Advertisement

iklan

Analisa Mingguan: Pound Masih Jadi Sorotan Karena Ketidakpastian Brexit

Di tengah maraknya isu Brexit dan perang dagang yang masih membayangi, bagaimana outlook Pound dan mata uang mayor lainnya?

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Pound mundur dari level tertingginya setelah parlemen sepakat menunda voting untuk draft kesepakatan Boris Johnson, sekaligus mendorong sang Perdana Menteri untuk mengajukan perpanjangan deadline Brexit yang sedianya akan berakhir 31 Oktober mendatang.

Ke depan, analis AxiTrader melihat potensi pelemahan Pound karena pengunduran batas waktu Brexit bisa memperlebar peluang terjadinya pemilu dini bagi Inggris, yang pada gilirannya nanti dapat memicu referendum Brexit kedua. Sekalipun begitu, proyeksi downside Pound masih dibatasi oleh minimnya peluang Hard Brexit saat ini.

Ketidakpastian Brexit

Menyusul kegagalan deal Brexit dalam sidang parlemen akhir pekan lalu, Johnson akan meminta House of Commons untuk mendukung draft kesepakatan versinya (yang sudah disepakati UE) dalam gelaran voting baru. Pemerintah Inggris mengungkapkan bahwa jumlah anggota Parlemen yang mendukung inisiasi Johnson telah memenuhi syarat minimal untuk dianggap lolos.

Apabila hal ini terbukti benar, Sterling bisa memperpanjang reli bullish karena kesepakatan Brexit akan semakin mendekati kenyataan. Sementara dari jadwal rilis data ekonomi, pekan ini terbilang cukup longgar bagi Inggris mengingat tidak banyak data berdampak tinggi yang dipublikasikan.

Peningkatan volatilitas kemungkinan tidak hanya terjadi di GBP, tapi juga Euro. Mata uang berjuluk single currency ini juga akan menghadapi serangkaian rilis data penting seperti PPI, PMI, dan Ifo Business Climate Jerman. Selain itu, ada pula PMI Zona Euro dan pengumuman suku bunga ECB.

 

Bagaimana Dengan Dolar AS Dan Mata Uang Safe Haven?

USD konsisten tertekan dalam Downtrend sejak pekan lalu, menyusul beberapa rilis data mengecewakan yang memicu kekhawatiran atas melambatnya pertumbuhan ekonomi. Sebagai contoh, Retail Sales AS anjlok ke level -0.3 persen, mengecewakan ekspektasi pertumbuhan di 0.3 persen.

Perkiraan pasar untuk Fed Rate Cut bulan Oktober sekarang berada di 84 persen. Sekalipun kebijakan ini ditekankan sebagai "asuransi" daripada permulaan siklus Rate Cut baru, langkah pemotongan suku bunga tersebut tetap saja menandakan lemahnya ekonomi AS dan besarnya imbas perang dagang terhadap laju pertumbuhan negara tersebut.

Dari jadwal rilis data, investor minggu ini akan menantikan rilis data Core Durable Goods Orders, Flash Manufacturing PMI, serta Service PMI. Apabila laporan Core Durable Goods Order lebih rendah dari prediksi, AxiTrader menilai jika penurunan Dolar AS bisa mengalami kenaikan akselerasi.

Setali tiga uang dengan USD, mata uang safe haven Yen dan Franc Swiss terus menunjukkan pelemahan dalam sepekan terakhir. Membaiknya sentimen pasar berkat perkembangan positif Brexit dan hubungan dagang AS-China membuat para investor lebih berselera di aset-aset berisiko tinggi. Hal ini juga tercermin dalam Yield Obligasi AS yang stabil, sementara harga emas cenderung melaju ke bawah.

 

Outlook Dolar Komoditas

Pekan lalu, AUD terangkat naik seiring dengan munculnya berbagai kemajuan dalam pembicaraan dagang AS-China. Di akhir minggu, investor global yang larut dalam nuansa risk on karena sentimen positif Brexit semakin menambah penguatan Dolar Australia. Di sesi perdagangan kemarin (21/Oktober), AUD/USD tak banyak bergerak pasca komentar Gubernur PBoC, Yi Gang, yang mengutarakan bahwa CNY tengah berada dalam "level yang sewajarnya". Dengan minimnya rilis data berdampak penting dari Australia, negosiasi AS-China akan terus disorot oleh para investor AUD.

Sementara itu, NZD juga melesat dan bahkan menjadi mata uang berperforma terbaik di antara 15 mata uang mayor lainnya (menurut Bloomberg). Untuk minggu ini, Kiwi diyakini masih oversold dan sudah waktunya naik, terutama dengan RBNZ yang dinilai akan menunda rangkaian kebijakan moneter longgarnya untuk sementara waktu, agar bisa memberikan ruang bagi kebijakan sebelumnya untuk memberikan dampak pada perekonomian.

Rilis data yang dinanti investor NZD pekan ini adalah Credit Card Spending dan Trade Balance. Apabila rilis keduanya positif, maka NZD akan semakin terdukung naik. Jika tidak, maka fokus pasar akan lebih tertuju pada isu perdagangan dan Brexit.

Mengikuti "rekan-rekan" mata uang komoditas lainnya, CAD menunjukkan kenaikan versus Dolar AS di sepanjang pekan lalu. Namun, penguatan mata uang ini tidak didukung oleh fundamental dalam negeri, karena lebih merupakan reaksi atas melemahnya USD. Katalis pendukung Dolar Kanada saat ini adalah kemajuan pembicaraan AS-China dan ekspansi neraca The Fed. Namun, pelemahan harga minyak akibat melambatnya ekonomi global dan melimpahnya pasokan masih bisa menjadi faktor yang membayangi CAD.

Pekan ini, investor Dolar Kanada akan menantikan data Core Retail Sales dan survei BoC untuk outlook bisnis. Rilis data-data tersebut bisa memberikan pertimbangan bagi para pelaku pasar sebelum mengambil langkah lebih lanjut terhadap posisi trading di mata uang ini.

 


AxiTrader adalah bagian dari perusahaan finansial berskala global yang mapan dan terpercaya. Dengan prinsip "diciptakan oleh trader, untuk trader", broker ini berkomitmen untuk memberikan layanan trading yang meluas dan terjangkau bagi semua kalangan.

Arsip Analisa By : Axitrader
290652

AxiTrader merupakan broker yang beroperasi di bawah perusahaan AxiCorp Financial Services Pty Ltd (AxiCorp). Broker ini berupaya menyajikan layanan trading kredibel dengan fitur VPS gratis bagi klien yang memenuhi standar minimal lot tertentu.