Analisa Emas 23-27 Juli 2018

284534

Rilis GDP AS dan dampak kritik Trump untuk The Fed akan mewarnai harga emas minggu ini. Secara teknikal, emas masih cenderung bearish karena bergerak dalam Channel Downtrend.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Tinjauan Fundamental

Setelah melemah hingga 1211.31 atau level terendahnya setahun, harga emas menguat terbatas akhir pekan lalu, menyusul pernyataan presiden AS Donald Trump yang mengkritik agenda kenaikan suku bunga The Fed. Pelemahan Greenback diperparah dengan pernyataan Trump berikutnya, yang akan segera memberlakukan tarif impor terhadap semua produk China hingga mencapai USD500 miliar. Indeks USD merosot hingga level 94.36, terendah dalam 4 hari.

Namun demikian, analis memperkirakan dampak pelemahan USD atas kritik Trump terhadap The Fed tersebut hanya akan bersifat sementara, selama The Fed tetap pada rencananya. Seperti diketahui, independensi The Fed tidak bisa diganggu gugat dan tidak bisa diintervensi oleh pemerintah AS.

Perkembangan dampak pernyataan Trump masih akan mewarnai pergerakan harga emas minggu ini, di samping data awal (Advance) GDP AS kuartal kedua. Advance GDP diperkirakan melonjak ke +4.1% dibandingkan data Final kuartal pertama yang +2.0%. Jika berlanjut menguat, resistance kuat XAU/USD ada pada level 1249 hingga 1255, sedangkan jika melemah, support kuat masih pada level 1204 yang terjadi bulan Juli tahun lalu.



Tinjauan Teknikal


Analisa Emas 23-27 Juli
klik gambar untuk memperbesar

 

Chart Daily:

Secara keseluruhan, harga emas masih bergerak di dalam Channel Downtrend (cenderung bearish) setelah gagal menembus kurva resistance SMA 200. Dalam jangka pendek, kemungkinan terjadi koreksi bullish setelah Pin Bar yang terbentuk pada 19 Juli terkonfirmasi. Jika terjadi koreksi, resistance kuat ada pada level 1249 hingga 1255.

Dalam jangka menengah-panjang, harga masih cenderung bearish, didukung oleh:

  1. Harga yang berada dekat kurva lower band indikator Bollinger Bands dan di bawah kurva resistance EMA 21.
  2. Titik indikator Parabolic SAR yang masih berada di atas bar candlestick.
  3. Kurva indikator MACD yang masih berada di bawah kurva sinyal (warna merah), dan garis histogram OSMA di bawah level 0.00.
  4. Garis histogram indikator ADX yang berwarna merah dan berada di atas level 25, menunjukkan sentimen bearish yang masih kuat.

Level Pivot mingguan : 1229.42

Resistance : 1238.17 (level 38.2% Fibonacci Expansion) ; 1248.95 (23.6% Fibonacci Expansion) ; 1255.50 ; 1265.80 ; 1275.30 ; 1281.96 ; 1289.22 ; 1300.90 ; 1309.19 ; 1316.00 ; 1325.00 ; 1335.00 ; 1345.00 ; 1355.00 ; 1361.63 ; 1365.95 ; 1375.10 ; 1392.04 ; 1416.29 ; 1433.70.

Support : 1221.35 (61.8% Fibonacci Expansion) ; 1211.01 (76.4% Fibonacci Expansion) ; 1204.76 ; 1194.19 (100% Fibonacci Expansion) ; 1177.48 (123.6% Fibonacci Expansion) ; 1167.09 (138.2% Fibonacci Expansion) ; 1158.66 (150% Fibonacci Expansion) ; 1149.66 (161.8% Fibonacci Expansion) ; 1142.63.

Indikator: Simple Moving Average (SMA) 200 dan EMA 21 ; Bollinger Bands (20,2) ; Parabolic SAR (0.02, 0.2) ; MACD (12,26,9) ; OSMA ; ADX (14).

Fibonacci Expansion :
Titik 1 : 1309.19 (harga tertinggi 14 Juni 2018).
Titik 2 : 1237.81 (harga terendah 3 Juli 2018).
Titik 3 : 1265.80 (harga tertinggi 9 Juli 2018).

Arsip Analisa By : Martin

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.