Advertisement

iklan

Analisa Emas 9-13 Juli 2018: Inflasi AS, BoC Rate Hike, Trade War

284318

Minggu ini, minat investor untuk masuk ke pasar uang ketimbang emas tampaknya lebih kuat. Emas juga cenderung bearish untuk jangka menengah-panjang secara teknikal.

acy

iklan

Advertisement

iklan

Analisa mingguan XAU/USD berikut ini dibuat berdasarkan harga penutupan pasar hingga akhir minggu lalu (6 Juli 2018), dan dimaksudkan sebagai acuan untuk trading jangka menengah dan panjang.

 

Tinjauan Fundamental

Harga emas telah mencapai level jenuh jual (oversold) setelah merosot selama 3 pekan, dan minggu lalu terjadi aksi profit-taking. Support kuat masih di sekitar level 1236 yang terjadi pada bulan Desember tahun lalu. Seiring dengan itu, notulen FOMC bulan lalu tidak se-hawkish yang diperkirakan, dan tingkat pengangguran AS bulan Juni naik ke angka 4%, sehingga indeks USD terkoreksi hingga level 94.

Tensi perang dagang masih akan membayangi harga emas minggu ini, menyusul telah diberlakukannya tarif impor AS. Di samping itu, ada kemungkinan kenaikan suku bunga BoC minggu ini, juga ada isyarat rate hike dari BoE. Dua bank sentral negara mata uang utama yang akan menaikkan suku bunga itu tentu akan lebih menarik minat investor untuk masuk ke pasar uang ketimbang emas.

Minggu ini akan dirilis juga data inflasi AS dan neraca perdagangan China pasca trade war. Jika melemah, support kuat XAU/USD ada di sekitar level 1237, sedangkan bila koreksi bullish berlanjut, resistance ada di sekitar level 1273.

Data dan peristiwa berdampak dari AS minggu ini: CPI, PPI, indeks kepercayaan konsumen UoM, Jobless Claims, dan pidato pejabat The Fed.

 

 

Tinjauan Teknikal


Analisa Emas 9-13 Juli 2018: Inflasi
klik gambar untuk memperbesar

 

 

Chart Daily:

Dalam jangka menengah-panjang, emas masih cenderung bearish. Untuk jangka pendek, XAU sedang konsolidasi (terbentuk inside bar) setelah terjadi koreksi bullish menyusul kembali terbentuknya pola candle tweezer bottom. Jika koreksi berlanjut, batas resistance ada pada sekitar level 1273.23, yaitu 50% Fibo Retracement antara level tertinggi 14 Juni (1309.19) dan level terendah 3 Juli (1237.81).

Kemungkinan koreksi akan berlanjut didukung oleh kurva indikator MACD yang memotong kurva sinyal (warna merah) dari arah bawah. Garis histogram OSMA yang berada di atas level 0.00 juga menambah validasi atas peluang koreksi. Konfirmasi final untuk berlanjutnya koreksi adalah jika level tertinggi mother bar (1261.19) berhasil ditembus harga.

Kecenderungan jangka-menengah panjang yang masih bearish didukung oleh:

  1. Harga berada di bawah kurva middle band indikator Bollinger Bands dan kurva resistance harga rata-rata per bulan (EMA 21-hari).
  2. Titik indikator Parabolic SAR masih berada di atas bar candlestick.
  3. Kurva indikator RSI berada di bawah center line (level 50.0).
  4. Garis histogram indikator ADX berwarna merah dan berada di atas level 25, menunjukkan sentimen bearish yang masih kuat.

Level Pivot mingguan : 1251.08

Resistance : 1261.19 ; 1267.88 (level 50% Fibonacci Expansion) ; 1275.30 ; 1281.96 ; 1289.60 (23.6% Fibonacci Expansion) ; 1300.90 ; 1309.19 ; 1316.00 ; 1325.00 ; 1335.00 ; 1345.00 ; 1355.00 ; 1361.63 ; 1365.95 ; 1375.10 ; 1392.04 ; 1416.29 ; 1433.70.

Support : 1246.09 (76.4% Fibonacci Expansion) ; 1239.56 ; 1226.56 (100% Fibonacci Expansion) ; 1206.75 (123.6% Fibonacci Expansion) ; 1194.74 (138.2% Fibonacci Expansion) ; 1185.27 (150% Fibonacci Expansion) ; 1175.27 (161.8% Fibonacci Expansion) ; 1163.13 ; 1142.63.

Indikator: Simple Moving Average (SMA) 200 dan EMA 21 ; Bollinger Bands (20,2) ; Parabolic SAR (0.02, 0.2) ; MACD (12,26,9) ; OSMA ; RSI (14) ; ADX (14).

Fibonacci Expansion :
Titik 1 : 1365.10 (harga tertinggi 11 April 2018).
Titik 2 : 1281.96 (harga terendah 21 Mei 2018).
Titik 3 : 1309.19 (harga tertinggi 14 Juni 2018).

Arsip Analisa By : Martin

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.