OctaFx

iklan

Analisa Emas Mingguan: FOMC Meeting, NFP AS, Perundingan AS-China

Minggu lalu, harga emas melonjak oleh ketidakpastian politik di AS. Minggu ini, emas akan dipengaruhi oleh hasil FOMC, rapat dagang AS-China, NFP AS ,dan voting Brexit Plan B.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Analisa mingguan XAU/USD berikut ini dibuat berdasarkan harga penutupan pasar hingga akhir minggu lalu (25 Januari 2019), serta dimaksudkan sebagai acuan untuk trading jangka menengah dan panjang.

 

Tinjauan Fundamental

Pada akhir pekan lalu, government shutdown di AS untuk sementara berakhir, paling tidak hingga tanggal 15 Februari mendatang. Pembukaan kembali pemerintahan AS tersebut diumumkan Presiden Trump setelah mencapai kesepakatan dengan Partai Demokrat. Namun, shutdown bisa terjadi lagi jika masih belum dicapai kesepakatan mengenai pembangunan tembok perbatasan Meksiko.

Masih adanya ketidakpastian tersebut menyebabkan investor melepas greenback, dan mendorong harga asset safe haven emas melambung hingga ditutup pada level USD 1302.75 per troy ounce. Harga ini menguat 1.68% dibandingkan penutupan minggu sebelumnya, dan merupakan level harga tertinggi dalam 7 bulan terakhir.

Minggu ini akan ada event dan rilis data berdampak tinggi dari AS. Dua event penting yang akan menjadi fokus perhatian pasar adalah FOMC meeting dan konferensi pers ketua The Fed Jerome Powell, serta perundingan dagang AS-China antara Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin dan wakil Perdana Menteri China Liu He di Washington. Kedua event ini akan berlangsung pada waktu yang hampir bersamaan.

Suku bunga The Fed hampir pasti tidak berubah. Investor akan fokus pada isi statement FOMC dan pernyataan Powell dalam konferensi pers. Jika Powell dianggap dovish, kemungkinan emas akan berlanjut bullish, mengincar resistance 1316-1326. Meski demikian, jika perundingan dagang AS-China menghasilkan kesepakatan yang menjurus pada "damai dagang", investor bisa beralih pada asset-asset berisiko (risk appetite) dan melepas safe haven termasuk emas. Dalam hal ini, emas bisa terkoreksi dengan support kuat pada sekitar level 1286.

Data penting dari AS adalah tenaga kerja bulan Januari (Non Farm Payrolls, upah dan tingkat pengangguran), ISM Manufacturing PMI, indeks kepercayaan konsumen versi CB, dan PCE Price Index. Sementara event di luar AS yang bisa mempengaruhi harga emas adalah pemungutan suara untuk kesepakatan Brexit Plan B di parlemen Inggris, yang rencananya dilakukan dalam minggu ini.

Dari survei yang dilakukan Kitco, untuk minggu ini 72% pemain Wall Street memprediksi harga emas akan bullish, 6% bearish, dan 22% netral (cenderung bergerak sideways). Sementara 47% pemain Main Street memprediksi bullish, 29% bearish, dan 24% netral.

 

Tinjauan Teknikal

Analisa Emas Mingguan: FOMC Meeting,

Chart Daily:

Dari analisa minggu lalu, setelah 4 hari berturut-turut gagal menembus level support kuat 1276.50 (level terendah segitiga pada pola pennant bullish), harga kembali bergerak bullish hingga menembus resistance 1292.50-1300. Pergerakan ini terjadi menyusul terbentuknya pola double bottom pada support 1276.50. Penerusan uptrend juga terkonfirmasi oleh indikator trend Moving Average, Parabolic SAR, Bollinger Bands, dan ADX.

Dari penunjukan 4 indikator trend di atas, saat ini pergerakan harga masih cenderung bullish. Untuk selanjutnya, penerusan uptrend tergantung dari stabilitas pergerakan harga di atas level support 1286.40.

Kondisi bullish saat ini didukung oleh:

  1. Harga yang berada di atas kurva upper band indikator Bollinger Bands, dan titik indikator Parabolic SAR pindah ke bawah bar candlestick.
  2. Kurva EMA 144 yang memotong kurva SMA 200-day dan berada di atasnya.
  3. Garis histogram indikator ADX berganti warna hijau dan berada di atas level 25, menunjukkan sentimen bullish yang masih kuat.

Jika ingin konfirmasi, buy setelah kurva indikator MACD berada di atas kurva sinyal (warna merah), dan garis histogram OSMA berada di atas level 0.00.

Level Pivot mingguan : 1294.45

Resistance : 1309.22 (level 50% Fibo Expansion) ; 1316.87 (61.8% Fibo Expansion) ; 1326.53 (76.4% Fibo Expansion) ; 1335.00 ; 1341.70 (100% Fibo Expansion) ; 1357.47 (l23.6% Fibo Expansion) ; 1366.86 (138.2% Fibo Expansion) ; 1375.10 (150% Fibo Expansion) ; 1382.18 (161.8% Fibo Expansion) ; 1391.61 (176.4% Fibo Expansion) ; 1407.29 (200% Fibo Expansion).

Support : 1292.00 (23.6% Fibo Expansion) ; 1286.40 ; 1276.60 ; 1265.58 ; 1257.84 ; 1250.00 ; 1242.50 ; 1232.80 ; 1225.70 ; 1218.45 ; 1211.80 ; 1205.00 ; 1196.18 ; 1185.00 ; 1171.80 ; 1160.05 ; 1146.00 ; 1136.60 ; 1122.63 ; 1113.40 ; 1097.33 ; 1076.98.

Indikator: Simple Moving Average (SMA) 200, EMA 144 ; Bollinger Bands (20,2) ; Parabolic SAR (0.02, 0.2) ; MACD (12,26,9) ; OSMA ; ADX (14).

Fibonacci Expansion :

  • Titik 1 : 1232.81 (harga terendah 14 Desember 2018).
  • Titik 2 : 1298.42 (harga tertinggi 4 Januari 2019).
  • Titik 3 : 1276.50 (harga terendah 4 Januari 2019).
Arsip Analisa By : Martin

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.