Advertisement

iklan

3-4 November 2021: FOMC Dan BoE Meeting, Data ADP AS

Penulis

+ -

Data berdampak hari ini adalah ADP Non Farm Employment Change dan ISM Non Manufacturing AS. Besok ada Statement dan konferensi pers FOMC, Statement dan notulen meeting BoE serta Jobless Claims AS.

iklan

iklan

Rabu, 3 November 2021

  • Jam 19:15 WIB: data Non Farm Employment Change AS versi ADP bulan Oktober 2021 (Berdampak tinggi pada USD).

Indikator ini disebut juga dengan ADP Jobs Report atau ADP Employment Report. Data dibuat oleh Automatic Data Processing, Inc. (ADP) dan didasarkan pada hasil riset tenaga kerja di luar sektor pertanian, yang dilakukan oleh ADP Research Institute dan Moody's Analytics. Laporan ini dianggap sebagai indikator awal data Non-Farm Payrolls (NFP) dari biro statistik tenaga kerja AS yang akan dirilis Jum'at mendatang. Meski versi ADP ini bisa berdampak, tapi pengaruhnya tidak sebesar dampak rilis NFP.

3-4 November 2021: FOMC Dan BoE

Bulan September lalu, perkiraan ADP untuk lapangan pekerjaan di AS menunjukkan penambahan 568,000 jobs, lebih tinggi dari perkiraan bertambah 425,000 jobs, dan menjadi yang tertinggi dalam 3 bulan terakhir. Kenaikan lapangan kerja diperkirakan terjadi pada sektor rekreasi, transportasi, pendidikan, kesehatan, informasi, tenaga profesional, perdagangan, sektor manufaktur, konstruksi, dan pertambangan.

Untuk bulan Oktober 2021, diperkirakan jumlah jobs di AS versi ADP akan bertambah 400,000 jobs. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

 

  • Jam 21:00 WIB: indeks ISM Non Manufacturing PMI AS bulan Oktober 2021 (Berdampak tinggi pada USD).

Disebut juga dengan ISM Services PMI, indikator ini dirilis oleh Institute for Supply Management (ISM) yang khusus dibuat untuk AS. Di AS, indikator ini lebih berdampak dari indeks Services PMI dari Markit. Indeks dibuat berdasarkan survei terhadap 400 purchasing manager di AS mengenai kondisi bisnis di luar sektor manufaktur untuk memperoleh gambaran prospek perekonomian AS ke depan. Angka rilis di atas 50.0 menunjukkan ekspansi di sektor jasa, sedangkan di bawah angka 50.0 menunjukkan terjadinya kontraksi.

3-4 November 2021: FOMC Dan BoE

Bulan September lalu, indeks ISM Non Manufacturing PMI naik menjadi 61.9, lebih tinggi dari perkiraan 59.9, dan lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang 61.7. Indeks aktivitas bisnis dan new orders mengalami kenaikan, sementara indeks tenaga kerja dan ekspor mengalami kontraksi.

Untuk bulan Oktober 2021, diperkirakan indeks akan tetap 61.9. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

 

Kamis, 4 November 2021

  • Jam 01:00 WIB: hasil meeting FOMC : statement FOMC dan pengumuman suku bunga The Fed bulan November 2021 (Berdampak tinggi pada USD).

FOMC memberikan statement mengenai kebijakan moneter rata-rata 8 kali dalam setahun, bersamaan dengan pengumuman suku bunga. Penentuan suku bunga dilakukan dengan cara voting, dan hasil voting secara individu serta komentar-komentarnya dimuat dalam statement FOMC yang dirilis seusai meeting. Selain suku bunga, statement juga berisi mengenai kebijakan lainnya dan perkiraan kondisi ekonomi di waktu mendatang yang bisa mempengaruhi kebijakan bank sentral.

3-4 November 2021: FOMC Dan BoE

Pada meeting terakhir tanggal 22-23 September lalu, The Fed mempertahankan suku bunga pada level +0.00% hingga +0.25%, sesuai dengan perkiraan. Tingkat suku bunga ini adalah rekor terendah sejak tahun 1971. The Fed juga mempertahankan pembelian obligasi pemerintah sebesar USD80 miliar per bulan, dan obligasi sektor perumahan sebesar USD40 miliar per bulan.

Statement menyebutkan bahwa bank sentral kemungkinan akan memberi sinyal untuk mengurangi pembelian asset atau tapering pada akhir tahun ini. Ketua The Fed Jerome Powell dan pejabat lainnya telah menyatakan bahwa The Fed akan mulai mengurangi pembelian asset pada tahun ini, tetapi investor menunggu rincian lebih lanjut, terutama setelah hasil rilis data ekonomi AS yang beragam.

Pada proyeksi ekonomi, The Fed menurunkan ekspektasi GDP tahun ini dari +7.0% menjadi +5.9%, sementara untuk tahun 2022 diproyeksi tumbuh +3.8%. Tingkat pengangguran tahun ini diprediksi naik menjadi 4.8%, sementara tahun 2022 tetap 3.8%. Proyeksi inflasi (PCE inflation) untuk tahun ini dinaikkan dari 3.4% menjadi 4.2%, dan untuk tahun depan dipatok 2.2%.

Untuk bulan November 2021 ini, diperkirakan The Fed masih akan mempertahankan suku bunga acuan pada level 0.00% hingga +0.25%. Pelaku pasar akan fokus pada pernyataan Jerome Powell dalam konferensi pers. Pernyataan meeting hari ini bisa dibaca di sini.

 

  • Jam 01:30 WIB: konferensi pers FOMC yang dihadiri ketua The Fed Jerome Powell (Berdampak tinggi pada USD).

