Advertisement

iklan

4-5 Maret 2020: Breaking News Fed Rate Cut, BoC Meeting, ADP Non Farm

Data berdampak hari ini adalah suku bunga dan Statement BoC, ADP Non Farm, ISM Non Manufacturing PMI dan persediaan minyak AS, serta GDP Australia. Besok ada pidato Broadbent BoE.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Breaking News

  • Selasa, 3 Maret 2020 jam 22:00 WIB: The Fed memotong suku bunga acuan sebesar 0.50% ke level +1.00% hingga +1.25%.

Di luar jadwal FOMC meeting, The Fed telah mengadakan pertemuan dan mengumumkan penurunan suku bunga acuan sebesar 0.50% ke level +1.00% hingga +1.25%. Pertemuan tersebut dihadiri oleh seluruh anggota FOMC dan ketua The Fed Jerome Powell. Seusai meeting, Powell mengadakan konferensi pers.

4-5 Maret 2020: Breaking News Fed Rate
Statement menyebutkan bahwa fundamental ekonomi AS masih solid. Meski demikian, penyebaran wabah virus corona yang telah sampai di AS akan menimbulkan risiko pada perekonomian. Oleh karenanya, guna menjaga aktivitas ekonomi yang berkelanjutan, bank sentral perlu melakukan penyesuaian tingkat suku bunga.

Pada konferensi pers, Powell mengatakan bahwa pemotongan suku bunga kali ini adalah sebagai tindakan darurat untuk mengantisipasi risiko ekonomi akibat penyebaran wabah virus corona. Menyusul tindakan The Fed tersebut, Indeks USD melorot hingga ke level 96.98, terendah dalam 2 bulan terakhir. Statement The Fed untuk meeting tanggal 3 Maret 2020 bisa dibaca di sini.

 

Rabu, 4 Maret 2020:

GDP menyatakan nilai total barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara dalam periode waktu tertentu, dan dinyatakan dalam persentase perubahan dibandingkan periode sebelumnya. Tidak seperti negara-negara mata uang utama lainnya yang merilis data GDP per kuartal 3 kali (Preliminary, Second Release, dan Final), Australia hanya merilis sekali per kuartal pada sekitar 65 hari setelah berakhirnya kuartal tersebut.

4-5 Maret 2020: Breaking News Fed Rate

Kuartal ketiga tahun 2019 lalu, GDP Australia tumbuh 0.4% secara quarter per quarter (q/q), lebih rendah dari perkiraan tumbuh 0.5%, dan menjadi yang terendah sepanjang tahun 2019. Sementara untuk basis quarter per year (q/y), data GDP tumbuh 1.7%, tertinggi selama tahun 2019.

Naiknya GDP kuartal ketiga 2019 terutama disebabkan oleh meningkatnya pengeluaran konsumen, pengeluaran pemerintah, dan ekspor. Untuk kuartal keempat tahun 2019, diperkirakan GDP Australia q/q akan kembali tumbuh 0.4%, dan untuk q/y diperkirakan tumbuh 1.9%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan AUD menguat.

 

  • Jam 20:15 WIB: data Non Farm Employment Change AS versi ADP bulan Februari 2020 (Berdampak tinggi pada USD).

Disebut juga dengan ADP Jobs Report atau ADP Employment Report, data yang dibuat oleh Automatic Data Processing, Inc. (ADP) ini didasarkan pada hasil riset tenaga kerja di luar sektor pertanian oleh ADP Research Institute dan Moody's Analytics. ADP Jobs Report dianggap sebagai indikator awal data Non-Farm Payrolls (NFP) dari biro statistik tenaga kerja AS yang akan dirilis Jumat mendatang. Meski versi ADP ini bisa berdampak, tapi pengaruhnya tidak sebesar dampak rilis NFP.

4-5 Maret 2020: Breaking News Fed Rate

Bulan Januari lalu, perkiraan dari ADP untuk jumlah jobs di AS bertambah 291,000, jauh lebih tinggi dari perkiraan bertambah 157,000 jobs, dan merupakan yang tertinggi dalam 5 tahun terakhir. Pertambahan tenaga kerja diperkirakan terjadi pada tenaga profesional dan bisnis, sektor jasa, konstruksi, kesehatan, pendidikan, serta tenaga profesional.

Untuk bulan Februari 2020, diperkirakan jumlah jobs di AS versi ADP Report akan bertambah 170,000 jobs. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

 

  • Jam 22:00 WIB: hasil meeting BoC:  pengumuman suku bunga BoC bulan Maret 2020 (Berdampak tinggi pada CAD):

Suku bunga BoC dijadwalkan di-update 8 kali dalam setahun dengan konsensus (permufakatan) antara anggota dewan gubernur bank sentral. Di sepanjang tahun 2017, BoC telah menaikkan suku bunga acuan sebanyak dua kali. Kenaikan pertama terjadi pada 12 Juli, yakni sebesar 0.25% ke +0.75%, dan sekaligus menjadi kenaikan pertama sejak tahun 2010. Rate Hike kedua diputuskan pada 6 September, dengan kenaikan ke +1.00%.

Pada tahun 2018, telah terjadi 3 kali kenaikan suku bunga, masing-masing sebesar 0.25%. Januari 2018, suku bunga Kanada naik sebesar 0.25% menjadi +1.25%. Pada 11 Juli, suku bunga kembali ditingkatkan ke +1.50%. Sementara pada 24 Oktober, suku bunga meningkat level +1.75%. Tingkat suku bunga ini adalah yang tertinggi sejak Desember 2008.

