Bagaimana Prospek IPO Mega Perintis?

286305

Tahun ini, BEI telah mencatatkan rekor baru dalam hal jumlah perusahaan yang IPO. Di penghujung tahun, salah satu yang cukup menarik adalah IPO Mega Perintis.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Jika Anda sering mengenakan sepatu maupun apparel dengan merek kenamaan seperti Nike, atau sering berbelanja di toko Manzone, maka tidak ada salahnya melirik salah satu calon penghuni BEI yang akan melantai Desember 2018 ini, yaitu PT Mega Perintis Tbk.

IPO Mega Perintis akan dilaksanakan dengan melepas sebanyak 230 juta lembar saham. Besaran saham itu setara dengan 27.71% dari modal disetor dan ditempatkan perseroan. dengan harga IPO pada kisaran Rp250-Rp300 per saham, maka perseroan berpeluang meraup Rp57.5 miliar-Rp69 miliar dari IPO.

Mega Perintis mengawali bisnis pada tahun 1999 di bidang garmen. Fokus bisnis perseroan saat ini terbagi dalam 3 lini, yakni perdagangan ritel melalui PT Mega Perintis Tbk dan PT Mitrelindo Global, garmen melalui PT Mega Putra Garment, serta perdagangan (trading) melalui PT Mitra Perintis Merdeka. Merek-merek perseroan ini antara lain: Manzone, MOC, Men’s Top, serta distributor Nike Indonesia. 

Menyambut Mega Perintis IPO, Bagaimana

Perseroan memiliki konsep untuk toko Manzone sebagai one stop shopping for men, di mana tersedia pakaian dan aksesoris pria untuk kebutuhan dasar sampai dengan fesyen; mulai dari remaja sampai dengan dewasa. Jaringan distribusi kelompok usaha perseroan telah tersebar di kota-kota besar Indonesia melalui 573 gerai.

"Perseroan terus berekspansi dengan beberapa strategi, di antaranya melakukan pemasaran yang tepat guna, pengembangan jaringan dan peningkatan kualitas outlet, serta mengembangkan platform e-commerce," ujar FX Afat Adinata Nursalim, Direktur Utama Mega Perintis.

Sebelum IPO, mayoritas saham perseroan tercatat dimiliki oleh Verosito Gunawan (50.19%), sisanya dimiliki oleh beberapa investor lain. Menurut Afat Adinata Nursalim, langkah perusahaan masuk BEI melalui IPO adalah bagian dari strategi meningkatkan kapasitas pendanaan perusahaan dan tata kelola untuk lebih baik lagi.

 

Kinerja Perseroan

Kinerja Mega Perintis sampai Juni 2018 masih mencatatkan pertumbuhan secara berkesinambungan. Perseroan optimistis dengan prospek bisnis yang dijalankan saat ini. Apalagi, ada indikasi optimisme dari konsumen hingga kini terus meningkat, atau terus menunjukkan tren menguat. Hal ini tercermin pada Indeks Keyakinan Konsumen di level optimistis.

Penjualan neto Mega Perintis hingga Juni 2018 mencapai Rp254.91 miliar, dengan laba bersih Rp29.03 miliar. Penjualan semester I/2018 naik 14% secara yoy. Pada akhir 2017, Perseroan berhasil mencetak pendapatan Rp397.67 miliar, atau naik 17.8% dari pendapatan 2016 yang sebesar Rp337.37 miliar. Adapun mengenai laba bersih pada 2017 juga mengalami kenaikan sebanyak 11% menjadi Rp30.60 miliar, dari laba 2016 yang sebesar Rp27.69 miliar.”

Dari aksi korporasi melalui IPO ini, sekitar 43% dana akan dialokasikan untuk penambahan modal kerja, dan sekitar 31% akan digunakan untuk pengembangan usaha melalui penambahan jumlah outlet atau gerai baru. Sementara itu, sisa sekitar 26% akan digunakan perseroan untuk pengembalian fasilitas Short Term Loan (STL) seasonal dari salah satu institusi perbankan.

Dengan pencatatan saham atau listing di BEI pada 12 Desember mendatang, perseroan mengestimasi jika pernyataan efektif bisa diperoleh dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 30 November. Masa Penawaran Awal IPO akan dilakukan pada 4-6 Desember.

Salah satu alasan kuat untuk mempertimbangkan saham Mega Perintis adalah kondisi daya beli masyarakat yang mulai memulih. Dibandingkan tahun lalu saat daya beli lesu, sejumlah emiten ritel terbilang sangat ekspansif di tahun ini.

Arsip Analisa By : Alia Tarmizi

Penulis lepas bidang saham yang juga merupakan investor pasar modal. Selain itu, Alia merupakan pemerhati aksi korporasi emiten. Penulis sudah berkecimpung lebih dari 3 tahun dalam tulis-menulis sektor ekonomi dan update terhadap isu-isu nasional.