Advertisement

iklan

Analisa USD/JPY: Peluang Sell Di Retest Supply

Peluang sell diambil dari adanya potensi pelemahan lebih lanjut setelah harga tertahan di area Supply Weekly. Area sell diambil di area Supply H4 yang menunggu konfirmasi Top.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Assalamualaikum dan selamat pagi para pembaca...

Secara umum, pergerakan harga USD/JPY masih didominasi bearish. Kondisi ini ditunjukkan oleh gelombang Downtrend yang masih berlanjut. Harga tidak berhasil break saat menguji area Supply 109.17-110.10 sebanyak tiga kali, kemudian membentuk Bearish Engulfing. Hal ini menandakan potensi pelemahan lebih lanjut bisa terjadi, sehingga posisi sell akan diambil untuk memanfaatkan peluang tersebut. Simak penjelasan di bawah ini untuk lebih detail.

 

USD/JPY Weekly

Pada grafik Weekly, kondisi bearish masih dominan; ditunjukkan oleh gelombang Downtrend yang masih berlanjut. Harga sebelumnya pernah menguji area Supply 109.17-110.10 sebanyak tiga kali dan tidak berhasil break. Kita akan perhatikan time frame Daily untuk melihat lebih detail pergerakan harga di area tersebut.

USD/JPY Weekly

 

USD/JPY Daily

Pada grafik Daily, terlihat harga yang tertahan di area Supply Weekly sebanyak 5 kali dengan membentuk channel naik (uptrend channel). Setelah channel tersebut break, harga langsung melanjutkan pelemahan hingga ke area Demand Weekly. Potensi pelemahan lebih lanjut bisa terjadi, sehingga kita akan perhatikan time frame H4 untuk melihat area sell.

USD/JPY Daily

 

USD/JPY H4

Pada grafik H4, terdapat tiga area Supply sebagai area sell. Area ini adalah 108.46-108.62, 108.68-108.82 atau 109.10-109.23. Perhatikan reaksi harga ketika menguji ke area ini untuk melihat konfirmasi Top. Posisi sell diambil setelah harga membentuk konfirmasi.

USD/JPY H4

 

Peluang Entry USD/JPY

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan untuk peluang entry dengan rencana berikut:

Area Sell: 108.46-108.62, 108.68-108.82 atau 109.10-109.23

 

Perhatian:

  1. Entry hanya ketika konfirmasi telah terjadi.
  2. Selalu gunakan Money Management yang baik (1-2% risiko per transaksi).
  3. Close posisi segera mungkin (Emergency Exit) apabila harga membentuk candlestick Reversal (Engulfing, Piercing Line, Long Shadow) yang berlawanan dengan arah posisi.

Semoga analisa ini bisa membantu untuk membaca pergerakan harga dan mengambil keputusan transaksi.

Arsip Analisa By : Rizki Rosadi

Sudah aktif dalam dunia trading sejak 2012 dan masih terus belajar untuk menjadi lebih baik. Awal mula trading dengan menggunakan EA, dan akhirnya pada 2014 fokus trading manual dengan terus riset pada metode trading. Saat ini, saya merupakan seorang Discretionary Trader yang menggunakan Trend Following dengan metode breakout.