Analisa Emas 17-21 September 2018

285310

Minggu lalu, harga emas kembali terkoreksi akibat belum tercapainya kesepakatan dagang AS-China dan membaiknya data AS. Secara teknikal, emas masih cenderung bearish.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Analisa mingguan XAU/USD berikut ini dibuat berdasarkan harga penutupan pasar hingga akhir minggu lalu (14 September 2018), serta dimaksudkan sebagai acuan untuk trading jangka menengah dan panjang.

 

Tinjauan Fundamental

Harga logam mulia kembali terkoreksi tipis dan ditutup pada level USD 1193.39 per Troy Ounce minggu lalu, atau melemah sekitar 0.2% dibandingkan penutupan minggu sebelumnya yang 1195.81. Sempat menguat hingga menembus level 1200 akibat harapan akan tercapainya kesepakatan NAFTA dan renegosiasi perdagangan AS-China, penguatan emas tertahan pada level 1212 (50% Fibo retracement), lalu kembali bergerak di bawah 1200.

Belum tercapainya kesepakatan dagang dengan China dan membaiknya data ekonomi AS menyebabkan investor melepas emas. Data penjualan ritel AS bulan Agustus memang di bawah perkiraan, tetapi ada revisi naik pada data bulan sebelumnya dan 3 bulan ke belakang. Selain itu, indeks kepercayaan konsumen bulan September melonjak ke angka +100.8, lebih tinggi dari perkiraan 96.7, dan menjadi yang tertinggi dalam 6 bulan terakhir. Indeks USD pun kembali naik di sesi New York dan menyentuh level psikologis 95.

Analis dari Saxo Bank memperkirakan, harga logam mulia masih akan cenderung bergerak sideways, paling tidak hingga FOMC meeting akhir bulan ini. Tidak ada data atau peristiwa penting dari AS minggu ini. Jika berlanjut melemah, support kuat XAU/USD ada pada level 1185 hingga 1172. Sementara jika menguat, resistance kuat ada pada level 1200 hingga 1212. Secara teknikal, dalam jangka menengah-panjang emas masih cenderung bearish.

 

Tinjauan Teknikal


Analisa Emas 17-21 September
klik gambar untuk memperbesar

Chart Daily: cenderung bearish setelah gagal menembus resistance 50% Fibo Retracement dan kurva EMA 34:

Price Action:

  1. Terbentuk pola candle evening star yang menunjukkan kemungkinan pergerakan bearish.
  2. Terbentuk pola double top pada resistance 50% Fibo Retracement (level 1212.71).

Indikator teknikal:

  1. Harga menembus kurva middle band indikator Bollinger Bands dan bergerak di bawahnya.
  2. Kurva indikator RSI kembali gagal menembus center line (level 50.0), dan masih berada di bawahnya.
  3. Garis histogram indikator ADX berganti warna merah yang menunjukkan sentimen bearish.

Jika ingin konfirmasi, sell jika kurva indikator MACD telah berada di bawah kurva sinyal (warna merah), dan garis histogram OSMA berada di bawah level 0.00.

Level Pivot mingguan : 1197.83

Resistance : 1200.17 (level 38.2% Fibonacci Retracement) ; 1212.71 (50% Fibonacci Retracement) ; 1225.26 (61.8% Fibonacci Retracement) ; 1235.10 ; 1240.50 (76.4% Fibonacci Retracement) ; 1255.50 ; 1265.80 ; 1275.30 ; 1281.96 ; 1289.22 ; 1300.90 ; 1309.19 ; 1316.00 ; 1325.00 ; 1335.00 ; 1345.00 ; 1355.00 ; 1361.63 ; 1365.95 ; 1375.10 ; 1392.04 ; 1416.29 ; 1433.70.

Support : 1185.00 (23.6% Fibonacci Retracement) ; 1172.40 ; 1160.05 ; 1146.00 ; 1136.60 ; 1122.63 ; 1113.40 ; 1097.33 ; 1076.98.

Indikator: Simple Moving Average (SMA) 200 dan EMA 34 ; Bollinger Bands (20,2) ; MACD (12,26,9) ; OSMA ; RSI (14) ; ADX (14).

Fibonacci Retracement:
Titik Swing High: 1265.80 (harga tertinggi 9 Juli 2018).
Titik Swing Low: 1160.05 (harga terendah 16 Agustus 2018).

Arsip Analisa By : Martin

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.