasil perdagangan dan penerimaan melebihi pengeluaran, maka Current Account akan surplus, sedangkan jika dana yang keluar lebih besar, maka Current Account akan defisit. Surplus Current Account akan menyebabkan permintaan mata uang AUD meningkat, sementara defisit Current Account akan cenderung memperlemah AUD.

3 Desember 2019: RBA Meeting, CPI

Current Account Australia mengalami surplus sebesar AUD5.85 miliar pada kuartal kedua lalu, lebih tinggi dari perkiraan surplus AUD1.50 miliar, dan merupakan surplus tertinggi sejak kuartal kedua tahun 1975.

Untuk kuartal ketiga tahun 2019, diperkirakan Current Account akan kembali surplus sebesar AUD6.10 miliar. Surplus yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan AUD.

 

  • Jam 10:30 WIB: hasil meeting RBA: pengumuman suku bunga bulan Desember 2019 dan Statement RBA (Berdampak tinggi pada AUD).

Suku bunga RBA diumumkan setiap bulan pada hari Selasa pertama kecuali bulan Januari. Keputusan untuk menentukan suku bunga dilakukan dengan konsensus antara para anggota dewan gubernur RBA. Perubahan suku bunga terakhir terjadi pada bulan Juli lalu, ketika RBA memotong Rate sebesar 0.25% ke +1.00%.

3 Desember 2019: RBA Meeting, CPI

Pada meeting terakhir tanggal 5 November lalu, RBA mempertahankan suku bunga acuan pada +0.75%, sesuai dengan perkiraan pasar. Tingkat suku bunga ini adalah yang terendah sejak tahun 1990. Statement menyebutkan bahwa penurunan suku bunga sebanyak 3 kali sejak bulan Juni lalu telah mendukung pertumbuhan lapangan kerja dan pencapaian target inflasi. Bank sentral juga mengisyaratkan suku bunga rendah masih diperlukan pada waktu mendatang, dan tidak menutup kemungkinan akan ada pemotongan lagi guna mendukung pertumbuhan ekonomi.

Data terakhir menunjukkan bahwa GDP kuartal kedua 2019 tumbuh 0.5%, sama dengan kuartal sebelumnya. Sementara itu, inflasi kuartal ketiga tahun ini +0.5%, lebih rendah dari kuartal sebelumnya yang +0.6%.

Dengan masih rendahnya GDP serta inflasi yang masih di bawah target, maka untuk bulan Desember 2019 ini, RBA diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan pada level +0.75%. Jika RBA kembali memotong suku bunga acuan, maka AUD akan cenderung melemah. Statement untuk meeting hari ini bisa dibaca di sini.

 

CPI adalah indikator utama guna mengukur tingkat inflasi di Swiss. Karena perekonomian Swiss tidak sebesar negara-negara mata uang utama lainnya, maka data yang dirilis adalah CPI total (termasuk konsumsi makanan dan bahan bakar). Rilis data berupa perubahan CPI dibandingkan bulan sebelumnya (m/m), dan perubahan yang dibandingkan dengan bulan sama pada tahun sebelumnya (y/y). Dari keduanya, yang dianggap berdampak tinggi adalah data inflasi tahunan atau CPI total y/y.

3 Desember 2019: RBA Meeting, CPI

Bulan Oktober lalu, inflasi tahunan Swiss turun 0.3% (atau -0.3%), lebih rendah dari perkiraan stagnan atau 0.0%, dan menjadi yang terendah sejak bulan November 2016. Sementara untuk basis bulanan (m/m), CPI total turun 0.2%, lebih rendah dari perkiraan stagnan, dan merupakan yang terendah dalam 3 bulan terakhir. Di antara harga barang dan jasa yang mengalami penurunan adalah biaya transportasi, harga rumah, energi, makanan, dan biaya perawatan kesehatan.

Untuk bulan November 2019, baik CPI total y/y maupun m/m diperkirakan kembali turun 0.1%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan CHF menguat.

 

  • Jam 16:30 WIB: indeks Construction PMI Inggris bulan November 2019 (Berdampak rendah-medium pada GBP).

Indeks yang dirilis oleh Markit ini dibuat berdasarkan survei pada 170 purchasing manager sektor industri konstruksi di Inggris. Fokusnya adalah mengenai kondisi ekonomi dan bisnis saat ini, untuk mendapatkan gambaran prospek sektor konstruksi ke depan.

Angka rilis di atas 50.0 menunjukkan ekspansi sektor konstruksi, sementara rilis di bawah 50.0 menunjukkan terjadinya kontraksi. Sektor konstruksi yang disurvei meliputi kategori perumahan (residential), komersial, dan civil engineering (manufaktur, pertambangan, serta industri lainnya).

3 Desember 2019: RBA Meeting, CPI

Bulan Oktober lalu, indeks PMI sektor konstruksi di Inggris naik ke 44.2, sedikit lebih rendah dari perkiraan 44.3, tetapi lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang 43.3. Untuk bulan November 2019, diperkirakan indeks PMI sektor konstruksi akan naik ke 44.5. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan GBP.

 

Keterangan: Update kabar terakhir terkait indikator fundamental bisa diperoleh di Berita Forex Seputarforex.

Arsip Analisa By : Martin

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.

Pair Rate    
AUD/JPY 74.28 74.28 -2
AUD/USD 0.6841 0.6841 9
EUR/CHF 1.0951 1.0951 -10
EUR/USD 1.1060 1.1060 -44
GBP/JPY 142.63 142.63 -49
GBP/USD 1.3137 1.3137 -23
NZD/USD 0.6567 0.6567 20
USD/CAD 1.3256 1.3256 75
USD/CHF 0.9901 0.9901 30
USD/JPY 108.58 108.58 -17
7 Dec 04:59