Advertisement

iklan

8-9 April 2020: Notulen Meeting FOMC, GDP Dan Manufaktur Inggris

Data berdampak hari ini adalah Machinery Orders di Jepang. Besok ada notulen FOMC, GDP, output manufaktur dan industri Inggris, RBA Financial Stability Review, serta pidato Kuroda BoJ.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Rabu, 8 April 2020:

  • Jam 06:50 WIB: data Machinery Orders di Jepang bulan Februari 2020 (Berdampak rendah-medium pada JPY).

Machinery Orders mengukur persentase perubahan total pembelian mesin-mesin baru oleh perusahaan swasta di Jepang dalam kurun waktu sebulan. Data ini adalah indikator awal bagi output produksi sektor manufaktur, karena dengan membeli mesin baru, maka aktivitas manufaktur diperkirakan akan meningkat.

8-9 April 2020: Notulen Meeting FOMC,

Bulan Januari lalu, Machinery Orders naik 2.9, lebih tinggi dari perkiraan turun 1.0%, dan lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang melemah hingga 11.9%. Kenaikan tersebut disebabkan oleh meningkatnya pesanan mesin untuk pabrik pulp and paper, kimia, keramik, serta makanan dan minuman.

Untuk bulan Februari 2020, diperkirakan total pembelian mesin-mesin baru akan kembali turun 2.9% (atau -2.9%). Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan JPY.

 

Kamis, 9 April 2020:

  • OPEC Meetings
  • Jam 01:00 WIB: notulen meeting FOMC tanggal 3 dan 16 Maret 2020 (Berdampak tinggi pada USD).

Notulen meeting FOMC dirilis 8 kali per tahun, sekitar 3 minggu setelah pengumuman suku bunga The Fed. Data ini mengungkapkan hasil akhir voting dan opini para anggota FOMC pada saat meeting. Perbedaan hasil voting dan pernyataan para anggota komite akan berdampak pada USD.

8-9 April 2020: Notulen Meeting FOMC,

Dengan percepatan kasus Covid-19 di AS yang di luar dugaan, FOMC mengadakan pertemuan darurat hingga dua kali sepanjang bulan Maret 2020, yaitu pada tanggal 3 dan 16. Pertemuan darurat tersebut di luar jadwal meeting yang sedianya diadakan pada tanggal 18-19. Dengan demikian, meeting tanggal 18-19 Maret telah dibatalkan.

Pada pertemuan darurat 3 Maret 2020, FOMC mengumumkan penurunan suku bunga acuan sebesar 0.50% ke level +1.00% hingga +1.25%. Pertemuan dihadiri oleh seluruh anggota FOMC dan ketua The Fed Jerome Powell. Seusai meeting, Powell mengadakan konferensi pers.

Statement pertemuan menyebutkan bahwa fundamental ekonomi AS masih solid. Meski demikian, penyebaran wabah Covid-19 yang begitu cepat akan menimbulkan risiko pada perekonomian. Oleh karenanya, guna menjaga aktivitas ekonomi yang berkelanjutan, bank sentral perlu melakukan penyesuaian tingkat suku bunga. Pada konferensi pers, Powell mengatakan bahwa pemotongan suku bunga kali ini adalah sebagai tindakan darurat guna mengantisipasi risiko ekonomi akibat Covid-19. Akibat tindakan The Fed tersebut, indeks USD sempat merosot hingga ke level 96.98.

Selanjutnya, pada pertemuan darurat tanggal 16 Maret 2020, FOMC kembali menurunkan suku bunga acuan sebesar 100 basis poin ke level 0 hingga +0.25%, guna mendukung perekonomian AS dari ancaman krisis Covid-19. Langkah The Fed ini mendapat pujian dari Presiden Trump. Selain memangkas suku bunga acuan, The Fed juga mengumumkan program stimulus atau Quantitative Easing (QE) secara besar-besaran hingga mencapai USD700 miliar.

Statement FOMC untuk meeting tanggal 3 Maret 2020 bisa dibaca di sini, sementara untuk pertemuan tanggal 16 Maret bisa dibaca di sini. Notulen meeting bisa diunduh di sini. Jika opini dan pernyataan para anggota komite secara umum dianggap masih hawkish, maka USD akan cenderung menguat. Namun jika statement dianggap dovish, maka USD akan cenderung melemah.

 

  • Jam 07:30 WIB: pidato gubernur BoJ Haruhiko Kuroda (Berdampak tinggi pada JPY).

Kuroda dijadwalkan berbicara pada acara pertemuan BOJ branch di Tokyo. Isi pidato Kuroda bisa dibaca di sini.

 

  • Jam 08:30 WIB: RBA Financial Stability Review (Berdampak medium pada AUD).