4-5 Maret 2020: Breaking News Fed Rate

Kenaikan pada 17 Januari 2018 disebabkan oleh membaiknya data pertambahan tenaga kerja selama 2 bulan berturut-turut dan tingkat pengangguran bulan Desember 2017 yang mencapai rekor terendah dalam 40 tahun terakhir.

Sementara itu, kenaikan bulan Juli 2018 dipicu oleh naiknya tingkat inflasi dan investasi bisnis, serta membaiknya data ekonomi meski sedang terjadi perang dagang dengan AS. Kenaikan pada Oktober 2018 disebabkan oleh membaiknya ekonomi dan telah tercapainya kesepakatan perjanjian perdagangan antara Kanada, AS, dan Meksiko.

Pada meeting terakhir tanggal 22 Januari lalu, BoC mempertahankan suku bunga acuannya pada level +1.75%, sesuai dengan perkiraan. Statement menyebutkan bahwa bank sentral akan terus memonitor perkembangan ekonomi, terutama pada sektor pertumbuhan. BoC memprediksi pertumbuhan untuk kuartal keempat tahun 2019 turun dari 1.3% menjadi 0.3%, tetapi estimasi tingkat inflasi tetap sekitar 2.00%.

Data terakhir menunjukkan, inflasi tahunan bulan Januari +2.4%, tertinggi sejak Mei 2019. GDP kuartal keempat 2019 merosot ke +0.1%, terendah sejak kuartal kedua tahun 2016. Sementara itu, tingkat pengangguran bulan Desember +5.5%, terendah dalam 3 bulan terakhir.

Dengan masih rendahnya GDP, menyebarnya wabah virus corona ke berbagai negara, dan mengacu pada The Fed yang telah memangkas suku bunga acuan kemarin, maka BoC diperkirakan memangkas suku bunga acuan sebesar 0.25% ke level +1.50% pada bulan Maret 2020 ini. Jika BoC kembali memotong suku bunga acuan, maka CAD akan cenderung melemah. Statement untuk meeting hari ini bisa dibaca di sini.

 

  • Jam 22:00 WIB: indeks ISM Non Manufacturing PMI AS bulan Februari 2020 (Berdampak tinggi pada USD)

Indikator ini dirilis oleh Institute for Supply Management (ISM) yang khusus dibuat untuk AS. Di AS, indikator ini lebih berdampak dari indeks Services PMI rilisan Markit. Indeks dibuat berdasarkan survei terhadap 400 purchasing manager di AS mengenai kondisi bisnis di luar sektor manufaktur, untuk memperoleh gambaran prospek perekonomian AS ke depan. Angka rilis di atas 50.0 menunjukkan ekspansi di sektor jasa, sedangkan di bawah angka 50.0 menunjukkan terjadinya kontraksi.

4-5 Maret 2020: Breaking News Fed Rate

Bulan Januari lalu, indeks ISM Non Manufacturing PMI naik ke 55.5, lebih tinggi dari perkiraan 55.1, dan menjadi yang tertinggi dalam 5 bulan terakhir. Pada bulan Januari 2020, indeks produksi dan new orders mengalami kenaikan.

Untuk bulan Februari 2020, diperkirakan indeks ISM Non Manufacturing akan turun menjadi 55.1. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

 

  • Jam 22:30 WIB: data persediaan minyak untuk industri di AS per 28 Februari 2020 (Berdampak medium-tinggi pada WTI/USD dan CAD).

Data yang disebut juga dengan Crude Stocks atau Crude Levels ini dirilis tiap minggu oleh Energy Information Administration (EIA) AS, dan mengukur perubahan jumlah persediaan minyak mentah (dalam satuan barel) untuk industri di AS.

Meski indikator ini dirilis oleh AS, tapi bisa berdampak juga pada CAD, mengingat impor sebagian minyak mentah AS berasal dari Kanada. Indikator ini juga akan mempengaruhi harga minyak di AS dan akan berdampak pada tingkat inflasi.

4-5 Maret 2020: Breaking News Fed Rate

Minggu lalu, persediaan minyak untuk industri bertambah 0.45 juta barel, lebih rendah dari perkiraan bertambah 2.30 juta barel, tetapi lebih tinggi dari minggu sebelumnya yang bertambah 0.41 juta barel. Untuk minggu ini, persediaan minyak diperkirakan bertambah 3.33 juta barel.

Jika hasil rilis lebih tinggi dari perkiraan, maka harga WTI/USD akan cenderung melemah karena diasumsikan permintaan akan berkurang. Namun jika lebih rendah dari perkiraan, maka WTI/USD akan cenderung menguat karena diasumsikan permintaan akan meningkat.

Perlu diketahui, persediaan minyak di AS hanya salah satu faktor yang menggerakkan harga minyak dunia. Yang paling berdampak adalah kebijakan negara-negara penghasil minyak mengenai kuota produksi, pernyataan pejabat negara penghasil minyak, dan situasi politik di Timur Tengah. Rilis data persediaan minyak di AS tidak bisa dipastikan akan selalu mempengaruhi harga minyak dunia.

 

Kamis, 5 Maret 2020:

  • Jam 01:00 WIB: pidato anggota MPC BoE Ben Broadbent (Berdampak medium pada GBP).

Ben Broadbent dijadwalkan berbicara di London Business School. Isi pidato Broadbent bisa dibaca di sini.

 

Keterangan: Update kabar terakhir terkait indikator fundamental bisa diperoleh di Berita Forex Seputarforex.

Arsip Analisa By : Martin
292204

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.