Analisa Emas 2-6 Juli 2018: Perang Dagang, Notulen FOMC, Tenaga Kerja AS

Secara fundamental, harga emas diperkirakan cenderung bearish. Sementara dalam pandangan teknikal, emas masih cenderung bearish dalam jangka menengah-panjang.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Analisa mingguan XAU/USD berikut ini dibuat berdasarkan harga penutupan pasar hingga akhir minggu lalu (29 Juni 2018), dan dimaksudkan sebagai acuan untuk trading jangka menengah dan panjang.

 

Tinjauan Fundamental

Jika rencana kenaikan suku bunga The Fed yang agresif dikatakan berita basi, maka kenaikan tarif impor logam oleh AS telah merontokkan harga berbagai jenis logam termasuk emas. Harga emas merosot seiring dengan turunnya harga kontrak berjangka alumunium, timah, dan tembaga.

Tensi perang dagang yang semakin tinggi akhir-akhir ini diperkirakan masih akan menekan harga logam mulia. Minggu ini akan dirilis notulen meeting FOMC dan data tenaga kerja AS. Notulen FOMC diperkirakan hawkish, sementara data Non Farm Payrolls, upah, dan pengangguran diperkirakan tidak mengalami perubahan signifikan. Secara fundamental, harga emas diperkirakan masih akan cenderung bearish. Jika terus turun, support kuat XAU/USD ada pada level 1236 yang tercapai pada bulan Desember tahun lalu.

Data berdampak dari AS minggu ini: Non Farm Payrolls, upah rata-rata, notulen meeting FOMC, ADP Non Farm, ISM Manufacturing dan Non Manufacturing.

 

Tinjauan Teknikal


Analisa Emas 2-6 Juli 2018: Perang
klik gambar untuk memperbesar

Chart Daily:

Dalam jangka menengah-panjang, emas masih cenderung bearish. Dalam jangka pendek, kemungkinan terjadi koreksi (bullish) setelah terbentuk pola candle tweezer bottom. Jika terjadi koreksi, batas resistance ada di sekitar level 1277, yaitu 50% Fibo Retracement antara level tertinggi 14 Juni (1309.19) dan level terendah 28 Juni (1245.82).

Kecenderungan yang masih bearish ini didukung oleh:

  1. Harga yang berada dekat kurva lower band indikator Bollinger Bands dan di bawah kurva resistance EMA 21.
  2. Titik indikator Parabolic SAR yang masih berada di atas bar candlestick.
  3. Kurva indikator MACD berada di bawah kurva sinyal (warna merah), dan garis histogram OSMA berada di bawah level 0.00.
  4. Garis histogram indikator ADX berwarna merah dan berada di atas level 25, menunjukkan sentimen bearish yang masih kuat.

Level Pivot mingguan : 1257.00

Resistance : 1255.50 ; 1261.19 ; 1267.88 (level 50% Fibonacci Expansion) ; 1275.30 ; 1281.96 ; 1289.60 (23.6% Fibonacci Expansion) ; 1300.90 ; 1309.19 ; 1316.00 ; 1325.00 ; 1335.00 ; 1345.00 ; 1355.00 ; 1361.63 ; 1365.95 ; 1375.10 ; 1392.04 ; 1416.29 ; 1433.70.

Support : 1246.09 (76.4% Fibonacci Expansion) ; 1236.40 ; 1226.56 (100% Fibonacci Expansion) ; 1206.75 (123.6% Fibonacci Expansion) ; 1194.74 (138.2% Fibonacci Expansion) ; 1185.27 (150% Fibonacci Expansion) ; 1175.27 (161.8% Fibonacci Expansion) ; 1163.13 ; 1142.63.

Indikator: Simple Moving Average (SMA) 200 dan EMA 21 ; Bollinger Bands (20,2) ; Parabolic SAR (0.02, 0.2) ; MACD (12,26,9) ; OSMA ; ADX (14).

Fibonacci Expansion :
Titik 1 : 1365.10 (harga tertinggi 11 April 2018).
Titik 2 : 1281.96 (harga terendah 21 Mei 2018).
Titik 3 : 1309.19 (harga tertinggi 14 Juni 2018).

Arsip Analisa By : Martin

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.