Advertisement

iklan

Analisa Emas 24-28 September 2018: FOMC Meeting Dan GDP AS

Secara umum, pergerakan harga emas selama 5 minggu terakhir masih sideways di sekitar USD1,200. Untuk minggu ini, irama emas akan ditentukan oleh FOMC dan pernyataan Powell.

Xm

iklan

Advertisement

iklan

Analisa mingguan XAU/USD berikut ini dibuat berdasarkan harga penutupan pasar hingga akhir minggu lalu (21 September 2018), serta dimaksudkan sebagai acuan untuk trading jangka menengah dan panjang.

 

Tinjauan Fundamental

Harga emas kembali merosot di akhir pekan lalu, setelah Indeks Dolar kembali menguat dan ditutup di atas level 94. Secara umum, pergerakan harga emas selama 5 minggu terakhir masih sideways di sekitar level psikologis USD1,200 per Troy Ounce.

Untuk minggu ini, arah pergerakan harga logam mulia akan ditentukan oleh hasil meeting FOMC, yang diperkirakan akan kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 0.25% ke +2.25%. Kemungkinan kenaikan tersebut sudah di-discount pasar. Investor akan fokus pada Statement yang dirilis seusai meeting, dan pernyataan ketua Jerome Powell pada konferensi pers. Perhatian terutama pada proyeksi kenaikan suku bunga (dot plot) untuk tahun depan, dan sikap The Fed terhadap risiko perang dagang yang belum juga usai.

Analis dari Goldman Sachs dan Standard Chartered memperkirakan harga emas akan rebound (bullish) pasca kenaikan suku bunga The Fed, sementara beberapa analis lainnya memprediksi emas akan bergerak sideways dengan kecenderungan bearish. Jika FOMC hawkish, diperkirakan harga emas akan turun hingga kisaran level USD1180 per Troy Ounce, sementara jika dovish, diperkirakan akan berada di kisaran 1220. Di samping FOMC, ada rilis data Final GDP AS kuartal kedua yang juga berdampak tinggi.

 

Tinjauan Teknikal


Analisa Emas 24-28 September 2018: FOMC
klik gambar untuk memperbesar

Chart Daily: pola candle evening star yang terjadi minggu lalu tidak terkonfirmasi, sehingga harga bergerak bullish. Namun, harga kembali cenderung bearish setelah gagal menembus level double top 50% Fibo Retracement, dan membentuk bearish engulfing candle pada 21 September:

  1. Harga berada di bawah kurva middle band indikator Bollinger Bands.
  2. Kurva indikator RSI berada di bawah center line (level 50.0).
  3. Garis histogram indikator ADX berganti warna merah, menunjukkan sentimen bearish.

Untuk konfirmasi, sell jika kurva indikator MACD telah berada di bawah kurva sinyal (warna merah), dan garis histogram OSMA berada di bawah level 0.00.

Level Pivot mingguan : 1200.56

Resistance : 1200.17 (level 38.2% Fibonacci Retracement) ; 1212.71 (50% Fibonacci Retracement) ; 1225.26 (61.8% Fibonacci Retracement) ; 1235.10 ; 1240.50 (76.4% Fibonacci Retracement) ; 1255.50 ; 1265.80 ; 1275.30 ; 1281.96 ; 1289.22 ; 1300.90 ; 1309.19 ; 1316.00 ; 1325.00 ; 1335.00 ; 1345.00 ; 1355.00 ; 1361.63 ; 1365.95 ; 1375.10 ; 1392.04 ; 1416.29 ; 1433.70.

Support : 1193.00 ; 1185.00 (23.6% Fibonacci Retracement) ; 1172.40 ; 1160.05 ; 1146.00 ; 1136.60 ; 1122.63 ; 1113.40 ; 1097.33 ; 1076.98.

Indikator: Simple Moving Average (SMA) 200 dan EMA 34 ; Bollinger Bands (20,2) ; MACD (12,26,9) ; OSMA ; RSI (14) ; ADX (14).

Fibonacci Retracement :
Titik Swing High : 1265.80 (harga tertinggi 9 Juli 2018).
Titik Swing Low  : 1160.05 (harga terendah 16 Agustus 2018).

Arsip Analisa By : Martin

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.