Advertisement

iklan

30 April 2020: ECB Meeting, Jobless Claims AS, GDP Eurozone

Data dan peristiwa berdampak hari ini adalah Statement dan konferensi pers ECB, Jobless Claims, PCE dan Chicago PMI AS, serta GDP Erurozone dan Kanada.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Kamis, 30 April 2020:

  • Jam 16:00 WIB: data Preliminary Flash Gross Domestic Product (GDP) kawasan Euro kuartal pertama tahun 2020 (Berdampak medium-tinggi pada EUR).

GDP kawasan Euro dirilis oleh Eurostat 3 kali per kuartal, yaitu Preliminary Flash GDP, Flash GDP, dan Revised (Final) GDP. Rilis data berupa persentase perubahan dibandingkan kuartal sebelumnya (quarter over quarter atau q/q). Preliminary Flash adalah rilis pertama, sehingga dampaknya lebih besar dibanding data Flash dan Revised.

30 April 2020: ECB Meeting, Jobless
Final GDP kuartal keempat 2019 lalu tumbuh 0.1%, lebih rendah dari perkiraan tumbuh 0.2%, dan lebih rendah dari kuartal sebelumnya yang tumbuh 0.3%. Kenaikan GDP disebabkan oleh meningkatnya konsumsi rumah tangga, ekspor, investasi, dan pengeluaran pemerintah.

Dibandingkan kuartal ketiga 2019, pertumbuhan di Spanyol mengalami kenaikan, sementara Prancis dan Italia mengalami kontraksi. Dengan terhentinya aktivitas ekonomi akibat wabah COVID-19 yang melanda benua Eropa, maka data Preliminary Flash GDP kawasan Euro kuartal pertama 2020 diperkirakan mengalami kontraksi sebesar 3.7% (atau -3.7%). Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan EUR menguat.

 

  • Jam 18:45 WIB: hasil meeting ECB: pengumuman suku bunga bulan April 2020 dan Statement kebijakan moneter ECB (Berdampak tinggi pada EUR).

Suku bunga ditentukan dengan cara voting oleh 6 anggota ECB Executive Board dan 15 dari 19 gubernur bank sentral negara-negara kawasan Euro. Hasil voting akan diumumkan 4 minggu setelah meeting dalam notulen.

30 April 2020: ECB Meeting, Jobless

Pada meeting 12 Maret lalu, ECB mempertahankan suku bunga acuan pada level 0.00% dan suku bunga deposito sebesar -0.50%. Sebagai alternatif penerapan suku bunga negatif, ECB memperbesar stimulus berupa pembelian asset tambahan hingga mencapai €120 miliar.

Sebagai antisipasi merosotnya ekonomi akibat semakin tingginya kasus COVID-19 di benua Eropa, ECB mengadakan rapat darurat pada 18 Maret. Dari hasil rapat tersebut, ECB memutuskan untuk menambah pembelian obligasi hingga senilai €750 miliar, sehingga total stimulus yang digelontorkan mencapai lebih dari €1 triliun. Notulen meeting menyebutkan bahwa langkah tersebut diambil guna menopang stabilitas dan outlook ekonomi di kawasan.

Pada meeting hari ini, analis memperkirakan ECB masih akan mempertahankan suku bunga acuan pada 0.00%, dan melakukan evaluasi pada stimulus yang telah dikucurkan. Jika ECB memangkas suku bunga acuan, diperkirakan EUR akan cenderung melemah. Fokus pasar juga akan tertuju pada proyeksi ekonomi kawasan dan konferensi pers Presiden ECB Christine Lagarde,yang diperkirakan akan cenderung dovish. Statement meeting hari ini bisa dibaca di sini.

 

  • Jam 19:30 WIB: konferensi pers ECB yang dihadiri Presiden Christine Lagarde (Berdampak tinggi pada EUR).

30 April 2020: ECB Meeting, Jobless

Konferensi pers terdiri atas dua bagian, yaitu pembacaan Statement kebijakan moneter dan proyeksi ekonomi, serta acara tanya jawab. Acara konferensi pers ECB bisa dipantau di sini.

 

  • Jam 19:30 WIB: data Jobless Claims AS per 24 April 2020 (Berdampak tinggi pada USD).

Jobless Claims mengukur jumlah klaim tunjangan pengangguran selama minggu lalu, dan merupakan data fundamental paling awal yang berhubungan dengan jumlah tenaga kerja. Data Jobless Claims juga indikator awal bagi pengeluaran konsumen yang akan mempengaruhi tingkat inflasi.

Ada 2 data yang diperhatikan, yaitu Initial Jobless Claims dan Continuing Jobless Claims. Initial Jobless Claims mengukur jumlah mereka yang baru pertama kali menerima tunjangan pengangguran dan lebih berdampak. Oleh karenanya, indikator Jobless Claims biasanya mengacu pada data Initial.

30 April 2020: ECB Meeting, Jobless

Minggu lalu, Jobless Claims AS berkurang 810,000 menjadi 4,427,000 klaim, lebih tinggi dari perkiraan 4,350,000 klaim, dan menjadi yang terendah dalam sebulan terakhir. Klaim tertinggi ada di negara-negara bagian yang paling terdampak COVID-19, yaitu California, Florida, Texas, Georgia  and New  York. Terhentinya aktivitas ekonomi telah menyebabkan pemutusan hubungan kerja besar-besaran di wilayah tersebut.

