Advertisement

iklan

5-6 Oktober 2022: Suku Bunga RBNZ, Data ADP Dan Non Manufaktur AS

Penulis

+ -

Data berdampak hari ini adalah pengumuman RBNZ, serta ADP Jobs Report dan ISM Non Manufacturing AS. Besok ada Jobless Claims AS.

iklan

iklan

Rabu, 5 Oktober 2022

  • Jam 08:00 WIB: hasil meeting RBNZ: pengumuman suku bunga bulan Oktober 2022 dan statement kebijakan moneter (Berdampak tinggi pada NZD).

Gubernur RBNZ menentukan suku bunga acuan atau Official Cash Rate (OCR) setelah berkonsultasi dengan beberapa bankir senior dan para penasehatnya. Suku bunga RBNZ dijadwalkan rilis 8 kali dalam setahun.

5-6 Oktober 2022: Suku Bunga RBNZ, Data

Pada meeting terakhir 17 Agustus lalu, RBNZ kembali menaikkan OCR sebesar 0.5% menjadi +3.00%, sesuai dengan perkiraan. Ini adalah kenaikan suku bunga yang ketujuh kali secara berturut-turut di tengah meningkatnya tekanan inflasi dan pelonggaran aktivitas ekonomi. Level suku bunga 3.00% adalah yang tertinggi dalam tujuh tahun terakhir.

Statement menyebutkan bank sentral mengharapkan penurunan inflasi dalam waktu dekat sehubungan dengan mengendurnya harga bahan bakar. Akan tetapi, para anggota dewan memperkirakan bahwa tingkat inflasi hanya akan kembali ke kisaran target bank sentral pada sekitar pertengahan tahun 2024, sehingga pengetatan moneter tetap diperlukan. Suku bunga diperkirakan mencapai puncak tertinggi di 4.10% pada bulan Maret 2023.

Para anggota dewan menambahkan bahwa permintaan dalam ekonomi telah bertahan selama semester pertama tahun 2022, tetapi outputnya dibatasi oleh pasokan global yang terganggu, kekurangan tenaga kerja, serta pandemi COVID-19. Sementara itu, harga perumahan terus turun secara berkelanjutan dan akan melemah selama beberapa bulan mendatang.

Secara keseluruhan, RBNZ telah menaikkan OCR sebesar 275 basis poin sejak bulan Oktober 2021 dari rekor terendahnya di 0.25%. Dengan inflasi kuartal kedua 2022 yang melonjak hingga +7.3% atau tertinggi dalam 32 tahun, maka untuk bulan Oktober 2022, RBNZ diperkirakan kembali menaikkan OCR sebesar 0.50% menjadi +3.50%. Jika RBNZ kembali menaikkan OCR, maka NZD akan cenderung menguat. Statement kebijakan moneter pada meeting hari ini bisa dibaca di sini.

 

  • Jam 19:15 WIB: data Non Farm Employment Change AS versi ADP bulan September 2022 (Berdampak tinggi pada USD).

Indikator ini disebut juga dengan ADP Jobs Report atau ADP Employment Report. Data dibuat oleh Automatic Data Processing, Inc. (ADP) dan didasarkan pada hasil riset tenaga kerja di luar sektor pertanian yang dilakukan ADP Research Institute bersama Moody's Analytics. ADP Jobs Report dianggap sebagai indikator awal data Non-Farm Payrolls (NFP) dari biro statistik tenaga kerja AS yang akan dirilis Jumat mendatang. Meski versi ADP ini bisa berdampak, tetapi pengaruhnya tidak sebesar rilis NFP.

5-6 Oktober 2022: Suku Bunga RBNZ, Data

Bulan Agustus lalu, data perkiraan dari ADP untuk lapangan pekerjaan di AS menunjukkan penambahan 132,000 jobs, jauh lebih rendah dari perkiraan bertambah 300,000, dan merupakan perkiraan terendah sejak Januari 2021. Penambahan lapangan kerja diperkirakan terjadi pada sektor transportasi, rekreasi, produksi, pertambangan, dan konstruksi. Sementara itu, lapangan kerja di sektor pendidikan dan kesehatan mengalami kontraksi.

Untuk bulan September 2022, jumlah jobs di AS versi ADP diperkirakan bertambah 200,000. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

 

  • Jam 21:00 WIB: indeks ISM Non Manufacturing PMI AS bulan September 2022 (Berdampak tinggi pada USD).

Disebut juga dengan ISM Services PMI, indikator ini dirilis oleh Institute for Supply Management (ISM) yang khusus dibuat untuk AS. Di AS, indikator ini lebih berdampak dari Services PMI dari Markit. Data dibuat berdasarkan survei terhadap 400 purchasing manager di AS mengenai kondisi bisnis di luar sektor manufaktur untuk memperoleh gambaran prospek perekonomian AS ke depan. Angka rilis di atas 50.0 menunjukkan ekspansi di sektor jasa, sedangkan di bawah 50.0 menunjukkan terjadinya kontraksi.

5-6 Oktober 2022: Suku Bunga RBNZ, Data

Bulan Agustus lalu, indeks ISM Non Manufacturing PMI naik menjadi 56.9, lebih tinggi dari perkiraan 55.4, dan merupakan yang tertinggi dalam 4 bulan terakhir. Indeks aktivitas bisnis, new orders, dan tenaga kerja mengalami kenaikan.

Untuk bulan September 2022, diperkirakan indeks akan mengalami koreksi menjadi 56.0. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

 

Kamis, 6 Oktober 2022

  • Jam 19:30 WIB: data Jobless Claims AS per 30 September 2022 (Berdampak medium pada USD).

Jobless Claims mengukur jumlah klaim tunjangan pengangguran selama minggu lalu, dan merupakan data fundamental paling awal yang berhubungan dengan jumlah tenaga kerja. Data Jobless Claims juga indikator awal bagi pengeluaran konsumen yang akan mempengaruhi tingkat inflasi.

Ada 2 data yang diperhatikan, yaitu Initial Jobless Claims dan Continuing Jobless Claims. Initial Jobless Claims mengukur jumlah mereka yang baru pertama kali menerima tunjangan pengangguran dan lebih berdampak. Oleh karena itu, indikator Jobless Claims biasanya mengacu pada data Initial.

5-6 Oktober 2022: Suku Bunga RBNZ, Data

Minggu lalu, Jobless Claims AS berkurang 16,000 menjadi 193,000 klaim, lebih rendah dari perkiraan 215,000 klaim, dan merupakan yang terendah sejak akhir April lalu. Sementara itu, klaim rata-rata dalam 4 minggu terakhir turun menjadi 207,000 klaim, terendah sejak bulan Mei.

Untuk minggu ini, diperkirakan klaim tunjangan pengangguran akan naik menjadi 205,000 klaim. Hasil rilis yang lebih rendah dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan USD.

 

Keterangan : Update kabar terakhir terkait indikator fundamental bisa diperoleh di Berita Forex Seputarforex.

Download Seputarforex App

Arsip Analisa By : Martin
298331
Penulis

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.