Advertisement

iklan

ACES Tumbuh Seiring Populasi Kelas Menengah

Badan Pusat Statistik melaporkan adanya perlambatan ekonomi dalam setahun terakhir. Namun, ACE Hardware Indonesia (kode saham ACES) tetap profit.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

ACE Hardware Indonesia Tbk (kode saham ACES) adalah emiten ritel yang berfokus pada penjualan produk Home Improvement dan produk Lifestyle Upgrade. Di semester I/2018, ACES melaporkan penjualan bersih sebesar Rp3,3 Triliun, lebih tinggi dibanding Rp2,7 Triliun yang diraih pada semester I/2017. Padahal Badan Pusat Statistik melaporkan adanya perlambatan ekonomi dan pelemahan daya beli yang menyebabkan turunnya pendapatan para emiten di sektor ritel, tetapi ACES menunjukkan perbedaan.

 

Kondisi Keuangan ACES

Pendapatan ACE Hardware Indonesia Tbk tetap tumbuh dari tahun ke tahun; walau agak melambat, namun tidak terkoreksi turun. Pada tahun 2017 saja ACES memiliki 144 gerai ACE Hardware di seluruh Indonesia plus 30 gerai Toys Kingdom. Posisi Keuangan ACES pun terbilang baik.

 

Posisi Keuangan ACES

Posisi Keuangan ACES

ACES Tumbuh Seiring Populasi Kelas

 

Dari tabel di atas, kita dapat melihat bahwa liabilitas ACES sangat mini dibandingkan dengan Aset-nya, sehingga menyisakan Ekuitas yang besar. Aset yang besar adalah ciri khas emiten ritel, karena pembeli dagangan toko ritel selalu melakukan transaksi secara cash; apabila belum laku terjual, maka barang disimpan sebagai persediaan untuk dikeluarkan di lain hari. Hal inilah yang membuat posisi keuangan ACES sangat sehat.

Begitupun dengan kemampuannya menghasilkan laba, ACES tergolong stabil meski di tengah persaingan yang begitu ketat dan situasi ekonomi yang kurang baik.

 

Margin Laba ACES

Marjin Laba Bersih ACES terbilang stabil di angka 12-13; demikian pula Marjin Laba Operasinya antara 15-16. Konsistensinya dalam menghasilkan laba yang membuat emiten ini menarik untuk investasi.

 

Pangsa Pasar ACES

ACE Hardware Indonesia Tbk menargetkan pangsa pasar Kelas Menengah yang terus bertumbuh di Indonesia seiring dengan semakin meratanya pendidikan dan pertumbuhan lapangan kerja. Semua itu memberikan lebih banyak kesempatan kepada orang Indonesia untuk meningkatkan gaya hidup dan menambah aktivitas belanja.

Selain dari laba, ACES juga melakukan efisiensi dari dalam dengan strategi MOM (Efisiensi biaya pada Merchandising, Operation dan Marketing), sehingga diharapkan ke depannya memberikan laba lebih besar lagi untuk perusahaan. Strategi MOM ini membuat Same Store Sales Growth naik 11,7% di 2017, Pertumbuhan penjualan pun naik 20,3%, meskipun target awal hanya berharap ada kenaikan 7-8% saja. Pertumbuhan melebihi harapan memberikan sentiment positif pada ACES.

Penulis optimis terhadap perusahaan ini karena Laporan Keuangannya terbilang sederhana, tidak banyak trik markup. Laba kotor terus meningkat. Walau arus kas operasi turun, tetapi masih terbilang wajar karena penurunan disebabkan oleh investasi ACES pada kinerja sumber daya manusianya; pelatihan diberikan kepada SDM yang ada.

Dengan laba 430.070.610.333 dan jumlah saham beredar sebesar 17.150.000.000, maka EPS-nya 25. Kini harga ACES 1470 per lembar saham, sehingga ACES berada pada PER 58.8x. Jika kita lihat dari PER, maka kita akan merasa ACES kemahalan; namun berdasarkan kesehatannya, kemampuannya mencetak laba, dividen rutin dibagikan dan prospek ke depan, maka penulis menilai ACES baik untuk investasi jangka panjang.

 

Simak juga ulasan-ulasan mengenai emiten lainnya, termasuk ELSA, BBCA, dan saham-saham grup Lippo berdasarkan perspektif fundamental di rubrik Analisa Fundamental Saham

Arsip Analisa By : Shanti Putri

Shanti Putri adalah seorang investor agresif mandiri yang merupakan mantan broker di sebuah sekuritas ternama, terutama berkecimpung di dunia saham. Dalam berinvestasi, Shanti melakukan analisa sebelum membeli dan melakukan Averaging selama fundamental masih berada di jalurnya. Sebuah kutipan dari Sun Tzu menjadi panduannya, 'Know yourself, know what you face then you will win in a thousand battles.'