Advertisement

iklan

Analisa Rupiah Mingguan: FOMC Meeting, Inflasi Indonesia, NFP AS

Minggu lalu, Rupiah melemah karena kondisi politik dalam negeri yang kurang kondusif dan wacana Rate Cut BI. Minggu ini, FOMC meeting, inflasi Indonesia dan data tenaga kerja AS akan menjadi katalis.

acy

iklan

FirewoodFX

iklan

Analisa mingguan USD/IDR berikut ini dibuat berdasarkan harga pentupan pasar minggu lalu (26 April 2019), serta dimaksudkan sebagai acuan untuk trading jangka menengah dan panjang.

 

Tinjauan Fundamental

Di tengah menguatnya mayoritas mata uang Asia minggu lalu, Rupiah justru melemah sebesar 1% dibandingkan minggu sebelumnya, dan ditutup pada level 14182 per US Dollar. Pelemahan mata uang Garuda lebih disebabkan oleh faktor domestik. Di samping karena kondisi politik pasca pemilu yang dianggap kurang kondusif, ada juga opini sebagian analis yang memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan melakukan Rate Cut beberapa bulan mendatang. Untuk bulan ini, BI masih mempertahankan BI 7 days Repo Rate pada level +6.00%. Salah satu alasannya karena tingkat inflasi yang terus turun dalam empat bulan terakhir.

Kondisi politik yang kurang kondusif menyebabkan keraguan investor untuk masuk pasar. Hal ini tampak dari aksi jual di pasar saham dan pasar obligasi. Di samping itu, rally USD hingga mencapai level tertingginya dalam dua tahun terakhir juga ikut andil dalam menekan nilai tukar mata uang Garuda.

Awal pekan ini, diharapkan Rupiah akan rebound akibat melemahnya USD setelah rilis data Advance GDP AS kuartal pertama. Data penting dari dalam negeri adalah inflasi bulan April yang diperkirakan akan stagnan pada level +2.5%, sementara dari AS akan ada FOMC meeting yang disertai dengan konferensi pers ketua The Fed, data tenaga kerja AS bulan April (NFP, upah dan pengangguran), ISM Manufacturing, ADP Non Farm, PCE Price Index, dan kepercayaan konsumen versi CB.

Jika FOMC dovish, kemungkinan Rupiah akan menguat. Secara teknikal, saat ini USD/IDR masih cenderung bullish atau Rupiah masih cenderung melemah, dengan resistance kuat di sekitar level 14230.

 

Jadwal Rilis Data Fundamental:

Senin, 29 April 2019:

  • Jam 13:00 WIB: penanaman modal asing di Indonesia kuartal pertama tahun 2019 quarter over year (q/y): kuartal sebelumnya: -11.6%. Perkiraan: -2.0%.

Analisa Rupiah Mingguan: FOMC Meeting,

 

Selasa, 30 April 2019:

  • Jam 16:30 WIB: Uang beredar M2 di Indonesia bulan Maret 2019 y/y: bulan sebelumnya: +6.0%. Perkiraan: +5.9%.

Analisa Rupiah Mingguan: FOMC Meeting,

 

Kamis, 2 Mei 2019:

  • Jam 07:30 WIB: Indeks Manufacturing PMI Indonesia versi Nikkei bulan April 2019: bulan sebelumnya: 51.2. Perkiraan: 51.0.

Analisa Rupiah Mingguan: FOMC Meeting,

 

  • Jam 09:00 WIB: CPI total Indonesia bulan April 2019 y/y: bulan sebelumnya: +2.48% (terendah sejak November 2009). Perkiraan: +2.50%.
    CPI total Indonesia
    bulan April 2019 m/m: bulan sebelumnya: +0.11%. Perkiraan: +0.13%.
    CPI inti Indonesia bulan April 2019 y/y : bulan sebelumnya: +3.03% (terendah dalam 4 bulan). Perkiraan: +3.06%.

Analisa Rupiah Mingguan: FOMC Meeting,

Data dan peristiwa berdampak dari AS minggu ini: Statement FOMC, konferensi pers Jerome Powell, tenaga kerja AS (NFP, upah, dan pengangguran), ISM Manufacturing dan Non Manufacturing, ADP Non Farm, PCE Price Index, serta kepercayaan konsumen versi CB.

 

Tinjauan Teknikal

Analisa Rupiah Mingguan: FOMC Meeting,


Chart Daily:

USD/IDR cenderung bullish (Rupiah cenderung melemah):

  1. Harga berada di atas kurva middle band indikator Bollinger Bands, dan titik indikator Parabolic SAR pindah ke bawah bar candlestick.
  2. Kurva indikator MACD berada di atas kurva sinyal (warna merah), dan garis histogram OSMA berada di atas level 0.00.
  3. Kurva indikator RSI masih berada di atas center line (level 50.0).
  4. Garis histogram indikator ADX berwarna hijau dan berada di atas level 25, menunjukkan sentimen bullish yang masih kuat.

 

Level Pivot mingguan : 14129.00

Resistance : 14227.11 (level 23.6% Fibo Retracement) ; 14333.00 ; 14425.00 ; 14500.00 ; 14603.00 ; 14650.00 ; 14785.00 ; 14930.00 ; 15050.00 ; 15140.00 ; 15200.00 ; 15265.00 ; 15327.00 ; 15400.00.

Support : 14163.00 (38.2% Fibo Retracement) ; 14108.95 (50% Fibo Retracement) ; 14055.63 (61.8% Fibo Retracement) ; 13991.10 (76.4% Fibo Retracement) ; 13885.00 ; 13736.00 ; 13587.31 ; 13485.00 ; 13400.00 ; 13362.00 ; 13314.00 ; 13263.00.

Indikator: Simple Moving Average (SMA) 200 dan EMA 100 ; Bollinger Bands (20,2) ; Parabolic SAR (0.02, 0.2) ; MACD (12,26,9) ; OSMA ; RSI (14) ; ADX (14).

Fibonacci Retracement:

  • Titik Swing Low: 13885.00 (harga terendah 6 Februari 2019).
  • Titik Swing High: 14335.00 (harga tertinggi 8 Maret 2019).
Arsip Analisa By : Martin

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.

Perlu tukar mata uang ?

Konversi valas ke rupiah atau sebaliknya ?
bisa lebih mudah dengan kalkulator kurs. Temukan disini.