OctaFx

iklan

Analisa Rupiah 8-12 Oktober 2018: Pertemuan IMF Dan CPI AS

285610

Minggu lalu, Rupiah telah menembus level psikologis 15000/USD. Merespon hal ini, Menkeu mengisyaratkan adanya kebijakan baru untuk mengantisipasi gejolak ekonomi global.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Analisa mingguan USD/IDR berikut ini dibuat berdasarkan harga penutupan pasar minggu lalu (5 Oktober 2018), serta dimaksudkan sebagai acuan untuk trading jangka menengah dan panjang.

 

Tinjauan Fundamental

Meski pemerintah, BI, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah berusaha maksimal menjaga nilai tukar Rupiah, tetapi mata uang Garuda tetap mengalami tekanan bertubi-tubi. Setelah menembus level psikologis 15000 per USD, Kamis minggu lalu (4 Oktober), Rupiah sudah nyaris menyentuh 15200 di pasar spot. Level tersebut merupakan yang terendah sejak Juli 1998. Secara umum, minggu lalu Rupiah ditutup melemah 1.85% pada level 15175, lebih buruk dari penutupan minggu sebelumnya yang 14900.

Pelemahan Rupiah adalah yang terparah di Asia selain Rupee India. Nilai tukar Rupiah terendah adalah 16650 pada bulan Juni 1998. Jika angka ini terlampaui, maka nilai tukar Rupiah akan mencapai titik terendah sepanjang sejarah Republik Indonesia.

Pelemahan Rupiah yang cukup dalam menyebabkan sentimen negatif di pasar modal. Minggu lalu, IHSG turun 4.09% ke level 5731. Anjloknya Rupiah disebabkan oleh faktor eksternal dan internal. Dari AS, ada pidato ketua The Fed Powell yang hawkish dan kenaikan harga minyak.

Sementara dari dalam negeri, terdapat data inflasi bulan September m/m yang -0.18% (deflasi), lebih rendah dari estimasi +0.1%. Selain itu, cadangan devisa tergerus USD3.12 miliar ke USD114.8 miliar, terendah sejak November 2016. Komentar menteri keuangan Sri Mulyani mengenai defisit transaksi berjalan yang masih akan membengkak hingga akhir tahun ini, turut mempengaruhi sentimen pasar.

Untuk minggu ini, tidak ada rilis data penting dari dalam negeri. Sementara dari AS akan ada data inflasi bulan September yang diperkirakan turun dari +2.7% (y/y) ke +2.4%. Peristiwa penting dari dalam negeri adalah pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia di Nusa Dua, Bali. Menkeu Sri Mulyani mengisyaratkan akan ada kebijakan baru yang dibuat bersama BI dan OJK, untuk mengantisipasi gejolak ekonomi global.

Secara teknikal, Rupiah masih cenderung melemah, dengan resistance kuat pada level 15200 hingga 15250. Jika menguat, support kuat ada pada level 15050 hingga 15000.

 

Jadwal Rilis Data Fundamental:

Senin, 8 Oktober 2018:

  • Jam 15:00 WIB: data Retail Sales di Indonesia bulan Agustus 2018 year over year (y/y): bulan sebelumnya: +2.9%. Perkiraan: +3.1%.


Analisa Rupiah 8-12 Oktober

 

Jumat, 12 Oktober 2018:

  • Pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia di Nusa Dua, Bali.

 

Senin, 15 Oktober 2018:

  • Jam 11:00 WIB: data neraca perdagangan Indonesia bulan Agustus 2018 y/y: bulan sebelumnya: -USD1.02 miliar. Perkiraan: +USD0.30 miliar.


Analisa Rupiah 8-12 Oktober

 

Data dan peristiwa berdampak dari AS minggu ini: CPI, PPI, indeks kepercayaan konsumen versi UoM, serta pidato Fed Williams dan Bostic.

 

Tinjauan Teknikal


Analisa Rupiah 8-12 Oktober
klik gambar untuk memperbesar

Chart Daily : USD/IDR masih cenderung bullish (Rupiah cenderung melemah), menyusul terbentuknya pola candle three white soldiers:

  1. Harga berada di atas kurva upper band indikator Bollinger Bands, dan titik indikator Parabolic SAR masih berada di bawah bar candlestick.
  2. Kurva indikator MACD berada di atas kurva sinyal (warna merah), dan garis histogram OSMA berada di atas level 0.00.
  3. Garis histogram indikator ADX berwarna hijau dan berada di atas level 25, menunjukkan sentimen bullish yang masih kuat.

Level Pivot mingguan : 15088.33

Resistance : 15200.00 ; 15261.73 (level 123.6% Fibo Expansion) ; 15327.00 ; 15400.00.

Support : 15100.00 ; 15070.61 (76.4% Fibo Expansion) ; 15014.57 (61.8% Fibo Expansion) ; 14967.55 (50% Fibo Expansion) ; 14920.00 (38.2% Fibo Expansion) ; 14885.00 ; 14816.00 ; 14768.00 ; 14700.00 ; 14640.00 ; 14580.00 ; 14543.00 ; 14488.00 ; 14440.00 ; 14388.00 ; 14298.00 ; 14210.00 ; 14171.00 ; 14106.00 ; 14038.00 ; 13983.00.

Indikator: Simple Moving Average (SMA) 200 dan EMA 55 ; Bollinger Bands (20,2) ; Parabolic SAR (0.02, 0.2) ; MACD (12,26,9) ; OSMA ; ADX (14).

Fibonacci Expansion :

  • Titik 1: 14543.00 (harga terendah 21 Agustus 2018).
  • Titik 2: 14940.00 (harga tertinggi 5 September 2018).
  • Titik 3: 14768.00 (harga terendah 14 September 2018).
Arsip Analisa By : Martin

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.

Perlu tukar mata uang ?

Konversi valas ke rupiah atau sebaliknya ?
bisa lebih mudah dengan kalkulator kurs. Temukan disini.