Analisa Emas 4 - 8 Juni 2018

Jika minggu ini kecamuk Trade War semakin memanas, bisa saja terjadi risk aversion yang menyebabkan harga emas menguat. Namun secara teknikal, harga emas cenderung bearish.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Analisa mingguan XAU/USD berikut ini dibuat berdasarkan harga penutupan pasar hingga akhir minggu lalu (1 Juni 2018), dan dimaksudkan sebagai acuan untuk trading jangka menengah dan panjang.

 

Tinjauan Fundamental

Minggu lalu, emas bergerak sideways di antara level 1292 hingga 1306, dan ditutup pada 1293.25; melemah tipis dibandingkan penutupan minggu lalu yang 1300.62. Bagusnya data tenaga kerja AS bulan Mei tidak serta merta menyebabkan emas melemah tajam, karena isu perang dagang kembali merebak. Setelah AS versus China, kini giliran AS versus Uni Eropa dan Kanada. Minggu lalu, menteri perdagangan AS Wilbur Ross mengatakan bahwa kenaikan tarif impor baja sebesar 25% dan 10% untuk aluminium Uni Eropa, Kanada, dan Meksiko akan berlaku efektif 1 Juni.

Pada bulan Maret lalu, presiden Trump telah mengumumkan untuk mengenakan tarif tersebut, tetapi pemberlakuannya ditangguhkan hingga 1 Juni. Uni Eropa telah membawa kasus ini ke World Trade Organitation (WTO) atau organisasi perdagangan dunia, dan mengajukan permintaan untuk konsultasi dengan AS mengenai tarif baja dan aluminium yang telah diumumkan. Selain itu, negara-negara Uni Eropa dan Kanada siap membalas AS dengan mengenakan tarif bea masuk tinggi pada produk AS.

Jika minggu ini kecamuk trade war semakin memanas, bisa saja terjadi risk aversion yang menyebabkan harga emas menguat. Tidak ada rilis data penting dari AS minggu ini.

 

Tinjauan Teknikal


Analisa Emas 4 - 8 Juni
klik gambar untuk memperbesar

 

 

Chart Daily: Harga gagal menembus kurva SMA 200, pergerakan harga pun cenderung bearish. Kecenderungan ini juga didukung oleh terbentuknya pola candle Evening Star dan beberapa faktor lainnya, yang meliputi:

  1. Harga masih bergerak di bawah garis resistance Downtrend dan di bawah kurva resistance EMA 21.
  2. Harga gagal menembus kurva middle band indikator Bollinger Bands, dan bergerak di bawahnya.
  3. Titik indikator Parabolic SAR masih berada di atas bar candlestick.
  4. Kurva indikator RSI masih berada di bawah center line (level 50.0).
  5. Garis histogram indikator ADX berganti warna merah yang menunjukkan sentimen bearish.

Jika ingin konfirmasi, sell jika kurva indikator MACD telah berada di bawah kurva sinyal (warna merah), dan garis histogram OSMA telah berada di bawah level 0.00.

Level Pivot mingguan : 1296.31

Resistance : 1300.00 (level 50% Fibonacci Retracement) ; 1306.50 ; 1316.41 (38.2% Fibonacci Retracement) ; 1325.00 ; 1335.31 (23.6% Fibonacci Retracement) ; 1345.00 ; 1355.00 ; 1361.63 ; 1365.95 ; 1375.10 ; 1392.04 ; 1416.29 ; 1433.70.

Support : 1292.50 ; 1285.56 (61.8% Fibonacci Retracement) ; 1281.96 ; 1275.00 ; 1266.69 (76.4 % Fibonacci Retracement) ; 1261.00 ; 1252.55 ; 1243.84 ; 1236.40.

Indikator: Simple Moving Average (SMA) 200 dan EMA 21 ; Bollinger Bands (20,2) ; Parabolic SAR (0.02, 0.2) ; MACD (12,26,9) ; OSMA ; RSI (14) ; ADX (14).

Fibonacci Retracement :
Titik Swing Low  : 1246.40 (harga terendah 12 Desember 2017).
Titik Swing High : 1365.95 (harga tertinggi 25 Januari 2018).

Data berdampak dari AS minggu ini: ISM Non Manufacturing, Jobless Claims dan JOLTS.

Arsip Analisa By : Martin

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.