OctaFx

iklan

Analisa Emas 15-19 April 2019: Retail Sales AS

288126

Minggu lalu, harga emas melemah tipis akibat data inflasi AS yang melebihi estimasi dan notulen FOMC yang dianggap lebih hawkish. Minggu ini Retail Sales AS akan menjadi katalis.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Analisa mingguan XAU/USD berikut ini dibuat berdasarkan harga penutupan pasar hingga akhir minggu lalu (12 April 2019), serta dimaksudkan sebagai acuan untuk trading jangka menengah dan panjang.

 

Tinjauan Fundamental

Setelah rally selama 3 hari berturut-turut dan menembus level psikologis USD1300 per troy ounce, harga logam mulia turun tajam dan ditutup pada level USD 1290.58 per troy ounce, atau melemah tipis 0.06% dari harga penutupan minggu sebelumnya.

Pelemahan yang terjadi pada hari Kamis minggu lalu disebabkan oleh rebound USD akibat notulen FOMC yang dianggap lebih hawkish dari perkiraan, dan data inflasi AS yang lebih tinggi dari estimasi. Dalam notulen meeting bulan lalu, The Fed menegaskan tidak ada kenaikan suku bunga sepanjang tahun ini, tapi juga menyatakan bahwa keputusan tersebut bisa berubah sesuai dengan data ekonomi di waktu mendatang.

Sementara itu, data CPI AS bulan Maret y/y dan m/m mengalami kenaikan masing-masing sebesar 1.9% dan 0.4%, lebih tinggi dari perkiraan 1.8% dan 0.3%. Dari sisi produsen, PPI y/y naik 2.2%, tertinggi dalam 3 bulan, dan laporan m/m naik 0.6%, tertinggi sejak Oktober 2018. Kenaikan laju inflasi akan memicu bank sentral untuk menyesuaikan suku bunga.

Data penting dari AS minggu ini adalah Retail Sales bulan Maret 2019 yang diperkirakan naik 0.9%. Dari survei yang dilakukan Kitco.com, pemain Wall Street berimbang; 38% memprediksi harga emas akan bullish, sedangkan 38% memilih bearish. Sementara itu, 53% pemain Main Street memperkirakan bullish, 30% bearish, dan 17% netral.

 

Tinjauan Teknikal

Analisa Emas 15-19 April


Chart Daily
:

Masih cenderung bearish:

  1. Membentuk pola head and shoulders.
  2. Harga masih bergerak di bawah garis resistance downtrend, sebagai kelanjutan dari divergensi bearish indikator RSI.
  3. Terbentuk bearish engulfing candle.
  4. Harga berada di bawah kurva middle band indikator Bollinger Bands.
  5. Kurva indikator RSI berada di bawah center line (level 50.0).

Dengan tidak menembus garis resistance downtrend, maka pola head and shoulders masih valid. Support kuat ada pada 50% Fibo Retracement dan kurva EMA 89. Jika ditembus, target berikutnya adalah 1276 (61.8% Fibo Retracement). Penurunan harga akan semakin kuat jika menembus neckline (sekitar level 1285).

Jika ingin konfirmasi, sell setelah kurva indikator MACD berada di bawah kurva sinyal (warna merah), dan garis histogram OSMA berada di bawah level 0.00.

 

Level Pivot mingguan : 1296.84

Resistance : 1295.00 ; 1302.97 (38.2% Fibo Retracement) ; 1310.35 ; 1316.85 ; 1324.40 ; 1332.44 ; 1346.60 ; 1351.66 ; 1363.27 ; 1376.43 ; 1382.18 ; 1391.61 ; 1407.29.

Support : 1282.50 ; 1276.00 (61.8% Fibo Retracement) ; 1265.58 ; 1259.55 (76.4% Fibo Retracement) ; 1250.00 ; 1242.50 ; 1232.80 ; 1225.70 ; 1218.45 ; 1211.80 ; 1205.00 ; 1196.18 ; 1185.00 ; 1171.80 ; 1160.05 ; 1146.00 ; 1136.60 ; 1122.63 ; 1113.40 ; 1097.33 ; 1076.98.

Indikator: Simple Moving Average (SMA) 200, EMA 89 ; Bollinger Bands (20,2) ; MACD (12,26,9) ; OSMA ; RSI (14).

Fibonacci Retracement:

  • Titik Swing Low: 1232.81 (harga terendah 14 Desember 2018).
  • Titik Swing High: 1346.61 (harga tertinggi 20 Februari 2019).
Arsip Analisa By : Martin

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.