Advertisement

iklan

5-7 Desember 2022: Suku Bunga RBA, Non Manufaktur AS, GDP Australia

Penulis

+ -

Data berdampak hari ini adalah ISM Non Manufacturing PMI AS. Besok ada suku bunga dan statement RBA, dan lusa ada GDP Australia.

iklan

iklan

Senin, 5 Desember 2022

  • Jam 22:00 WIB: indeks ISM Non Manufacturing PMI AS bulan November 2022 (Berdampak tinggi pada USD).

Disebut juga dengan ISM Services PMI, indikator ini dirilis oleh Institute for Supply Management (ISM) yang khusus dibuat untuk AS. Di AS, indikator ini lebih berdampak dari indeks Services PMI dari Markit.

Data dibuat berdasarkan survei terhadap 400 purchasing manager di AS mengenai kondisi bisnis di luar sektor manufaktur untuk memperoleh gambaran prospek perekonomian AS ke depan. Angka rilis di atas 50.0 menunjukkan ekspansi di sektor jasa, sedangkan di bawah 50.0 menunjukkan terjadinya kontraksi.

5-7 Desember 2022: Suku Bunga RBA, Non

Bulan Oktober lalu, indeks ISM Non Manufacturing PMI merosot menjadi 54.4, lebih rendah dari perkiraan 55.5, dan merupakan yang terendah sejak Mei 2020 (ketika pandemi COVID-19 melanda AS). Indeks aktivitas bisnis, produksi, dan new orders turun, sementara supplier deliveries dan tenaga kerja mengalami kenaikan.

Untuk bulan November 2022, diperkirakan indeks akan kembali turun menjadi 53.5. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

 

Selasa, 6 Desember 2022

  • Jam 10:30 WIB: hasil meeting RBA: pengumuman suku bunga bulan Desember 2022 dan statement RBA (Berdampak tinggi pada AUD).

Suku bunga RBA diumumkan setiap bulan pada hari Selasa pertama kecuali pada bulan Januari. Keputusan untuk menentukan suku bunga dilakukan dengan konsensus antara para anggota dewan gubernur RBA.

Pada meeting terakhir tanggal 1 November lalu, RBA kembali menaikkan suku bunga sebesar 0.25% menjadi +2.85%, sesuai dengan perkiraan pasar. Level suku bunga ini adalah yang tertinggi sejak April 2013. Alasan utama kenaikan suku bunga masih pada tekanan inflasi.

5-7 Desember 2022: Suku Bunga RBA, Non

Anggota dewan menyebutkan bahwa kenaikan suku bunga lebih lanjut masih akan diperlukan karena inflasi di Australia terlalu tinggi. Inflasi tahun 2022 diperkirakan akan mencapai puncaknya sekitar 8.00%, naik dari perkiraan sebelumnya di 7.75%. Untuk tahun 2023, inflasi diestimasikan mencapai 4.75%, dan untuk tahun 2024 diproyeksikan tumbuh sedikit di atas 3.00%.

Para anggota dewan menegaskan kembali komitmen untuk melakukan apa yang diperlukan guna memastikan inflasi kembali ke target sambil memperhatikan prospek ekonomi global, pengeluaran rumah tangga, dan tingkat upah. Besaran kenaikan suku bunga dan waktunya akan dipandu oleh data ekonomi yang masuk.

Dengan inflasi kuartal ketiga 2022 yang mencapai 7.3% (rekor tertinggi dalam 32 tahun dan jauh melebihi target 2%-3%), maka untuk bulan Desember 2022 ini, RBA diperkirakan kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 0.25% menjadi +3.10%. Jika RBA menaikkan suku bunga acuan, maka diperkirakan AUD akan menguat. Statement untuk meeting hari ini bisa dibaca di sini.

 

Rabu, 7 Desember 2022

GDP menyatakan nilai total barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara dalam periode waktu tertentu, dan dinyatakan dalam persentase perubahan dibandingkan periode sebelumnya. Tidak seperti negara-negara mata uang utama lainnya yang merilis data GDP per kuartal 3 kali (Preliminary, Second Release, dan Final), Australia hanya merilis sekali per kuartal pada sekitar 65 hari setelah berakhirnya kuartal tersebut.

5-7 Desember 2022: Suku Bunga RBA, Non

GDP Australia mengalami pertumbuhan 0.9% quarter per quarter (q/q) pada kuartal kedua lalu, sesuai dengan perkiraan dan lebih tinggi dari kuartal sebelumnya yang tumbuh 0.7%. Sementara untuk basis quarter per year (q/y), perekonomian Australia mengalami pertumbuhan 3.6%, lebih tinggi dari kuartal sebelumnya yang tumbuh 3.3%.

Pertumbuhan GDP kuartal kedua 2022 disumbang oleh meningkatnya pengeluaran konsumen, investasi, dan ekspor. Sementara itu, pengeluaran pemerintah mengalami kontraksi.

Untuk kuartal ketiga tahun 2022, diperkirakan GDP Australia q/q akan mengalami pertumbuhan 0.6%, dan data q/y diperkirakan naik menjadi +6.3%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan AUD menguat.

 

Keterangan : Update kabar terakhir terkait indikator fundamental bisa diperoleh di Berita Forex Seputarforex.

Download Seputarforex App

Arsip Analisa By : Martin
298623
Penulis

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.