3-4 November 2021: FOMC Dan BoE

Perhatian pelaku pasar akan tertuju pada keterangan Powell mengenai tapering atau pengurangan pembelian obligasi pemerintah, prospek suku bunga, dan kemungkinan adanya kebijakan lain. Jika pernyataan dan komentar Powell dianggap hawkish, maka USD akan menguat. Sedangkan jika pernyataan Powell dianggap dovish, USD akan cenderung melemah. Konferensi pers Jerome Powell bisa dipantau di sini.

 

  • Jam 19:00 WIB: hasil meeting BoE (Berdampak tinggi pada GBP):
  1. Data Asset Purchase Facility BoE bulan November 2021:

Asset Purchase Facility BoE adalah target pembelian asset oleh BoE. Data ini berkaitan dengan program Quantitative Easing dari BoE, yaitu jumlah dana total yang akan digunakan oleh BoE untuk membeli asset-asset di pasar terbuka. Pada meeting terakhir 23 September lalu, dana untuk pembelian asset adalah £875 miliar, sesuai dengan perkiraan dan menjadi yang tertinggi sejak pandemi COVID-19 melanda Inggris.

Keputusan ini diambil guna mendukung aktivitas ekonomi yang menurun akibat lockdown karena meningkatnya kasus COVID-19. Untuk meeting hari ini, pembelian asset diperkirakan tetap £875 miliar. Jika BoE menaikkan nilai pembelian asset, maka GBP akan cenderung melemah.

 

  1. Pengumuman suku bunga dan ringkasan kebijakan moneter BoE bulan November 2021:

Penentuan suku bunga dilakukan dengan cara voting diantara para anggota Monetary Policy Committee (MPC). Pada meeting terakhir tanggal 23 September lalu, BoE mempertahankan suku bunga acuan pada level +0.10%, sesuai dengan perkiraan. Level suku bunga ini adalah yang terendah sepanjang sejarah BoE.

3-4 November 2021: FOMC Dan BoE

Bank sentral menyebutkan bahwa ketidakpastian tetap ada, dan inflasi diperkirakan bisa bertahan di atas 4% hingga 2022. Mencerminkan pandangan itu, 2 anggota MPC memilih untuk lebih awal mengakhiri pembelian obligasi pemerintah. Jumlah ini meningkat dibandingkan dengan pendukung kebijakan hawkish pada rapat bulan Agustus lalu, yang hanya berjumlah 1 anggota. Pada proyeksi ekonomi, GDP Inggris kuartal ketiga tahun ini diharapkan tumbuh sebesar 2.5%.

Untuk bulan November 2021, diperkirakan BoE masih akan mempertahankan suku bunga acuannya pada level +0.10%. Jika BoE kembali menurunkan suku bunga, maka GBP akan cenderung melemah. Pernyataan meeting hari ini bisa dibaca di sini.

 

  • Jam 19:00 WIB: notulen meeting BoE hari ini (4 November 2021) (Berdampak tinggi pada GBP).

Selain penetapan suku bunga dan pembelian asset, rapat MPC juga dimaksudkan untuk memperoleh gambaran dalam menetapkan suku bunga berikutnya. Notulen meeting antara lain berupa hasil voting untuk target pembelian asset dan penentuan suku bunga.

Data ini dirilis dengan format X1-X2-X3, di mana X1 menunjukkan jumlah anggota yang setuju kenaikan pembelian asset atau kenaikan suku bunga, X2 adalah jumlah anggota yang setuju penurunan pembelian asset atau penurunan suku bunga, dan X3 merupakan jumlah anggota yang tidak ingin ada perubahan.

Pada meeting terakhir tanggal 23 September lalu, hasil voting untuk pembelian asset adalah 0-2-7 dan untuk suku bunga adalah 0-0-9. Artinya, ada 2 anggota MPC yang menginginkan penurunan pembelian asse, dan seluruh anggota MPC menginginkan suku bunga tetap +0.1%. Pada meeting hari ini, diperkirakan hasil voting untuk pembelian asset akan tetap 0-2-7, dan untuk suku bunga 0-0-9. Hasil rilis notulen meeting BoE hari ini bisa dibaca di sini.

 

  • Jam 19:30 WIB: data Jobless Claims AS per 29 Oktober 2021 (Berdampak medium-tinggi pada USD).

Jobless Claims mengukur jumlah klaim tunjangan pengangguran selama minggu lalu, dan merupakan data fundamental paling awal yang berhubungan dengan jumlah tenaga kerja. Data Jobless Claims juga indikator awal bagi pengeluaran konsumen yang akan mempengaruhi tingkat inflasi.

Ada 2 data yang diperhatikan, yaitu Initial Jobless Claims dan Continuing Jobless Claims. Initial Jobless Claims mengukur jumlah mereka yang baru pertama kali menerima tunjangan pengangguran dan lebih berdampak. Untuk itu, indikator Jobless Claims biasanya mengacu pada data Initial.

3-4 November 2021: FOMC Dan BoE

Minggu lalu, Jobless Claims AS berkurang 10,000 menjadi 281,000 klaim, lebih rendah dari perkiraan 290,000 klaim, dan merupakan yang terendah sejak bulan Maret 2020 (ketika pandemi COVID-19 melanda AS). Sementara itu, klaim rata-rata dalam 4 minggu terakhir turun menjadi 299,250 klaim, terendah sejak Maret 2020.

Untuk minggu ini, diperkirakan klaim tunjangan pengangguran akan naik menjadi 285,000 klaim. Hasil rilis yang lebih rendah dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

 

Keterangan : Update kabar terakhir terkait indikator fundamental bisa diperoleh di Berita Forex Seputarforex.

Download Seputarforex App

Arsip Analisa By : Martin
296716
Penulis

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.