Analisa Emas 30 Juli - 3 Agustus 2018: Statement FOMC Dan NFP AS

Meski Dolar melemah, emas tak mampu menguat di pekan lalu. Outlook teknikal minggu ini pun tak jauh berbeda, meski dalam jangka menengah-panjang ada peluang bearish lanjutan.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Analisa mingguan XAU/USD berikut ini dibuat berdasarkan harga penutupan pasar hingga akhir minggu lalu (27 Juli 2018), dan dimaksudkan sebagai acuan untuk trading jangka menengah dan panjang.

 

Tinjauan Fundamental

Minggu lalu, XAU/USD bergerak sideways di kisaran harga 1217 hingga 1235. Pelemahan indeks USD akibat aksi profit-taking pasca komentar presiden Trump mengenai penguatan USD dan kenaikan suku bunga The Fed, tidak membuat harga emas menguat lebih jauh.Rilis data GDP AS kuartal kedua akhir pekan lalu juga tidak direspon logam mulia ini; emas masih bertahan pada level rendah meski USD melemah.

Minggu ini, pergerakan harga logam mulia akan dipengaruhi oleh statement FOMC dan data tenaga kerja AS (Non Farm Payrolls dan upah rata-rata). The Fed diperkirakan belum akan menaikkan suku bunganya bulan ini, sehingga pelaku pasar akan mencermati statement yang dirilis seusai meeting, terutama respon FOMC terhadap kritikan presiden Trump mengenai kenaikan suku bunga dan penguatan USD beberapa waktu lalu.

Jika menguat, resistance kuat XAU/USD ada pada level 1249 hingga 1255. Sedangkan jika melemah, support kuat masih pada level 1204 yang terjadi bulan Juli tahun lalu.

 

Tinjauan Teknikal


Analisa Emas 30 Juli - 3 Agustus 2018:
klik gambar untuk memperbesar

Chart Daily: Emas sedang bergerak sideways, dengan kemungkinan terjadi koreksi bullish:

  1. Terjadi divergensi bullish indikator RSI.
  2. Saat bergerak sideways, kurva indikator RSI berada pada area oversold.
  3. Kurva indikator MACD berada di atas kurva sinyal (warna merah), dan garis histogram OSMA berada di atas level 0.00.

Jika terjadi koreksi, resistance kuat adalah kurva EMA 21 dan level 1249 hingga 1255.

Dalam jangka menengah-panjang, harga emas masih cenderung bearish, didukung oleh:

  1. Harga yang masih bergerak di dalam Downtrend Channel dan berada dekat kurva lower band indikator Bollinger Bands.
  2. Titik indikator Parabolic SAR yang masih berada di atas bar candlestick.
  3. Garis histogram indikator ADX yang berwarna merah dan berada di atas level 25, menunjukkan sentimen bearish yang masih kuat.

Level Pivot mingguan : 1225.10

Resistance : 1235.10 ; 1248.95 (23.6% Fibonacci Expansion) ; 1255.50 ; 1265.80 ; 1275.30 ; 1281.96 ; 1289.22 ; 1300.90 ; 1309.19 ; 1316.00 ; 1325.00 ; 1335.00 ; 1345.00 ; 1355.00 ; 1361.63 ; 1365.95 ; 1375.10 ; 1392.04 ; 1416.29 ; 1433.70.

Support : 1211.01 (76.4% Fibonacci Expansion) ; 1204.76 ; 1194.19 (100% Fibonacci Expansion) ; 1177.48 (123.6% Fibonacci Expansion) ; 1167.09 (138.2% Fibonacci Expansion) ; 1158.66 (150% Fibonacci Expansion) ; 1149.66 (161.8% Fibonacci Expansion) ; 1142.63.

Indikator: Simple Moving Average (SMA) 200 dan EMA 21 ; Bollinger Bands (20,2) ; Parabolic SAR (0.02, 0.2) ; MACD (12,26,9) ; OSMA ; RSI (14) ; ADX (14).

Fibonacci Expansion :
Titik 1 : 1309.19 (harga tertinggi 14 Juni 2018).
Titik 2 : 1237.81 (harga terendah 3 Juli 2018).
Titik 3 : 1265.80 (harga tertinggi 9 Juli 2018).

Arsip Analisa By : Martin

Bagaimana reaksi Anda tentang analisa ini?

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.