Advertisement

iklan

Data Ketenagakerjaan AS Mengendurkan Sentimen Sell Dolar

288068

Laporan pekerjaan AS dan kemajuan dalam negosiasi perdagangan memberikan outlook positif bagi para trader untuk membeli saham. Inikah saatnya beli USD/JPY?

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Laporan ketenagakerjaan AS bangkit kembali dan mengurangi kekhawatiran The Fed tentang penurunan yang lebih dalam dari rilis periode sebelumnya. Jika keresahan Fed untuk sektor tenaga kerja berkurang, maka sentimen pasar akan lebih tenang dalam mendukung pergerakan Dolar AS dalam jangka pendek.

Angka NFP bulan Maret 2019 lebih tinggi dari ekspektasi, dengan tingkat pengangguran yang berkisar dekat level terendah 5 dekade. Ini menunjukkan bahwa permintaan di pasar tenaga kerja AS masih kokoh, sekalipun pperusahaan-perusahaan menghadapi masalah dari sinyal-sinyal ekonomi yang masih kurang meyakinkan dan saling bertentangan.

Namun demikian, melambatnya kenaikan upah memperkuat pesan Fed mengenai perlunya mempertahankan suku bunga. Sementara itu, penurunan tajam pada data NFP Februari 2019 terindikasi sebagai anomali.

Secara keseluruhan, laporan ketenagakerjaan AS terbaru di bulan Maret membuktikan bahwa perekonomian tidak sedang berada dalam arus penurunan yang mengkhawatirkan, tidak pula menghadapi risiko resesi yang selama ini banyak digembar-gemborkan melalui inversi kurva Yield Obligasi AS.

Selain itu, data pekerjaan AS kali ini juga sejalan dengan pandangan para pejabat Fed yang masih optimis terhadap pasar tenaga kerja, sekalipun perlambatan global telah membebani outlook ekonomi AS, dan inflasi masih cenderung lesu. Walaupun rilis terbaru dari sektor manufaktur, penjualan ritel, dan partisipasi kerja menunjukkan pelemahan, secara garis besar, ekonomi AS saat ini masih stabil.

Tingkat pengangguran bertahan di level 3.8%, sementara upah rata-rata per jam hanya naik 3.2% dalam basis tahunan, meleset dari ekspektasi dan turun dari laju ekspansi sebelumnya. Sekalipun begitu, Fed masih berada dalam posisi ideal untuk kebijakannya saat ini, mengingat pertumbuhan ketenagakerjaan yang moderat akan mengeliminasi kekhawatiran masyarakat atas naiknya tekanan inflasi. Di saat yang bersamaan, laju ketenagakerjaan yang sedang juga masih aman untuk mensinyalkan bahwa tidak ada perlambatan signifikan yang mengarah pada resesi.

Di sisi lain, AS dan China telah membuat progres signifikan menuju kesepakatan dagang yang telah lama dinanti-nantikan. Menurut laporan kantor beritu Xinhua, dalam pertemuan-pertemuan terbaru mereka, isu-isu yang masih dipermasalahkan akan terus dibahas. Penasihat ekonomi Presiden Trump menyatakan bahwa AS dan China akan terus mengadakan diskusi intens untuk mencapai persetujuan dagang. Sementara itu, Presiden Xi berkomentar bahwa kemajuan substansial telah dibuat dalam bentuk naskah untuk kesepakatan terkait.

Perang dagang yang telah berlangsung 9 bulan antara dua negara dengan perekonomian terbesar di dunia telah merusak rantai suplai, mengoyak pergerakan harga di pasar, dan membebani ekonomi dunia. Karenanya, progres negosiasi dagang akan mampu menunjang sentimen terhadap aset-aset berisiko seperti saham, AUD/USD, dan USD/USD.

 

Ulasan Dolar AS Terhadap Rupiah

Dolar terlihat stabil setelah rilis data tenaga kerjanya, tapi Rupiah juga terlihat akan bergerak sedikit menguat menjelang Pemilu 17 April mendatang.

Pada pembukaan pasar pagi ini (9/April), Dolar AS sudah bergerak melemah. Dengan semakin dekatnya pemilu serentak di Indonesia, maka kemungkinan besar IDR akan bergerak flat dengan kecenderungan menguat.

Prediksi kami, IDR dalam minggu ini akan berkisar di area Rp14,140-14,240 per USD.

USDIDR

Sumber: Bloomberg


Instrumen Trading Pilihan

EUR/USD

Analisa EUR/USD

Pasangan mata uang ini dapat naik menuju 1,1250 karena ECB berpotensi mempengaruhi kepercayaan pasar minggu ini pasca pertemuan kebijakannya.

 

Hang Seng Index

Indeks Hang Seng

Indeks saham ini kemungkinan menguat menuju 30272, karena sentimen bullish di pasar saham Shanghai masih bisa menopang kenaikannya.

 

USD/JPY

USD/JPY

Pair ini berpotensi naik menuju 111.95, karena masih ditopang oleh sentimen positif dari laporan pekerjaan AS dan pembicaraan dagang AS-China.

 


Franky Nangoy

Market Strategist - Fullerton Markets

Dengan lebih dari 15 tahun pengalaman profesional dalam forex, Franky telah mengambil berbagai peran di industri ini. Ia menjadi konsultan dan analis untuk broker lokal dan internasional, dan saat ini memegang peranan sebagai Market Strategist di Fullerton Research, dimana ia bertanggung jawab mempersiapkan materi pembelajaran secara rutin, seperti Weekly Market Research dan webinar secara langsung untuk Audience global. Kelebihannya terletak pada analisis pasar Indonesia.

Pada tahun 2018, Franky menyelesaikan serangkaian Roadshow di 11 kota di seluruh Indonesia, menjangkau para trader, baik yang pemula maupun berpengalaman dengan wawasan dan kebijaksanaan terkait forex.

Arsip Analisa By : Fullerton Markets

Didirikan sejak 2015, broker Fullerton Markets menawarkan trading forex pada MT4 dengan spread rendah dan layanan menyalin trader sukses. Fitur yang bernama CopyPip itu memuat lebih dari 300 Signal Provider yang bisa disalin dengan mudah dan membuka peluang pendapatan tambahan bagi para profesional. Profil Selengkapnya

Pair Rate    
AUD/JPY 74.10 74.10 58
AUD/USD 0.6824 0.6824 64
EUR/CHF 1.0986 1.0986 -30
EUR/USD 1.1122 1.1122 49
GBP/JPY 139.34 139.34 -18
GBP/USD 1.2832 1.2832 4
NZD/USD 0.6340 0.6340 50
USD/CAD 1.3144 1.3144 -55
USD/CHF 0.9878 0.9878 -71
USD/JPY 108.59 108.59 -17
17 Oct 21:10