Untuk minggu ini, diperkirakan klaim tunjangan pengangguran akan kembali turun menjadi 3,500,000 klaim. Hasil rilis yang lebih rendah dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat. Sebaliknya, hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan membuat USD cenderung melemah.

 

  • Jam 19:30 WIB: data Core Personal Consumption Expenditure (PCE) Price Index AS bulan Maret 2020 (Berdampak medium pada USD).

Data ini mengukur persentase perubahan harga barang dan jasa di tingkat konsumen, dan tidak memperhitungkan harga jenis barang makanan dan energi. Agak berbeda dengan CPI, PCE Price Index hanya mengukur persentase perubahan harga di tingkat konsumen individual. Indikator ini penting untuk diperhatikan karena akan mempengaruhi tingkat inflasi.

30 April 2020: ECB Meeting, Jobless

Bulan Februari lalu, PCE Price Index m/m naik 0.2% menjadi 112.92 index points (tertinggi sejak tahun 1959), sesuai perkiraan, dan lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang naik 0.1%. Dalam basis tahunan (y/y), data ini naik 1.8%, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang naik 1.7%.

Untuk bulan Maret 2020, diperkirakan Core PCE Price Index m/m akan turun 0.1% (atau -0.1%). Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan USD.

 

  • Jam 19:30 WIB: data Personal Spending dan Personal Income di AS bulan Maret 2020 (Berdampak medium pada USD).

Personal Spending mengukur persentase perubahan pengeluaran konsumen di AS selama periode sebulan, dan disebut juga dengan Consumer Spending. Indikator ini penting sebagai pelengkap prediksi data inflasi, meski dampaknya tidak begitu tinggi karena data Retail Sales yang juga mencerminkan pengeluaran konsumen telah dirilis sebelumnya. Selain untuk memprediksi tingkat inflasi, Personal Spending juga mencerminkan daya beli yang merupakan indikator ekonomi penting.

Bulan Februari lalu, pengeluaran konsumen di AS naik 0.2%, sesuai dengan perkiraan dan sama dengan bulan sebelumnya. Sementara itu, Personal Income naik 0.6%, lebih tinggi dari perkiraan naik 0.4% dan sama dengan bulan sebelumnya (tertinggi sejak Februari 2019).

Dengan terhentinya aktivitas ekonomi akibat wabah COVID-19, maka Personal Spending untuk bulan Maret 2020 diperkirakan turun 4.8% (atau -4.8%), dan Personal Income akan turun 1.6% (atau -1.6%). Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan USD.

 

  • Jam 19:30 WIB: data GDP Kanada kuartal pertama 2020 dan bulan Februari 2020 dan kuartal keempat 2019 (Berdampak medium-tinggi pada CAD).

GDP menunjukkan nilai total barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara dalam periode waktu tertentu, dan dianggap sebagai ukuran pertumbuhan ekonomi suatu negara. Tidak seperti negara-negara mata uang utama lainnya yang hanya merilis data GDP tiap kuartal, Kanada juga merilis GDP tiap bulan dan relatif agak terlambat. Meski demikian, dampak terhadap pergerakan mata uangnya cukup tinggi, terutama data GDP month over month (m/m) yang membandingkan data bulan ini dengan bulan sebelumnya.

30 April 2020: ECB Meeting, Jobless

Kuartal keempat tahun 2019 lalu, GDP Kanada tumbuh 0.1%, sesuai perkiraan dan merupakan yang terendah sejak kuartal kedua tahun 2016. Pertumbuhan disumbang oleh pengeluaran konsumen, sementara investasi dan ekspor mengalami kontraksi. Dalam basis bulanan, GDP Januari 2020 tumbuh 0.1%, sesuai perkiraan dan lebih rendah dari bulan sebelumnya yang tumbuh 0.3%.

Dengan adanya wabah Corona yang melanda Kanada, maka GDP kuartal pertama tahun 2020 diperkirakan mengalami kontraksi 2.6% (atau -2.6%), sementara GDP bulan Februari 2020 diproyeksi tumbuh 0.2%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan CAD menguat.

 

  • Jam 20:45 WIB: indeks Chicago PMI AS bulan April 2020 (Berdampak medium pada USD).

Indikator yang juga disebut Chicago Business Barometer ini dibuat berdasarkan survei terhadap 200 purchasing manager di kawasan industri sekitar Chicago, meliputi negara bagian Illinois, Indian,a dan Michigan. Responden dimintai tanggapan terhadap kondisi ekonomi dan bisnis AS saat ini, terutama yang menyangkut tenaga kerja, produksi, harga, dan penjualan produk. Indeks ini sering dianggap sebagai indikator awal bagi ISM Manufacturing PMI. Angka indeks di atas 50.0 menunjukkan ekspansi, sedangkan di bawah 50.0 menunjukkan kontraksi.

30 April 2020: ECB Meeting, Jobless

Bulan Maret lalu, indeks Chicago PMI menunjukkan angka 47.8, lebih tinggi dari perkiraan 44.1, tetapi lebih rendah dari bulan sebelumnya yang 49.0. Indeks produksi dan new orders mengalami kontraksi di tengah pandemi COVID-19. Untuk bulan April 2020, diperkirakan indeks akan turun menjadi 38.0. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan USD.

 

Keterangan: Update kabar terakhir terkait indikator fundamental bisa diperoleh di Berita Forex Seputarforex.

Arsip Analisa By : Martin
292815

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex

Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone