Advertisement

iklan

Analisa Emas 29 Oktober-2 November 2018

285920

Harga emas berlanjut bullish menyusul anjloknya pasar saham AS dan berbagai sentimen negatif di pasar finansial. Minggu ini, harga emas akan dipengaruhi oleh data tenaga kerja AS.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Analisa mingguan XAU/USD berikut ini dibuat berdasarkan harga penutupan pasar hingga akhir minggu lalu (26 Oktober 2018), serta dimaksudkan sebagai acuan untuk trading jangka menengah dan panjang.

 

Tinjauan Fundamental

Harga emas berlanjut bullish menyusul merosotnya pasar saham AS, mengabaikan kenaikan Indeks Dolar AS. Indeks harga saham di bursa utama AS, yaitu Dow Jones, Nasdaq, dan S&P500, turun signifikan sepanjang minggu lalu. Merosotnya pasar saham juga diikuti oleh turunnya yield obligasi pemerintah AS, sehingga investor lebih memilih aset safe haven seperti logam mulia.

Berbagai sentimen negatif yang membayangi pasar ikut mendukung laju kenaikan harga emas, mulai dari perang dagang AS-China yang belum juga usai, masalah fiskal Italia yang menyebabkan konflik dengan Uni Eropa, serta ketegangan antara AS dan Eropa dengan Arab Saudi. Harga emas sempat menyentuh USD1243 per troy ounce minggu lalu, tertinggi dalam 3 bulan terakhir.

Analis memperkirakan emas masih akan cenderung bullish minggu ini, hingga rilis data tenaga kerja AS akhir pekan nanti. Jika Non Farm Payrolls (NFP) Oktober dan upah rata-rata per jam di atas perkiraan pasar, maka kemungkinan rally  emas akan terhenti. Data NFP dan tingkat upah bulan Oktober akan digunakan The Fed sebagai pertimbangan penting untuk mengkonfirmasi kenaikan suku bunga bulan Desember. GDP awal kuartal ketiga yang tumbuh 3.5%, lebih tinggi dari konsensus +3.3%, juga diperkirakan akan mendukung rencana kenaikan suku bunga The Fed.

 

Tinjauan Teknikal

Analisa Emas 29 Oktober - 2 November

 

Chart Daily:

XAU/USD masih cenderung bullish setelah break garis resistance pola segitiga:

  1. Harga berada di atas kurva middle band indikator Bollinger Bands, dan titik indikator Parabolic SAR masih berada di bawah bar candlestick.
  2. Kurva indikator MACD masih berada di atas kurva sinyal (warna merah), dan garis histogram OSMA berada di atas level 0.00.
  3. Kurva indikator RSI berada di atas center line (level 50.0).
  4. Garis histogram indikator ADX berwarna hijau dan berada di atas level 25, menunjukkan sentimen bullish yang masih kuat.

Resistance kuat pada level 1243 hingga 1252, support kuat pada kurva EMA 100 hingga level 1220.

Level Pivot mingguan : 1232.27

Resistance : 1243.00 ; 1252.20 (61.8% Fibonacci Retracement) ; 1265.80 ; 1273.78 (76.4% Fibonacci Retracement) ; 1281.96 ; 1289.22 ; 1300.90 ; 1309.19 ; 1316.00 ; 1325.00 ; 1335.00 ; 1345.00 ; 1355.00 ; 1361.63 ; 1365.95 ; 1375.10 ; 1392.04 ; 1416.29 ; 1433.70.

Support : 1228.00 ; 1220.00 ; 1208.00 ; 1195.23 (23.6% Fibonacci Retracement) ; 1185.00 ; 1171.80 ; 1160.05 ; 1146.00 ; 1136.60 ; 1122.63 ; 1113.40 ; 1097.33 ; 1076.98.

Indikator: Simple Moving Average (SMA) 200 dan EMA 100 ; Bollinger Bands (20,2) ; Parabolic SAR (0.02, 0.2) ; MACD (12,26,9) ; OSMA ; RSI (14) ; ADX (14).

Fibonacci Retracement :

  • Titik Swing High : 1309.19 (harga tertinggi 14 Juni 2018).
  • Titik Swing Low  : 1160.05 (harga terendah 16 Agustus 2018).
Arsip Analisa By : Martin

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.