Financial Stability Review ini dirilis oleh RBA dua kali dalam setahun, berisi mengenai perkiraan kestabilan harga dan kemungkinan angka inflasi sebagai pertimbangan dalam mengambil kebijakan di waktu mendatang. Jika hasil review dianggap hawkish, maka AUD akan cenderung menguat, begitu pula sebaliknya. Financial Stability Review paruh pertama tahun ini bisa dibaca di sini.

 

GDP dianggap sebagai ukuran pertumbuhan ekonomi suatu negara dan biasanya diumumkan per kuartal. Angka GDP menyatakan perubahan persentase nilai total barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara dalam periode waktu tertentu, yang dibandingkan dengan periode sebelumnya. Di Inggris, sektor yang menyumbang perubahan GDP adalah produksi, jasa, konstruksi, dan pertanian.

GDP Inggris dirilis oleh Office for National Statistics (ONS) 3 kali per kuartal, yaitu Preliminary, Second Estimate, dan Final. Masing-masing data dihitung dalam basis kuartalan (q/q) dan tahunan (q/y). Preliminary adalah rilis awal sehingga lebih berdampak. Namun jika pada Second Release dan Final terjadi perubahan, maka kedua laporan itu bisa berdampak tinggi juga.

Mulai bulan Juli 2018, ONS Inggris juga merilis data GDP bulanan disamping GDP per kuartal. Secara keseluruhan, yang berdampak tinggi biasanya adalah data q/q dan bulanan.

8-9 April 2020: Notulen Meeting FOMC,

GDP Inggris kuartal keempat tahun 2019 stagnan atau 0.0%, sesuai dengan perkiraan dan lebih rendah dari kuartal sebelumnya yang naik 0.5%. Dalam basis tahunan (q/y), pertumbuhan ekonomi naik 1.1%, terendah sejak kuartal pertama tahun 2018. Kenaikan disebabkan oleh meningkatnya pengeluaran pemerintah dan sektor perdagangan.

Untuk GDP bulan Januari, angka tercatat stagnan dan lebih rendah dari perkiraan naik 0.2%. Hasil tersebut juga lebih sedikit dari bulan sebelumnya yang mengalami kenaikan 0.3%.

Preliminary GDP kuartal pertama tahun 2020 akan dirilis pada 12 Mei mendatang. Sementara itu, GDP bulan Februari 2020 yang akan dirilis hari ini diperkirakan naik 0.1%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan GBP.

 

  • Jam 13:00 WIB: data Manufacturing Production dan Industrial Production Inggris bulan Februari 2020 (Berdampak medium pada GBP).

Data Manufacturing Production dan Industrial Production dirilis pada waktu bersamaan. Manufacturing Production atau Factory Production adalah leading indicator bagi laju perekonomian Inggris pada umumnya. Sektor yang sangat erat hubungannya dengan tenaga kerja, tingkat pendapatan, dan tingkat pengeluaran konsumen ini mempunyai porsi sekitar 80% dari total output produksi Inggris. Oleh karenanya, data ini lebih berdampak dari Industrial Production.

Bulan Januari lalu, output sektor manufaktur Inggris m/m naik 0.2%, sesuai dengan perkiraan, tetapi lebih rendah dari bulan sebelumnya yang naik 0.3%. Sementara untuk basis tahunan (y/y), data ini  turun 3.6% (atau -3.6%), lebih rendah dari perkiraan turun 3.5%, dan menjadi yang terendah sejak bulan Januari 2013.

8-9 April 2020: Notulen Meeting FOMC,
Sementara itu, sektor industri mencakup pertambangan serta jenis industri lain yang non-manufaktur. Rilis data berupa persentase perubahan dibandingkan bulan sebelumnya (month over month atau m/m) dan yang dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya (year over year atau y/y).

Pada periode sebelumnya, Industrial Production m/m turun 0.1%, lebih rendah dari perkiraan naik 0.3%, dan lebih rendah dari bulan sebelumnya yang naik 0.1% karena produksi gas dan listrik mengalami penurunan. Untuk basis tahunan (y/y), data ini turun 2.9%, terendah sejak Februari 2013.

8-9 April 2020: Notulen Meeting FOMC,

Untuk bulan Februari 2020, diperkirakan Manufacturing Production m/m akan kembali naik 0.2%, sementara y/y akan turun 4.0%. Industrial Production m/m diperkirakan naik 0.1%, sedangkan y/y akan kembali turun 2.9%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan GBP.

 

Keterangan: Update kabar terakhir terkait indikator fundamental bisa diperoleh di Berita Forex Seputarforex.

Arsip Analisa By : Martin
292567

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.