Analisa Emas Mingguan: Trump-Xi Meeting, NFP AS

289016

Minggu lalu, harga emas menguat karena ekspektasi pemotongan suku bunga The Fed. Minggu ini, hasil pertemuan Trump-Xi dan data NFP AS akan menjadi katalis.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Analisa mingguan XAU/USD berikut ini dibuat berdasarkan harga penutupan pasar hingga akhir minggu lalu (28 Juni 2019), serta dimaksudkan sebagai acuan untuk trading jangka menengah dan panjang.

 

Tinjauan Fundamental

Pergerakan bullish emas masih berlanjut minggu lalu. Sempat menyentuh USD1439 per troy ounce, harga kemudian terkoreksi hingga level 1399, sebelum ditutup pada 1409.95 atau menguat 0.8% dibandingkan harga penutupan minggu sebelumnya. Level harga ini adalah yang tertinggi dalam 6 tahun terakhir.

Koreksi harga emas dalam 3 hari terakhir dipicu oleh pidato Jerome Powell, yang membuat ekspektasi pemotongan suku bunga acuan hingga 0.5% pada bulan ini memudar. Di akhir pekan, pelaku pasar melakukan aksi profit-taking, menunggu hasil pertemuan antara presiden AS Donald Trump dan presiden China Xi Jinping pada KTT G20 yang membicarakan sengketa dagang antara kedua negara.

Berita terakhir hari Sabtu 29 Juni menyebutkan, kedua pemimpin negara ekonomi terbesar dunia tersebut telah mencapai kesepakatan untuk mengadakan gencatan senjata perang dagang. Pada konferensi pers, presiden AS Donald Trump mengatakan bakal menunda bea masuk baru untuk produk-produk dari China, setelah pihak China setuju untuk membeli beberapa produk agrikultur asal AS.

Trump juga menghapus embargo atas Huawei Technologies Co. Ltd untuk membeli produk-produk dari perusahaan AS. Dengan demikian, maka perusahaan AS bisa kembali menjual produk-produknya ke Huawei. AS dan China juga sepakat untuk melanjutkan perundingan. Analis memperkirakan hasil pertemuan Trump-Xi tersebut akan menimbulkan risk appetite yang bisa menekan harga safe haven emas.

Selain hasil pertemuan Trump-Xi, data ekonomi AS yang akan mempengaruhi pergerakan harga emas minggu ini adalah Non Farm Payrolls (NFP) dan ISM Manufacturing PMI untuk bulan Juni. NFP Juni akan menjadi krusial menjelang FOMC meeting bulan Juli ini. Setelah bulan Mei anjlok ke +75,000 jobs, laporan NFP bulan Juni diperkirakan akan naik menjadi +164,000 jobs.

Dari survei yang dilakukan Kitco.com, mayoritas pemain Wall Street dan Main Street memperkirakan harga emas akan berlanjut bullish. Sekitar 59% pemain Wall Street memperkirakan bullish, 6% bearish, dan 39% netral atau cenderung sideways. Sementara itu, 54% pemain Main Street memperkirakan bullish, 27% bearish, dan 18% netral.

 

Tinjauan Teknikal

Analisa Emas Mingguan: Trump-Xi


Chart Daily:

Dari penunjukan Price Action, terbentuknya level-level lower high dan dua sinyal reversal (Pin Bar serta Doji) menandakan sentimen pasar yang sedang bearish, dengan didominasi oleh seller. Tetapi karena sebelumnya juga terbentuk Doji dengan arah yang berlawanan, maka pergerakan reversal akan terkonfirmasi jika harga menembus level terendah Doji sebelumnya, yang dalam hal ini berada di level psikologis 1400.

Meskipun Price Action adalah leading indicator, tetapi untuk mengetahui validitasnya, disarankan untuk mengkonfirmasikannya dengan indikator teknikal terlebih dulu, terutama indikator trend. Minimal ada konfirmasi dari dua indikator trend.

Dari penunjukan indikator trend sendiri, saat ini pergerakan harga masih cenderung bullish:

  1. Harga masih berada di atas kurva middle band indikator Bollinger Bands, dan titik indikator Parabolic SAR masih berada di bawah bar candlestick.
  2. Kurva indikator MACD masih berada di atas kurva sinyal (warna merah), dan garis histogram OSMA berada di atas level 0.00.
  3. Garis histogram indikator ADX berwarna hijau dan berada di atas level 25, menunjukkan sentimen bullish yang masih kuat.

Support kuat berada pada level 1400, dan resistance kuat pada level 1440 hingga 1450 (sekitar 100% Fibo Expansion).

 

Level Pivot mingguan : 1415.85

Resistance : 1424.50 ; 1439.09 ; 1451.37 (level 100% Fibo Expansion) ; 1478.85 ; 1494.83 (123.6% Fibo Expansion) ; 1500.00 ; 1522.49 (138.2% Fibo Expansion).

Support : 1408.31 (76.4% Fibo Expansion) ; 1400.00 ; 1392.04 ; 1381.19 (61.8% Fibo Expansion) ; 1367.20 ; 1359.38 (50% Fibo Expansion) ; 1346.61 ; 1337.30 (38.2% Fibo Expansion) ; 1327.84 ; 1319.75 ; 1309.97 (23.6% Fibo Expansion) ; 1297.00 ; 1285.15 ; 1275.00 ; 1266.16 ; 1253.28 ; 1242.50 ; 1231.15 ; 1218.45 ; 1211.80 ; 1204.02 ; 1196.18 ; 1185.00 ; 1171.80 ; 1160.05 ; 1146.00 ; 1136.60 ; 1122.63 ; 1113.40 ; 1097.33 ; 1076.98.

Indikator: Simple Moving Average (SMA) 200, EMA 55 ; Bollinger Bands (20,2) ; Parabolic SAR (0.02, 0.2) ; MACD (12,26,9) ; OSMA ; ADX (14).

Fibonacci Expansion:

  • Titik 1: 1160.05 (harga terendah 16 Agustus 2018).
  • Titik 2: 1346.61 (harga tertinggi 20 Februari 2019).
  • Titik 3: 1266.16 (harga terendah 2 Mei 2019).
Arsip Analisa By : Martin

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.