Analisa GBP/USD: Konsolidasi Di 1.2020 - 1.2250

289723

Poundsterling diperkirakan masih berkonsolidasi di area 1.2020 - 1.2250, ditekan oleh ketidakpastian Brexit. Entry bisa diambil ketika Support atau Resisten telah break.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Analisa Fundamental

Permasalahan Brexit semakin berlarut-larut dan menjadi pendorong utama melemahnya Poundsterling sampai saat ini. Setelah Gubernur Bank of England (BoE) Carney menyatakan bahwa dia tidak melihat suku bunga negatif sebagai pilihan, maka perhatian pelaku pasar tertuju pada penyelesaian Brexit. Pasalnya, Inggris berpeluang besar untuk keluar tanggal 31 Oktober dari Uni Eropa tanpa kesepakatan.

Dominic Grieve, salah satu anggota parlemen yang menentang keinginan Boris Johnson, menyatakan bahwa partainya akan bekerja sama dengan partai Buruh untuk memastikan Brexit tanpa kesepakatan tidak terjadi. Sebaliknya, Boris Johnson menyatakan bahwa ia tetap berniat membawa Inggris meninggalkan Uni Eropa pada 31 Oktober mendatang, dengan atau tanpa adanya kesepakatan. Johnson sangat yakin jika Inggris akan siap untuk Brexit pada tanggal tersebut. Mengenai pertemuannya dengan Kanselir Jerman dan Presiden Prancis, Johnson mengatakan mereka berharap Uni Eropa mau berkompromi. Pelaku pasar saat ini tengah menantikan hasil pembicaraan Brexit tersebut untuk melihat kemana arah Poundsterling selanjutnya.

Di sisi lain, Dolar AS menghadapi masalah yang tak kalah pelik; adanya isu pemotongan suku bunga didukung oleh polemik perang dagang AS-China yang tak kunjung menemui titik temu. Selain itu, saat ini telah terjadi penurunan Yield Obligasi yang semakin menandakan bahwa Fed perlu menurunkan suku bunga. Kabar terbaru dari survei yang dilakukan oleh National Association for Business Economics (NABE) mengungkapkan bahwa 34% ekonom percaya melambatnya ekonomi AS akan mengarah pada resesi di 2021.

Adapun rilis data dan event berdampak besar minggu ini yang akan mempengaruhi nilai tukar GBP/USD adalah Pidato member Quarles Fed, rilis data Public Sector Net Borrowing, FOMC Meeting Minutes, Flash Manufacturing PMI, serta Pidato Ketua Fed Powell di Simposium Jackson Hole. Untuk lebih detailnya bisa dilihat pada kalender ekonomi di sini.

 

Analisa Teknikal

Dari segi teknikal, Downtrend sebagai tanda market bearish masih berlangsung. Hal ini ditunjukkan oleh gelombang Downtrend di time frame Weekly dan Daily. Harga diperkirakan akan berkonsolidasi di area 1.2020 - 1.2250. Simak penjelasan berikut untuk lebih detail.

 

GBP/USD Weekly

Pada grafik Weekly, kondisi bearish masih dominan. Kondisi ini ditunjukkan oleh gelombang Downtrend yang masih berlanjut. harga saat ini berada di area Support 1.2000 - 1.2100.

GBP/USD Weekly

 

GBP/USD Daily

Pada grafik Daily, kondisi bearish juga masih dominan. Hal ini ditunjukkan oleh gelombang Downtrend yang terus berlanjut. Harga telah masuk ke area Support 1.2000 - 1.2100. Dengan demikian, kita mencermati tanda-tanda apakah harga akan menembus Support atau akan reversal.

GBP/USD Daily

 

GBP/USD H4

Pada grafik H4, harga diperkirakan akan berkonsolidasi di area 1.2020 - 1.2250. Terdapat Resisten pada area 1.2200 - 1.2250 dan Support area di 1.2020 - 1.2050. Posisi ideal yang kita ambil adalah sell ketika Support 1.2020 break, atau buy ketika Resisten 1.2250 break.

GBP/USD H4

 

Kesimpulan

Berdasarkan analisa fundamental di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pelemahan GBP/USD terjadi karena faktor-faktor berikut:

  • Permasalahan Brexit yang belum selesai.
  • USD masih kuat, tetapi pertumbuhan ekonomi AS mulai melambat.

Sementara dari analisa teknikal, maka dapat disimpulkan:

  • Downtrend masih dominan dan harga diperkirakan berkonsolidasi di area 1.2020 - 1.2250.

 

Rekomendasi GBP/USD

Untuk mengambil posisi sell atau buy, diperlukan konfirmasi dari teknikal dan fundamental.

  • Sell: data ekonomi GBP melemah atau laporan eknonomi AS menguat, ditambah ada berita yang menguatkan potensi Inggris keluar tanpa kesepakatan. Secara teknikal, sell ketika break Support 1.2020.
  • Buy: data ekonomi GBP menguat atau laporan ekonomi US melemah, serta terdapat berita yang menyatakan Uni Eropa bersedia berkompromi lagi tentang Brexit. Secara teknikal, buy ketika break Resisten 1.2250.

 

Perhatian:

  1. Entry hanya ketika konfirmasi telah terjadi.
  2. Selalu gunakan Money Management yang baik (1-2% risiko per transaksi).
  3. Close posisi segera mungkin (Emergency Exit) apabila harga membentuk candlestick Reversal (Engulfing, Piercing Line, Long Shadow) yang berlawanan dengan arah posisi.

Semoga analisa ini membantu para pembaca untuk melihat pergerakan harga dan mengambil keputusan transaksi.

Terima kasih

Arsip Analisa By : Rizki Rosadi

Sudah aktif dalam dunia trading sejak 2012 dan masih terus belajar untuk menjadi lebih baik. Awal mula trading dengan menggunakan EA, dan akhirnya pada 2014 fokus trading manual dengan terus riset pada metode trading. Saat ini, saya merupakan seorang Discretionary Trader yang menggunakan Trend Following dengan metode breakout.

Pair Rate    
AUD/JPY 74.19 74.19 -1
AUD/USD 0.6819 0.6819 -2
EUR/CHF 1.0946 1.0946 8
EUR/USD 1.1059 1.1059 7
GBP/JPY 140.62 140.62 25
GBP/USD 1.2923 1.2923 20
NZD/USD 0.6398 0.6398 -4
USD/CAD 1.3216 1.3216 -8
USD/CHF 0.9897 0.9897 0
USD/JPY 108.81 108.81 3
18 Nov 08:10

Ibnu Tri Samsi
Minta saran hari tanggal 19 Agustus ini trend buy atau sell, kalau buy limit di berapa dan sell limit di berapa
Rizki Rosadi
@Ibnu Tri Samsi
Untuk intraday, sebaiknya trading di support resisten.
Buy limit di area support 1.2050 dan sell limit di area resisten 1.2175.