OctaFx

iklan

Analisa Emas 22-26 Oktober 2018: Kasus Khashoggi Dan GDP AS

Harga emas sideways dengan kecenderungan masih menguat. Yang bisa mempengaruhi harga emas minggu ini adalah perkembangan kasus Khashoggi dan data Advance GDP AS.

Xm

iklan

Advertisement

iklan

Analisa mingguan XAU/USD berikut ini dibuat berdasarkan harga penutupan pasar hingga akhir minggu lalu (19 Oktober 2018), serta dimaksudkan sebagai acuan untuk trading jangka menengah dan panjang.

 

Tinjauan Fundamental

Minggu lalu, harga emas bergerak sideways sebelum ditutup pada level 1226.35, menguat 0.7% dibandingkan penutupan minggu sebelumnya. Level ini masih yang tertinggi dalam 3 bulan terakhir. Logam mulia sempat melemah hingga level 1218.54 pasca rilis notulen meeting FOMC September yang dianggap hawkish, tetapi kembali menguat oleh faktor ketegangan geopolitik yang dipicu oleh kasus hilangnya Jamal Khashoggi, jurnalis Washington Post asal Arab Saudi.

Isi notulen FOMC tidak jauh dari perkiraan pasar, dan tidak ada kejutan yang menyebabkan US Dollar menguat tajam. The Fed tetap pada rencana kenaikan suku bunga yang berkelanjutan, sesuai dengan target yang telah ditetapkan pada meeting sebelumnya. Kenaikan suku bunga akan sejalan dengan berlanjutnya ekspansi ekonomi, yaitu pasar tenaga kerja yang kuat dan inflasi pada kisaran 2%.

Kondisi tersebut telah dimaklumi dan sering dinyatakan pejabat The Fed, sehingga tidak berdampak signifikan. Yang lebih berdampak pada safe haven adalah ketegangan antara negara-negara barat (AS dan Eropa) dengan Arab Saudi, terkait kasus hilangnya jurnalis Jamal Khashoggi.

Selain perkembangan kasus Khashoggi, minggu ini juga akan dirilis data Advance GDP AS yang berdampak tinggi pada USD. Diperkirakan, pertumbuhan ekonomi AS kuartal ketiga tahun ini akan slow down ke +3.3% dibandingkan kuartal sebelumnya yang +4.2%. Secara teknikal, emas masih cenderung menguat dengan resistance pada level 1235-1245.

 

Tinjauan Teknikal


Analisa Emas 22-26 Oktober

Chart Daily
:

Emas bergerak sideways antara level 1216 hingga 1230, dengan kecenderungan masih bullish:

  1. Harga berada dekat kurva upper band indikator Bollinger Bands, dan titik indikator Parabolic SAR masih berada di bawah bar candlestick.
  2. Kurva indikator MACD masih berada di atas kurva sinyal (warna merah), dan garis histogram OSMA berada di atas level 0.00.
  3. Kurva indikator RSI berada di atas center line (level 50.0).
  4. Garis histogram indikator ADX berwarna hijau yang menunjukkan sentimen bullish.

Resistance kuat ada pada kurva ema 100 hingga level 1230-1245.

Level Pivot mingguan : 1225.40

Resistance : 1230.00 ; 1234.50 (level 50% Fibonacci Retracement) ; 1245.00 ; 1252.20 (61.8% Fibonacci Retracement) ; 1265.80 ; 1273.78 (76.4% Fibonacci Retracement) ; 1281.96 ; 1289.22 ; 1300.90 ; 1309.19 ; 1316.00 ; 1325.00 ; 1335.00 ; 1345.00 ; 1355.00 ; 1361.63 ; 1365.95 ; 1375.10 ; 1392.04 ; 1416.29 ; 1433.70.

Support : 1216.81 (38.2% Fibonacci Retracement) ; 1208.00 ; 1195.23 (23.6% Fibonacci Retracement) ; 1185.00 ; 1171.80 ; 1160.05 ; 1146.00 ; 1136.60 ; 1122.63 ; 1113.40 ; 1097.33 ; 1076.98.

Indikator: Simple Moving Average (SMA) 200 dan EMA 100 ; Bollinger Bands (20,2) ; Parabolic SAR (0.02, 0.2) ; MACD (12,26,9) ; OSMA ; RSI (14) ; ADX (14).

Fibonacci Retracement :

  • Titik Swing High : 1309.19 (harga tertinggi 14 Juni 2018).
  • Titik Swing Low  : 1160.05 (harga terendah 16 Agustus 2018).
Arsip Analisa By : Martin

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.