Advertisement

iklan

4-5 Februari 2020: RBA Meeting, Factory Orders AS, Employment New Zealand

Data berdampak hari ini adalah suku bunga dan Statement RBA, Factory Orders AS, dan indeks Construction PMI Inggris. Besok ada Employment dan pengangguran di Selandia Baru.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Selasa, 4 Februari 2020:

  • Jam 10:30 WIB: hasil meeting RBA: pengumuman suku bunga bulan Januari 2020 dan Statement RBA (Berdampak tinggi pada AUD).

Suku bunga RBA diumumkan setiap bulan pada hari Selasa pertama, kecuali pada bulan Januari. Keputusan untuk menentukan suku bunga dilakukan dengan konsensus antara para anggota dewan gubernur RBA. Perubahan suku bunga terakhir terjadi pada bulan Oktober 2019 lalu, ketika RBA memotong rate sebesar 0.25% menjadi +0.75%.

4-5 Februari 2020: RBA Meeting, Factory

Pada meeting terakhir tanggal 3 Desember 2019 lalu, RBA mempertahankan suku bunga acuan pada +0.75%, sesuai dengan perkiraan pasar. Tingkat suku bunga ini adalah yang terendah sejak tahun 1990. Statement menyebutkan bahwa bank sentral masih memonitor dampak penurunan suku bunga sebanyak 3 kali sejak bulan Juni 2019 lalu, terutama terhadap pertumbuhan pasar tenaga kerja.

Mengacu pada faktor domestik dan global, bank sentral mengisyaratkan suku bunga rendah masih diperlukan pada waktu mendatang, dan tidak menutup kemungkinan akan ada pemotongan lagi guna mendukung pertumbuhan ekonomi.

Data terakhir menunjukkan, GDP kuartal ketiga 2019 tumbuh 0.4%, terendah sepanjang tahun 2019. Sementara itu, inflasi kuartal keempat 2019 adalah +0.7%, tertinggi sepanjang tahun 2019.

Dengan masih rendahnya GDP, inflasi yang masih di bawah target, serta penurunan suku bunga bank sentral China untuk mengatasi tekanan ekonomi akibat virus corona, sebagian analis memperkirakan jika bulan Januari 2020 ini RBA akan memangkas suku bunga acuan sebesar 0.25%. Sementara itu, sebagian pakar lainnya memperkirakan RBA masih akan mempertahankan suku bunga acuan pada level +0.75%. Jika RBA kembali memotong suku bunga acuan, maka AUD akan cenderung melemah. Statement untuk meeting hari ini bisa dibaca di sini.

 

  • Jam 16:30 WIB: indeks Construction PMI Inggris bulan Januari 2020 (Berdampak rendah-medium pada GBP).

Indeks yang dirilis oleh Markit ini dibuat berdasarkan survei pada 170 purchasing manager sektor industri konstruksi di Inggris mengenai kondisi ekonomi dan bisnis saat ini. Tujuannya adalah untuk mendapatkan gambaran prospek sektor konstruksi ke depan. Angka rilis di atas 50.0 menunjukkan ekspansi sektor konstruksi, sedangkan rilis di bawah angka 50.0 menunjukkan terjadinya kontraksi. Sektor konstruksi yang disurvei meliputi kategori perumahan (residential), komersial, dan civil engineering (manufaktur, pertambangan, serta industri lainnya).

4-5 Februari 2020: RBA Meeting, Factory

Bulan Desember 2019 lalu, indeks PMI sektor konstruksi di Inggris turun ke 44.4, lebih rendah dari perkiraan 45.8, dan lebih rendah dari bulan sebelumnya yang 45.3. Untuk bulan Januari 2020, diperkirakan indeks PMI sektor konstruksi akan naik menjadi 48.1. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan GBP.

 

  • Jam 22:00 WIB: data Factory Orders AS bulan Desember 2019 (Berdampak medium pada USD).

Data ini mengukur perubahan persentase order pembelian produk-produk manufaktur dan industri AS dalam sebulan. Factory Orders adalah indikator awal bagi output produksi yang menunjukkan tingkat permintaan, sehingga pada akhirnya juga akan mempengaruhi pertumbuhan.

4-5 Februari 2020: RBA Meeting, Factory

Bulan November 2019 lalu, Factory Orders AS turun 0.7% (atau -0.7%), lebih rendah dari perkiraan turun 0.6%, dan lebih rendah dari bulan sebelumnya yang naik 0.2%. Pada bulan November 2019, permintaan untuk produk-produk sarana transportasi, mesin, dan metal mengalami kontraksi.

Untuk bulan Desember 2019, data ini diperkirakan naik 0.7%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan USD.

 

Rabu, 5 Februari 2020:

Data perubahan jumlah total tenaga kerja (Employment Change) mengukur perubahan jumlah total tenaga kerja, dan dirilis bersamaan dengan data persentase perubahan tingkat pengangguran. Tidak seperti negara-negara mata uang utama lainnya yang merilis data ini tiap bulan, Selandia Baru merilisnya tiap kuartal. Data yang dirilis menunjukkan perubahan yang dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

4-5 Februari 2020: RBA Meeting, Factory

Kuartal ketiga lalu, jumlah tenaga kerja di Selandia Baru bertambah 0.2% dibandingkan kuartal sebelumnya, sesuai dengan perkiraan, tetapi lebih rendah dari kuartal sebelumnya yang naik 0.8%. Sementara itu, tingkat pengangguran kuartal ketiga 2019 berada pada 4.2%, lebih tinggi dari perkiraan 4.1% dan kuartal sebelumnya yang 3.9%. Tingkat partisipasi berada pada angka 70.4%, tertinggi sepanjang tahun 2019.

Untuk kuartal keempat tahun 2019, diperkirakan tenaga kerja akan bertambah 0.3%, sementara tingkat pengangguran akan tetap 4.2%. Jika rilis data pertambahan tenaga kerja lebih tinggi dari perkiraan dan tingkat pengangguran lebih rendah dari perkiraan, maka NZD akan cenderung menguat.

 

Keterangan: Update kabar terakhir terkait indikator fundamental bisa diperoleh di Berita Forex Seputarforex.

Arsip Analisa By : Martin
291872

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.