Analisa Emas Mingguan: Testimoni Powell, Inflasi AS, Notulen FOMC

289119

Minggu lalu, harga emas terkoreksi karena data NFP AS yang naik di atas perkiraan. Minggu ini testimoni Powell, inflasi AS dan notulen FOMC akan menjadi katalis.

Xm

iklan

Advertisement

iklan

Analisa mingguan XAU/USD berikut ini dibuat berdasarkan harga penutupan pasar hingga akhir minggu lalu (5 Juli 2019), serta dimaksudkan sebagai acuan untuk trading jangka menengah dan panjang.

 

Tinjauan Fundamental

Pasca rilis data NFP AS minggu lalu, harga emas terkoreksi dan ditutup pada USD1398.60 per troy ounce, atau melemah 0.8% dibandingkan harga penutupan minggu sebelumnya. NFP bulan Juni yang naik hingga 224,000 jobs sebenarnya telah diperkirakan oleh sebagian analis, mengingat bulan sebelumnya sempat anjlok hingga di bawah 100,000 jobs.

Meski lapangan pekerjaan bulan lalu naik cukup signifikan, tetapi analis memperkirakan The Fed tetap akan memangkas suku bunga acuan pada meeting bulan ini, karena inflasi year on year yang masih di bawah target 2.00%. Tetapi pemotongan suku bunga diperkirakan tidak sampai 0.50%, melainkan hanya 0.25%. Data dari CME’s FedWatch tool menunjukkan probabilitas rate cut sebesar 0.25% pada bulan ini telah mencapai angka di atas 90%.

Minggu ini, pergerakan harga emas akan sangat dipengaruhi oleh isu pemotongan suku bunga The Fed. Ketua The Fed Powell akan mengadakan testimoni di hadapan House dan Senat, yang diperkirakan akan memberi isyarat mengenai rate cut. Selain itu, juga akan ada rilis data inflasi AS bulan Juni y/y yang diperkirakan turun dari +1.8% ke +1.5%. Sementara itu, notulen FOMC yang akan dirilis minggu ini akan menampilkan sikap para petinggi The Fed pada meeting bulan lalu.

Dari survei yang dilakukan Kitco.com, mayoritas pemain Wall Street dan Main Street memperkirakan harga emas akan kembali bullish. Sekitar 50% pemain Wall Street memperkirakan bullish, 25% bearish, dan 25% netral atau cenderung sideways. Sementara 65% pemain Main Street memperkirakan bullish, 20% bearish, dan 15% netral.

 

Tinjauan Teknikal

Analisa Emas Mingguan: Testimoni

 

Chart Daily:

Dalam jangka pendek, kemungkinan koreksi bearish masih akan berlanjut, dengan support pada kurva EMA 21:

  1. Terbentuk pola double top pada level 1437.60.
  2. Terbentuk Pin Bar yang telah terkonfirmasi.
  3. Terjadi divergensi bearish indikator RSI.
  4. Kurva indikator MACD memotong kurva sinyal (warna merah) dan berada di bawahnya, serta garis histogram OSMA berada di bawah level 0.00.

Namun dalam jangka menengah-panjang, emas masih cenderung bullish dengan pertimbangan sebagai berikut:

  1. Harga masih berada di atas kurva middle band indikator Bollinger Bands.
  2. Garis histogram indikator ADX berwarna hijau dan berada di atas level 25, menunjukkan sentimen bullish yang masih kuat.

Jika harga menembus level 50% Fibo Retracement (1352.63), kemungkinan pergerakan bearish akan berlanjut, yang berarti terjadi trend reversal.

 

Level Pivot mingguan: 1405.92

Resistance: 1410.05 ; 1424.00 ; 1437.60 ; 1450.00 ; 1478.85 ; 1494.83 ; 1500.00 ; 1522.49.

Support: 1383.00 ; 1373.03 (level 38.2% Fibo Retracement) ; 1352.63 (50% Fibo Retracement) ; 1332.22 (61.8% Fibo Retracement) ; 1319.75 ; 1306.97 (76.4% Fibo Retracement) ; 1297.00 ; 1285.15 ; 1275.00 ; 1266.16 ; 1253.28 ; 1242.50 ; 1231.15 ; 1218.45 ; 1211.80 ; 1204.02 ; 1196.18 ; 1185.00 ; 1171.80 ; 1160.05 ; 1146.00 ; 1136.60 ; 1122.63 ; 1113.40 ; 1097.33 ; 1076.98.

Indikator: Simple Moving Average (SMA) 200, EMA 21 ; Bollinger Bands (20,2) ; MACD (12,26,9) ; OSMA ; RSI (14) ; ADX (14).

Fibonacci Retracement:

  • Titik Swing Low: 1266.16 (harga terendah 2 Mei 2019).
  • Titik Swing High: 1439.09 (harga tertinggi 25 Juni 2019).
Arsip Analisa By : Martin

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.