Brexit, Perang Dagang, Dan Resesi Masih Membayangi Emas

290629

Minggu lalu, emas bergerak sideways akibat tarik-menarik antara sentimen risk-on dan risk-off investor. Minggu ini perkembangan Brexit dan negosiasi dagang AS-China akan menjadi katalis.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Analisa mingguan XAU/USD berikut ini dibuat berdasarkan harga penutupan pasar hingga akhir minggu lalu (18 Oktober 2019), serta dimaksudkan sebagai acuan untuk trading jangka menengah dan panjang.

 

Tinjauan Fundamental

Keraguan investor dalam menyikapi ketidakpastian berbagai isu di pasar menyebabkan harga emas bergerak sideways dalam range sempit. Tarik-menarik antara sentimen risk-on dan risk-off membuat harga logam mulia tertahan di bawah level USD1500 per troy ounce, sebelum ditutup pada USD1489.88 per troy ounce. Harga penutupan ini menguat tipis 0.2% dari harga penutupan minggu sebelumnya.

Pelaku pasar wait and see, menunggu hasil voting keputusan Brexit di parlemen Inggris dan perkembangan negosiasi dagang AS-China tahap pertama. Sementara itu, kekhawatiran perlambatan ekonomi global akibat resesi dan kemungkinan pemotongan suku bunga The Fed telah diantisipasi pasar.

Kekhawatiran akan resesi global tampak dari merosotnya pertumbuhan ekonomi China kuartal ketiga tahun ini ke 6.0% y/y, terendah dalam 27 tahun terakhir. Selain itu, penjualan ritel AS bulan September kembali menunjukkan angka negatif -0.3%, terendah dalam 7 bulan. Data ini semakin memperkuat kemungkinan pemotongan suku bunga The Fed pada akhir bulan Oktober, meski belum menuju ke siklus Rate Cut secara penuh seperti yang diungkapkan para pejabat The Fed.

Dari hasil voting parlemen Inggris kemarin (Sabtu, 19 Oktober), pemerintah Inggris kembali meminta perpanjangan batas waktu ke Uni Eropa untuk keputusan proses Brexit yang seharusnya dilakukan tanggal 31 Oktober nanti. Ini terjadi setelah upaya Perdana Menteri Boris Johnson untuk meloloskan Brexit yang telah disepakati Uni Eropa, harus kembali menerima kekalahan dengan suara 322 versus 306 pada voting parlemen. Penundaan Brexit ini adalah yang ketiga kalinya bagi Inggris.

Menurut analis, hal ini akan berdampak negatif pada GBP, tapi belum tentu berdampak positif bagi emas.

Data penting dari AS minggu ini adalah PMI Manufaktur dan Durable Goods Orders. Investor akan mencermati perkembangan Brexit, negosiasi dagang AS-China tahap pertama yang sedianya akan ditandatangani bulan depan, dan konferensi pers terakhir Mario Draghi pada ECB meeting Kamis nanti.

Survei yang dilakukan Kitco.com pada sejumlah trader menunjukkan bahwa sekitar 50% pemain Wall Street memperkirakan minggu ini harga emas akan bearish, 36% memperkirakan netral atau sideways, dan hanya 14% yang memprediksi akan bullish. Sementara itu, 56% pemain Main Street memperkirakan bullish, 24% bearish, dan 20% netral.

 

Tinjauan Teknikal

Brexit, Perang Dagang Dan Resesi Masih

 

Chart Daily:

Pergerakan harga XAU/USD pada time frame Daily masih berada dalam channel Downtrend pola bullish flag (analisa minggu lalu), dan saat ini membentuk pola segitiga simetris (symmetrical triangle). Pola ini menunjukkan keadaan konsolidasi yang akan diikuti dengan terjadinya breakout.

Dari pola bullish flag yang bersifat meneruskan arah trend, kemungkinan arah breakout adalah ke atas atau menembus garis resistance segitiga. Tetapi dari penunjukan indikator trend dan momentum, pergerakan harga saat ini masih cenderung bearish.

Sepanjang pekan lalu, upaya breakout emas ke arah atas masih terhalang oleh kurva middle band indikator Bollinger Bands. Proyeksi bearish emas turut ditunjang oleh beberapa indikasi berikut:

  1. Harga gagal menembus kurva middle band Bollinger Bands, dan masih berada di bawahnya.
  2. Kurva indikator MACD masih berada di bawah kurva sinyal (warna merah), dan garis histogram OSMA berada di bawah level 0.00.
  3. Kurva indikator RSI masih berada di bawah center line (level 50.0).
  4. Garis histogram indikator ADX berwarna merah yang menunjukkan sentimen bearish.

Resistance kuat ada pada level 1497 (sekitar level 38.2% Fibo Retracement) hingga 1509.50. Sementara support kuat pada level 1473.85 hingga 1459 (sekitar 61.8% Fibo Retracement).

 

Level Pivot mingguan: 1488.39

Resistance: 1497.03 (38.2% Fibo Retracement) ; 1509.50 ; 1519.90 (level 23.6% Fibo Retracement) ; 1535.00 ; 1556.92 ; 1582.49 ; 1614.63 ; 1646.25 ; 1665.45 ; 1681.26 ; 1697.08.

Support: 1486.00 ; 1473.85 ; 1459.70 (61.8% Fibo Retracement) ; 1450.00 ; 1436.82 (76.4% Fibo Retracement) ; 1424.00 ; 1410.90 ; 1400.00 ; 1383.00 ; 1373.00 ; 1358.00 ; 1348.00 ; 1332.44 ; 1319.75 ; 1309.00 ; 1297.00 ; 1285.15 ; 1275.00 ; 1266.16 ; 1253.28 ; 1242.50 ; 1231.15 ; 1218.45 ; 1211.80 ; 1204.02.

Indikator: Simple Moving Average (SMA) 200, EMA 50 ; Bollinger Bands (20,2) ; MACD (12,26,9) ; OSMA ; RSI (14) ; ADX (14).

Fibonacci Retracement:

  • Titik Swing Low: 1400.37 (harga terendah 1 Agustus 2019).
  • Titik Swing High: 1556.92 (harga tertinggi 4 September 2019).
Arsip Analisa By : Martin

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.