Data Ekonomi China Membuat Emas Semakin Terkapar

287990

Rilis PMI Manufaktur yang positif dari China diperkirakan berpotensi membuat harga emas turun lebih lanjut dalam jangka pendek.

acy

iklan

Advertisement

iklan

Analisa Fundamental

Pulihnya sektor manufaktur China setelah mengalami perlambatan tajam pada awal tahun ini, membuat harga emas cenderung bergerak mendatar di sekitar level $1289-$1285 pada perdagangan Selasa (2/April) siang ini.

Data PMI Manufaktur China yang dirilis pada Senin (1 April) kemarin menunjukkan kenaikan dari 49.9 ke angka 50.8, di mana hal tersebut menjadi kenaikan terkuat dalam kurun waktu 8 bulan terakhir.

Sementara data ekonomi selanjutnya yang diperkirakan menjadi fokus utama investor adalah data ketenagakerjaan AS yang akan dirilis pada Jumat mendatang. Selain itu, perkembangan dari negosiasi perdagangan antara AS dan China, serta perkembangan Brexit juga diperkirakan masih akan menjadi fokus perhatian investor.

Dari negosiasi perdagangan AS-China yang belum menemukan titik terang, delegasi China dijadwalkan akan mengunjungi Washington pada akhir pekan ini untuk melanjutkan negosiasi sebelumnya.

Sementara dari Brexit, Inggris yang secara hukum akan resmi berpisah dengan Uni Eropa pada 12 April mendatang masih terus dibayangi ketidakpastian politik. Hal tersebut terjadi lantaran parlemen Inggris kembali menolak beberapa usulan opsi Brexit, yang mana hal tersebut memicu spekulasi bahwa peluang terjadinya Hard Brexit semakin terbuka lebar.

 

Analisa Teknikal

Data Ekonomi China Membuat Emas Semakin

Pergerakan harga emas secara umum masih berada pada tren bearish, di mana harga pada saat ini masih diperdagangkan di sekitar level resistance dan masih berpotensi untuk bergerak bearish dalam jangka pendek.

 

Rekomendasi

  • Entry Sell: 1290.39
  • Take Profit: 1283.75
  • Stop Loss: 1294.27
Arsip Analisa By : Rama Anandhita

Rama berstatus sebagai mahasiswa aktif tingkat akhir di salah satu Perguruan Tinggi Swasta di kota Kembang. Awal mula perkenalan dengan dunia trading dimulai pada tahun 2014, saat masih mahasiswa baru. Instrumen trading yang pertama kali dikenal adalah saham Indonesia. Seiring berjalannya waktu, tertarik mengikuti trading forex juga. Strategi trading yang banyak digunakan diantaranya Harmonic Pattern dan Chart Pattern.