Advertisement

iklan

Analisa Rupiah Mingguan: Notulen FOMC Dan Suku Bunga BI

Minggu lalu, Rupiah melemah akibat neraca perdagangan Indonesia kembali defisit. Minggu ini, notulen FOMC, Statement BI, dan perundingan dagang AS-China akan menjadi pemicu.

acy

iklan

FirewoodFX

iklan

Analisa mingguan USD/IDR berikut ini dibuat berdasarkan harga penutupan pasar minggu lalu (15 Februari 2019), serta dimaksudkan sebagai acuan untuk trading jangka menengah dan panjang.

 

Tinjauan Fundamental

Setelah menguat selama 3 minggu, Rupiah berbalik melemah cukup signifikan minggu lalu. Ditutup pada level 14135 per US Dollar, mata uang Garuda mengalami depresiasi sebesar 1.33% dibandingkan harga penutupan minggu sebelumnya. Kecuali Baht Thailand dan Dolar Taiwan, semua mata uang Asia melemah sepanjang minggu lalu, tetapi pelemahan Rupiah yang paling parah.

Menunggu hasil perundingan dagang AS-China yang berlangsung di Beijing, tampaknya investor menahan diri untuk masuk ke emerging market termasuk pasar keuangan Asia. Tidak hanya pasar uang, pasar saham di Asia juga mengalami koreksi. Hal ini tampak dari melemahnya sebagian besar mata uang dan bursa saham di Asia, termasuk Rupiah dan IHSG.

Sejak awal pekan, Rupiah terus bertengger di atas level 14000 per USD. Pada Jumat 15 Februari saat rilis data neraca perdagangan Indonesia, Rupiah langsung jebol di atas 14150, level terendah dalam 3 minggu terakhir. Perdagangan Indonesia bulan Januari mencatatkan defisit sebesar USD1.16 miliar, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang defisit USD1.03 miliar.

Defisit bulan Januari ini adalah yang keempat kalinya secara berturut-turut, sehingga dikhawatirkan akan memperlebar defisit Current Account kuartal pertama tahun ini. Menurut pemerintah, anjloknya nilai ekspor yang menyebabkan defisit perdagangan disebabkan oleh penurunan harga komoditas.

Minggu ini akan dirilis notulen meeting FOMC akhir Januari lalu dan pengumuman suku bunga BI. Diperkirakan, isi notulen FOMC akan cenderung dovish, sementara BI diproyeksi akan mempertahankan suku bunga acuan 7-day repo rate pada +6.00%. Fokus pasar akan tertuju pada Statement yang dirilis seusai pertemuan kebijakan, terutama keterangan Gubernur BI mengenai outlook ekonomi dan kebijakan moneter. Di samping itu, pelaku pasar juga akan mencermati tindak lanjut hasil perundingan dagang AS-China yang berakhir Jumat pekan lalu.

Jika berlanjut melemah, resistance kuat USD/IDR ada pada level 14200 hingga 14240. Sementara jika menguat, support kuat ada pada 13995.

 

Jadwal Rilis Data Fundamental:

Senin, 18 Februari 2019:

  • Jam 14:00 WIB:  data pertumbuhan kredit bulan Januari 2019 year over year (y/y): bulan sebelumnya: +12.90%.

Analisa Rupiah Mingguan: Notulen FOMC

 

Kamis, 21 Februari 2019:

  • Jam 14:00 WIB: suku bunga Bank Indonesia bulan Februari 2019: bulan sebelumnya: +6.00%. Perkiraan: +6.00%.

Analisa Rupiah Mingguan: Notulen FOMC

 

Data dan peristiwa berdampak dari AS minggu ini: notulen FOMC, Durable Goods Orders, indeks Philly Fed Manufacturing, serta pidato Fed Williams, Clarida, Bullard dan Quarles.

 

Tinjauan Teknikal

Analisa Rupiah Mingguan: Notulen FOMC

Chart Daily:

Setelah menembus garis resistance Downtrend dan neckline, USD/IDR cenderung bullish atau Rupiah cenderung melemah. Kecenderungan ini didukung pula oleh:

  1. Harga berada di atas kurva middle band indikator Bollinger Bands, dan titik indikator Parabolic SAR berada di bawah bar candlestick.
  2. Kurva indikator MACD berada di atas kurva sinyal (warna merah), dan garis histogram OSMA berada di atas level 0.00.
  3. Kurva indikator RSI berada di atas center line (level 50.0).
  4. Garis histogram indikator ADX berwarna hijau dan berada di atas level 25, menunjukkan sentimen bullish yang masih kuat.

Resistance kuat ada pada 14242 atau sekitar level 38.2% Fibo Retracement.

Level Pivot mingguan : 14092.67

Resistance : 14200.00 ; 14242.41 (38.2% Fibo Retracement) ; 14330.00 ; 14399.63 (23.6% Fibo Retracement) ; 14465.00 ; 14540.00 ; 14650.00 ; 14785.00 ; 14930.00 ; 15050.00 ; 15140.00 ; 15200.00 ; 15265.00 ; 15327.00 ; 15400.00.

Support : 14100.00 ; 13994.00 (level 61.8% Fibo Retracement) ; 13935.00 ; 13885.00 ; 13837.29 ; 13736.00 ; 13589.10 (100% Fibo Retracement) ; 13538.00 ; 13485.00 ; 13400.00 ; 13362.00 ; 13314.00 ; 13263.00.

Indikator: Simple Moving Average (SMA) 200 dan EMA 144 ; Bollinger Bands (20,2) ; Parabolic SAR (0.02, 0.2) ; MACD (12,26,9) ; OSMA ; RSI (14) ; ADX (14).

Fibonacci Expansion :

  • Titik 1: 15265.00 (harga tertinggi 11 Oktober 2018).
  • Titik 2: 14205.00 (harga terendah 3 Desember 2018).
  • Titik 3: 14650.00 (harga tertinggi 11 Desember 2018).
Arsip Analisa By : Martin

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.

Perlu tukar mata uang ?

Konversi valas ke rupiah atau sebaliknya ?
bisa lebih mudah dengan kalkulator kurs. Temukan disini.