Advertisement

iklan

8-10 November 2022: Inflasi AS, China, Dan New Zealand

Penulis

+ -

Data berdampak hari ini adalah angka harapan inflasi Selandia Baru. Besok ada CPI dan PPI China, sementara lusa akan dirilis CPI dan Jobless Claims AS.

iklan

iklan

Selasa, 8 November 2022

  • Jam 09:00 WIB: angka harapan inflasi Selandia Baru kuartal keempat tahun 2022 (Berdampak medium pada NZD).

Indikator yang dirilis setiap kuartal oleh RBNZ ini menunjukkan harapan pelaku bisnis pada tingkat inflasi tahunan di Selandia Baru selama 2 tahun mendatang. Data dibuat berdasarkan survei terhadap 100 konsumen.

8-10 November 2022: Inflasi AS, China

Pada kuartal ketiga 2022 lalu, inflasi tahunan Selandia Baru diharapkan turun menjadi 3.07%, lebih rendah dari angka harapan kuartal sebelumnya yang 3.29%. Perkiraan ini juga menjadi yang terendah sepanjang tahun 2022. Untuk kuartal keempat tahun ini, inflasi diperkirakan turun menjadi 2.90%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan NZD.

 

Rabu, 9 November 2022

Indikator CPI mengukur perubahan harga barang dan jasa di tingkat konsumen yang lazim dibuat rujukan sebagai tingkat inflasi. Sementara itu, Producer Price Index (PPI) mengukur persentase perubahan harga barang dan jasa di tingkat produsen yang akan mempengaruhi inflasi di tingkat konsumen, karena kenaikan atau penurunan harga dari produsen pada akhirnya akan dibebankan ke konsumen.

Di China, yang berdampak tinggi adalah CPI total y/y (inflasi tahunan). Tingkat inflasi yang tinggi akan membuat bank sentral China menerapkan uang ketat. Mengingat China adalah partner dagang utama Australia dan Selandia Baru, kenaikan inflasi biasanya akan berdampak negatif pada AUD dan NZD. Sebaliknya, tingkat inflasi yang rendah akan berdampak positif pada kedua mata uang komoditi tersebut.

8-10 November 2022: Inflasi AS, China

Bulan September lalu, inflasi tahunan China naik menjadi 2.8%, sesuai perkiraan dan menjadi yang tertinggi sejak April 2020. Naiknya inflasi tahunan terutama disebabkan oleh peningkatan harga makanan, pakaian, biaya transportasi, komunikasi, pendidikan, dan harga rumah. Sementara dalam basis bulanan (m/m), inflasi konsumen naik 0.3%, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang turun 0.1% (atau -0.1%).

Di tingkat produsen, inflasi total y/y bulan September 2022 naik 0.9%, lebih rendah dari perkiraan naik 1.0%, dan merupakan yang terendah sejak Januari 2021.

Untuk bulan Oktober 2022, diperkirakan CPI total y/y akan turun menjadi 2.4%, CPI total m/m tetap 0.3%, dan PPI total y/y akan mengalami kontraksi 1.6% (atau -1.6%). Hasil rilis yang lebih rendah dari perkiraan akan berdampak positif pada AUD dan NZD.

 

Kamis, 10 November 2022

  • Jam 20:30 WIB: data CPI AS bulan Oktober 2022 (Berdampak tinggi pada USD).

Data inflasi ini dirilis oleh biro statistik tenaga kerja AS untuk mengukur persentase perubahan data CPI dibandingkan periode sebelumnya. CPI total dan CPI inti (Core CPI) yang tidak termasuk harga makanan dan energi dirilis secara bersamaan. Masing-masing dihitung dalam basis bulanan (month over month atau m/m) dan tahunan (year over year atau y/y).

The Fed memperhatikan data CPI total y/y dan CPI inti y/y sebagai acuan inflasi tahunan AS. Laju inflasi baik yang tahunan (y/y) maupun bulanan (m/m) selalu menjadi fokus pada setiap FOMC meeting, sehingga data inflasi setiap bulan akan menjadi salah satu pertimbangan penting bagi The Fed untuk memutuskan kenaikan suku bunga.

8-10 November 2022: Inflasi AS, China

Bulan September lalu, CPI total y/y kembali turun menjadi +8.2%, lebih tinggi dari perkiraan +8.1%, tetapi merupakan yang terendah sejak Februari lalu. CPI inti y/y naik menjadi +6.6%, lebih tinggi dari perkiraan +6.5%, dan merupakan yang tertinggi dalam 40 tahun terakhir. 

Naiknya inflasi tahunan terutama disebabkan oleh peningkatan harga gasoline hingga 18.2%, bahan bakar minyak yang naik 58.1%, listrik (+15.5%), kendaraan bermotor (+7.2%), harga makanan (+11.2%), dan sewa tempat tinggal (+6.6%).

Untuk basis bulanan (m/m), CPI total naik 0.4%, lebih tinggi dari perkiraan +0.2%, dan menjadi yang tertinggi dalam 3 bulan terakhir. Sementara CPI inti m/m tetap +0.6%, tertinggi dalam 3 bulan.

Untuk bulan Oktober 2022, diperkirakan CPI total y/y akan kembali turun menjadi +8.0%, CPI inti y/y diperkirakan turun menjadi +6.5%, CPI total m/m diperkirakan naik 0.6%, dan CPI inti m/m diperkirakan turun menjadi +0.5%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

 

  • Jam 20:30 WIB: data Jobless Claims AS per 4 November 2022 (Berdampak medium pada USD).

Jobless Claims mengukur jumlah klaim tunjangan pengangguran selama minggu lalu, dan merupakan data fundamental paling awal yang berhubungan dengan jumlah tenaga kerja. Data Jobless Claims juga indikator awal bagi pengeluaran konsumen yang akan mempengaruhi tingkat inflasi.

Ada 2 data yang diperhatikan, yaitu Initial Jobless Claims dan Continuing Jobless Claims. Initial Jobless Claims mengukur jumlah mereka yang baru pertama kali menerima tunjangan pengangguran dan lebih berdampak. Oleh karena itu, indikator Jobless Claims biasanya mengacu pada data Initial.

8-10 November 2022: Inflasi AS, China

Minggu lalu, Jobless Claims AS berkurang 1,000 menjadi 217,000 klaim, lebih rendah dari perkiraan 220,000 klaim. Sementara itu, klaim rata-rata dalam 4 minggu terakhir turun menjadi 218,750 klaim.

Untuk minggu ini, diperkirakan klaim tunjangan pengangguran akan naik menjadi 220,000 klaim. Hasil rilis yang lebih rendah dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan USD.

 

Keterangan : Update kabar terakhir terkait indikator fundamental bisa diperoleh di Berita Forex Seputarforex.

Download Seputarforex App

Arsip Analisa By : Martin
298504
Penulis

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.