Analisa Rupiah 28 Mei - 1 Juni 2018: Menanti Gebrakan BI

283838

BI akan menggelar rapat insidentil pada Rabu 30 Mei nanti. Diperkirakan, BI akan kembali menaikkan suku bunga acuan guna merespon pelemahan Rupiah akhir-akhir ini.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Analisa mingguan USD/IDR berikut ini dibuat berdasarkan harga penutupan pasar minggu lalu (25 Mei 2018), dan dimaksudkan sebagai acuan untuk trading jangka menengah dan panjang.

 

Tinjauan Fundamental

Pelantikan gubernur Bank Indonesia (BI) yang baru, Perry Warjiyo, Kamis minggu lalu berdampak positif pada nilai tukar mata uang Garuda. Tidak hanya menguat terhadap USD, Rupiah juga unggul versus Euro, Poundsterling, Yen, Dolar Singapura, Renminbi China, dan Ringgit Malaysia. Terhadap USD, Rupiah menguat tipis 0.25% dan ditutup pada level 14115, dibandingkan penutupan minggu sebelumnya yang 14150. Faktor eksternal yang mendukung penguatan Rupiah adalah pembatalan pertemuan antara presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.


Analisa Rupiah 28 Mei - 1 Juni 2018:

 

 

Penguatan Rupiah dua hari terakhir tak lepas dari pernyataan gubernur BI yang baru, mengenai stabilisasi nilai tukar Rupiah yang akan menjadi prioritas utamanya dalam jangka pendek. Dalam hal ini, kebijakan moneter BI akan berupa kombinasi kebijakan suku bunga dan intervensi pasar.

Sehari setelah dilantik, Perry Warjiyo langsung menggelar rapat bersama Menko Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Hasil rapat tersebut memutuskan BI akan menggelar rapat insidentil pada Rabu 30 Mei nanti. Diperkirakan, BI akan kembali menaikkan suku bunga acuan guna merespon pelemahan Rupiah yang cukup dalam akhir-akhir ini.

Sentimen positif terhadap Rupiah juga berdampak pada aliran masuk modal asing yang menyebabkan penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), dan naiknya pembelian obligasi pemerintah.

Rapat insidentil BI akan lebih berdampak pada pergerakan Rupiah minggu ini, di samping data GDP dan Non Farm Payrolls AS yang juga akan rilis pekan ini. Jika berlanjut menguat, support kuat Rupiah ada di sekitar level 14075, sedangkan jika melemah, resistance kuat ada pada level 14200.

 

Jadwal Rilis Data Fundamental:

Kamis, 31 Mei 2018:

  • Jam 17:00 WIB: uang beredar M2 di Indonesia bulan April 2018 y/y: bulan sebelumnya: +7.5%.


Analisa Rupiah 28 Mei - 1 Juni 2018:

Senin, 4 Juni 2018:

  • Jam 07:30 WIB: Indeks Manufacturing PMI Indonesia versi Nikkei bulan Mei 2018: bulan sebelumnya: 51.6, perkiraan: 51.0.

 

Analisa Rupiah 28 Mei - 1 Juni 2018:

 

  • Jam 11:00 WIB: CPI total Indonesia bulan Mei 2018 y/y: bulan sebelumnya: +3.41%. Perkiraan: +3.70%.
    CPI total Indonesia bulan Mei 2018 m/m : bulan sebelumnya: +0.10%. Perkiraan: +0.51%.
    CPI inti Indonesia bulan Mei 2018 y/y : bulan sebelumnya: +2.69%. Perkiraan: +2.65%.

 

Analisa Rupiah 28 Mei - 1 Juni 2018:

 

  • Jam 11:30 WIB: Jumlah kunjungan wisatawan asing ke Indonesia bulan April 2018 y/y: bulan sebelumnya: +28.76%. (tertinggi sejak tahun 2011).


Analisa Rupiah 28 Mei - 1 Juni 2018:

 

Data dan peristiwa berdampak dari AS minggu ini adalah Non Farm Payrolls, upah pekerja, GDP, ISM Manufacturing, ADP Non Farm, indeks kepercayaan konsumen versi CB, Jobless Claims, serta pidato Fed Bostic dan Brainard.

 

 

Tinjauan Teknikal

 

Analisa Rupiah 28 Mei - 1 Juni 2018:
klik gambar untuk memperbesar

 

Chart Daily : dalam jangka pendek, kemungkinan harga masih koreksi bearish (Rupiah menguat) akibat divergensi bearish indikator RSI. Konfirmasi sell jika kurva indikator MACD memotong kurva sinyal (warna merah).

Dalam jangka menengah-panjang, USD/IDR masih cenderung bullish (Rupiah cenderung melemah):

  1. Harga berada di atas kurva upper band indikator Bollinger Bands, dan titik indikator Parabolic SAR berada di bawah bar candlestick.
  2. Garis histogram indikator ADX berwarna hijau dan berada di atas level 25.0, menunjukkan sentimen bullish yang masih kuat.

Level Pivot mingguan : 14146.67

Resistance : 14153.00 (level 61.8% Fibo Expansion) ; 14205.11 (76.4% Fibo Expansion) ; 14287.23 (100% Fibo Expansion) ; 14369.10 (123.6% Fibo Expansion) ; 14552.00 (176.4% Fibo Expansion) ; 14640.18 (200% Fibo Expansion) ; 14784.00.

Support : 14072.44 (38.2% Fibo Expansion) ; 14021.77 (23.6% Fibo Expansion) ; 13943.00 ; 13860.00 ; 13795.00 ; 13736.00 ; 13693.00 ; 13655.00 ; 13605.00 ; 13568.00 ; 13538.00 ; 13500.00 ; 13453.00 ; 13400.00 ; 13362.00 ; 13314.00 ; 13263.00 ; 13212.64 ; 13171.00 ; 13082.00 ; 13048.00 ; 12990.00 ; 12899.00 ; 12800.00 ; 12754.00 ; 12623.00 ; 12560.00.

Indikator: Simple Moving Average (SMA) 200 dan EMA 21 ; Bollinger Bands (20,2) ; Parabolic SAR (0.02, 0.2) ; MACD (12,26,9) ; OSMA ; RSI (14) ; ADX (14).

Fibonacci Expansion :
Titik 1 : 13736.00 (harga terendah 13 April 2018).
Titik 2 : 14085.00 (harga tetinggi 9 Mei 2018).
Titik 3 : 13940.00 (harga terendah 14 Mei 2018).

Arsip Analisa By : Martin

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.

Perlu tukar mata uang ?

Konversi valas ke rupiah atau sebaliknya ?
bisa lebih mudah dengan kalkulator kurs. Temukan disini.