Analisa Emas Mingguan: Perang Dagang Dan Retail Sales AS

284858

Secara fundamental, minggu ini harga emas diprediksi cenderung bullish. Secara teknikal, emas juga cenderung bullish dalam jangka pendek.

FirewoodFX

iklan

FirewoodFX

iklan

Analisa mingguan XAU/USD berikut ini dibuat berdasarkan harga penutupan pasar hingga akhir minggu lalu (10 Agustus 2018), serta dimaksudkan sebagai acuan untuk trading jangka menengah dan panjang.

 

Tinjauan Fundamental

Konflik antara AS dan Turki yang semakin memanas menyebabkan XAU/USD bertahan di atas level 1200. Bermula dari rentetan ancaman AS yang tidak digubris presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, pekan lalu, presiden Donald Trump mengumumkan kenaikan tarif terhadap impor baja dan alumunium dari Turki. Tindakan AS itu telah menyebabkan nilai tukar mata uang Lira Turki (TRY) anjlok 40% versus USD dalam waktu singkat.


Analisa Emas 13-17 Agustus 2018: Perang

 

Krisis di Turki telah menyeret sebagian besar mata uang dunia terutama EUR, akibat kekhawatiran kredit macet di bank-bank besar Uni Eropa. Investor mengambil sikap risk aversion dengan masuk ke aset safe haven USD, JPY dan emas. Minggu lalu, indeks USD melonjak hingga 96.45, tapi buying interest terhadap emas meningkat hingga harga emas tetap bertahan di atas level 1200 per USD.

Gonjang-ganjing di pasar uang akibat perang dagang diperkirakan masih akan berlanjut minggu ini. Secara fundamental, harga emas diprediksi masih akan cenderung bullish. Data penting dari AS minggu ini adalah Retail Sales. Jika berlanjut menguat, resistance kuat ada pada level 1228 hingga 1235, sedangkan jika melemah, support kuat pada level 1204 hingga 1195.

 

Tinjauan Teknikal


Analisa Emas 13-17 Agustus 2018: Perang
klik gambar untuk memperbesar

Chart Daily: Emas bergerak sideways di antara level 1205 hingga 1217. Dalam jangka pendek, harga cenderung bullish dengan resistance kuat masih pada level Double Top 1235.10. Kecenderungan ini didukung oleh:

  1. Kurva indikator MACD yang berada di atas kurva sinyal (warna merah), dan garis histogram OSMA berada di atas level 0.00.
  2. Saat bergerak sideways, kurva indikator RSI berada pada area Oversold.

Konfirmasi buy jika harga telah menembus kurva middle band indikator Bollinger Bands.

Di sisi lain, dalam jangka menengah-panjang, emas masih cenderung bearish:

  1. Titik indikator Parabolic SAR masih berada di atas bar candlestick.
  2. Garis histogram indikator ADX berwarna merah dan berada di atas level 25, menunjukkan sentimen bearish yang masih kuat.

Level Pivot mingguan : 1211.56

Resistance : 1220.00 ; 1228.40 ; 1235.10 ; 1244.86 ; 1255.50 ; 1265.80 ; 1275.30 ; 1281.96 ; 1289.22 ; 1300.90 ; 1309.19 ; 1316.00 ; 1325.00 ; 1335.00 ; 1345.00 ; 1355.00 ; 1361.63 ; 1365.95 ; 1375.10 ; 1392.04 ; 1416.29 ; 1433.70.

Support : 1204.36 ; 1195.00 ; 1180.52 ; 1172.40 ; 1160.30 (level 76.4% Fibonacci Expansion) ; 1146.00 ; 1136.60 (100% Fibonacci Expansion) ; 1122.63 ; 1113.40 (123.6% Fibonacci Expansion) ; 1097.33.

Indikator: Simple Moving Average (SMA) 200 dan EMA 21 ; Bollinger Bands (20,2) ; Parabolic SAR (0.02, 0.2) ; MACD (12,26,9) ; OSMA ; RSI (14) ; ADX (14).

Fibonacci Expansion :
Titik 1 : 1309.19 (harga tertinggi 14 Juni 2018).
Titik 2 : 1211.31 (harga terendah 19 Juli 2018).
Titik 3 : 1235.10 (harga tertinggi 26 Juli 2018).

Arsip Analisa By : Martin

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Gala Mahardika
Emas ini kenapa ya Pak? Sedang ada konflik geopolitik harganya malah turun. Pas Dolar turun juga naiknya ga seberapa.
Martin S
@ Gala Mahardika:
Ya, Pak, itu berarti permintaan US Dollar lebih besar dari permintaan emas. Sama-sama safe haven, tetapi dalam hal ini USD lebih diminati, karena perang dagang dengan Turki ini menguntungkan AS. Kalau terjadi konflik yang menjurus ke perang dan akan merugikan AS, seperti misalnya waktu konflik dengan Korut, maka USD akan turun dan emas naik.

Analisa saya diatas bersumber dari berita akhir pekan Kitco News, dari analis berita Jim Wyckoff (yang juga analis dailyfx). Beritanya bisa dibaca disini.
Disitu disebutkan buying interest terhadap safe haven (termasuk emas) meningkat akibat ketidak pastian pasar uang setelah jatuhnya Lira Turki. Juga para short seller di gold futures dilanda kepanikan. Dari alanisa berita tersebut bisa disimpulkan kemungkinan emas akan naik (secara fundamental), meski mungkin untuk sementara.

Secara teknikal, hingga jam 18:50 hari ini (13 Agustus), kenaikan emas belum terkonfirmasi. Sentimen bearish masih berlanjut setelah tembus support 1204, tetapi tertahan di support 1195.

Gala Mahardika
O begitu ya, Pak. Jelas sekali. Terima kasih jawabannya.
Ella Ariella
bulls is dead. 1195 now