OctaFx

iklan

3-7 Desember 2018: Trump-Xi, OPEC Meeting, Testimoni Powell, NFP AS

286419

Setelah ditutup melemah tipis di pekan lalu, harga emas minggu ini akan dipengaruhi hasil meeting Trump-Xi, OPEC meeting, testimoni Powell, data NFP, dan ISM Manufacturing AS.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Analisa mingguan XAU/USD berikut ini dibuat berdasarkan harga penutupan pasar hingga akhir minggu lalu (30 November 2018), serta dimaksudkan sebagai acuan untuk trading jangka menengah dan panjang.

 

Tinjauan Fundamental

Harga emas melemah tipis minggu lalu, ditutup pada level USD 1221.97 per troy ounce, atau melemah 0.07% dari penutupan minggu sebelumnya. Sempat melemah hingga level 1211 (sekitar 38.2 Fibo Retracement) akibat pernyataan anggota FOMC Richard Clarida yang mendukung kenaikan suku bunga secara bertahap, logam kuning ini kemudian berbalik menguat karena merespon pidato ketua The Fed Jerome Powell yang dovish.

Powell terkesan ragu mempertegas kenaikan suku bunga; ia menyebutkan suku bunga acuan saat ini telah dekat dengan tingkat netral. Pernyataan Powell tersebut memicu spekulasi akan pengurangan fekuensi kenaikan suku bunga di tahun depan.

Namun demikian, emas berbalik melemah di akhir pekan setelah indeks USD kembali bertengger di atas level 97. Hal ini diakibatkan oleh naiknya indeks manufaktur Chicago yang dianggap sebagai indikator awal bagi ISM Manufacturing PMI. Chicago PMI November naik hingga 66.4, tertinggi sepanjang tahun ini.

Minggu ini. pasar masih menunggu hasil pertemuan empat mata antara presiden AS Donald Trump dan presiden China Xi Jinping di Argentina, yang dijadwalkan diadakan pada Sabtu malam (01/Des). Pembicaraan kedua pemimpin tersebut bisa menyebabkan perang dagang berakhir atau malah semakin tegang. Analis memperkirakan, hasil pembicaraan yang positif akan berdampak pada pelemahan US Dollar dan meningkatnya risk appetite.

Selain pertemuan Trump-Xi, pasar juga akan mencermati pertemuan OPEC pada hari Kamis mendatang. Seperti diketahui, akhir-akhir ini gejolak harga minyak dunia ikut mempengaruhi harga emas. Jika OPEC memutuskan untuk memangkas kuota, maka kemungkinan harga minyak akan rebound.

Dari AS, fokus pasar akan tertuju pada testimoni ketua The Fed Jerome Powell di depan Senat, serta data Non Farm Payrolls (NFP) dan ISM Manufacturing bulan November.

Survei yang dilakukan Kitco.com menyebutkan bahwa untuk minggu ini, 69% pemain Wall Street memprediksi harga emas akan bullish, 6% bearish, dan 25% netral (cenderung bergerak sideways). Sementara itu, 57% pemain Main Street memprediksi bullish, 26% bearish, dan 18% netral.

Secara teknikal, resistance kuat XAU/USD ada pada level 1229 yang dua minggu terakhir sulit ditembus, sementara support kuat berada pada level 38.2% Fibo Retracement atau sekitar level 1211.

 

Tinjauan Teknikal


Emas 3-7 Desember 2018: Trump-Xi, OPEC

Chart Daily:

Penembusan kurva support EMA 50 pada 27 November lalu tidak dikonfirmasi oleh indikator MACD dan parabolic SAR. Kurva MACD masih berada di atas kurva sinyal (warna merah), dan titik indikator parabolic SAR masih berada di bawah bar candlestick, yang berarti pergerakan harga masih cenderung bullish. Tidak ada price action untuk konfirmasi.

Pergerakan bearish tertahan di level 38.2% Fibo Retracement (1211.41), dan membentuk pola double bottom atau tweezer bottom. Price action yang menunjukkan sentimen bullish ini terkonfirmasi setelah harga kembali menembus kurva EMA 50 dan kurva middle band indikator Bollinger Bands. Pada saat yang sama, kurva indikator RSI juga menembus center line (level 50.0) dan berada di atasnya. Dengan demikian, sentimen bullish telah terkonfirmasi baik oleh price action, indikator tren, maupun indikator momentum (RSI).

Hingga saat penutupan minggu lalu, harga masih berada di atas kurva middle band indikator Bollinger Bands. Dari penunjukan indikator MACD, Parabolic SAR, dan RSI, pergerakan harga saat ini masih cenderung bullish.

Dari chart di atas, resistance kuat ada pada level 1229, sedangkan support kuat pada level 38.2% Fibo Retracement.

Level Pivot mingguan : 1220.65

Resistance : 1229.00 ; 1235.00 ; 1243.00 ; 1252.00 ; 1265.80 ; 1274.00 ; 1281.96 ; 1289.22 ; 1300.90 ; 1309.19 ; 1316.00 ; 1325.00 ; 1335.00 ; 1345.00 ; 1355.00 ; 1361.63 ; 1365.95 ; 1375.10 ; 1392.04 ; 1416.29 ; 1433.70.

Support : 1211.41 (38.2% Fibonacci Retracement) ; 1201.58 (50% Fibonacci Retracement) ; 1196.18 ; 1191.83 (61.8% Fibonacci Retracement) ; 1185.00 ; 1179.56 (76.4% Fibonacci Retracement) ; 1171.80 ; 1160.05 ; 1146.00 ; 1136.60 ; 1122.63 ; 1113.40 ; 1097.33 ; 1076.98.

Indikator: Simple Moving Average (SMA) 200, EMA 50 ; Bollinger Bands (20,2) ; Parabolic SAR (0.02, 0.2) ; MACD (12,26,9) ; OSMA ; RSI (14).

Fibonacci Retracement :

  • Titik Swing Low  : 1160.05 (harga terendah 16 Agustus 2018).
  • Titik Swing High : 1243.30 (harga tertinggi 26 Oktober 2018).
Arsip Analisa By : Martin

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.