Emas 17-21 Desember 2018: Statement FOMC Dan GDP AS

Minggu lalu, harga emas melemah akibat data Retail Sales dan PPI AS yang di atas perkiraan. Pergerakan minggu ini akan ditentukan oleh Statement dan hasil konferensi pers FOMC, serta data GDP AS.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Analisa mingguan XAU/USD berikut ini dibuat berdasarkan harga penutupan pasar hingga akhir minggu lalu (14 Desember 2018), serta dimaksudkan sebagai acuan untuk trading jangka menengah dan panjang.

 

Tinjauan Fundamental

Setelah menguat cukup signifikan, minggu lalu, harga logam mulia mengalami koreksi dan ditutup pada USD 1237.90 per troy ounce, atau melemah 0.85% dibandingkan penutupan minggu sebelumnya. Dimulai dengan aksi profit-taking di awal pekan setelah menyentuh level psikologis 1250, pelemahan emas berlanjut menyusul hasil rilis data PPI AS November yang di atas perkiraan.

Setelah bergerak sideways karena tidak adanya katalis yang mendorong penguatan, harga emas kembali menjebol level rendah harian hingga menyentuh 1232.81, terimbas oleh rilis data penjualan ritel AS November yang di atas estimasi, serta Industrial Production yang naik ke level tertinggi dalam 3 bulan.

Membaiknya data penjualan ritel dan output industri AS diperkirakan akan menjadi pendorong The Fed untuk kembali semangat dalam menaikkan suku bunga. Seperti diketahui, akhir-akhir ini The Fed tampak agak kendur dalam menyikapi kenaikan suku bunga bertahap yang berkelanjutan. Pasca rilis dua data tersebut, indeks USD melonjak ke 97.71, level tertingginya sejak bulan Juni tahun lalu.

Fokus pasar minggu ini adalah hasil FOMC meeting hari Rabu dan Kamis mendatang, yang akan disertai dengan konferensi pers. Pasar telah mengekspektasikan kenaikan suku bunga sebesar 0.25% ke level +2.25% hingga 2.50%. Maka dari itu, perhatian utama ditujukan pada proyeksi frekuensi kenaikan suku bunga (dot plot) untuk tahun depan; apakah tetap 3 kali atau akan dikurangi.

Jika tetap 3 kali dan pernyataan Jerome Powell dianggap hawkish, maka rally Greenback akan berlanjut, dan hampir bisa dipastikan harga emas akan berlanjut bearish. Sebaliknya jika Powell dovish dan frekuensi kenaikan suku bunga berkurang, maka harga emas bisa bergerak bullish. Di samping FOMC, data penting dari AS lainnya adalah Final GDP kuartal ketiga yang diperkirakan tetap +3.5%.

Survei yang dilakukan Kitco.com menyebutkan bahwa untuk minggu ini, 39% pemain Wall Street memprediksi harga emas akan bullish, 39% bearish, dan 22% sisanya netral (cenderung bergerak sideways). Sementara itu, 57% pemain Main Street memprediksi bullish, 23% bearish, dan 20% sisanya memilih netral.

Minggu ini akan menjadi momen krusial untuk emas. Kemungkinannya ada dua, berbalik bullish dan menembus level psikologis 1250, atau berlanjut bearish dengan support kuat pada 1211 hingga 1200.

 

Tinjauan Teknikal

Emas 17-21 Desember 2018: Statement

Chart Daily
:

Dari analisa minggu lalu, pergerakan bullish tertahan pada level 1250 dengan terbentuknya pola candle tweezer top  yang mengisyaratkan pergerakan reversal. Kondisi reversal ini dikuatkan oleh pola candle yang sama (tweezer top) pada bar berikutnya.

Price Action yang menyerupai rejection pin bar oleh kurva support EMA 144 di akhir pekan (14 Desember 2018) belum terkonfirmasi. Sementara itu, indikator trend Parabolic SAR dan ADX telah menunjukkan pergerakan reversal (bearish):

  1. Titik indikator Parabolic SAR pindah ke atas bar candlestick.
  2. Garis histogram indikator ADX berganti warna merah, yang menunjukkan perubahan sentimen dari bullish ke bearish.

Untuk konfirmasi rejection pin bar yang menunjukkan pergerakan akan kembali bullish adalah pada bar berikutnya. Selama level tertinggi pin bar (1243) belum ditembus, pergerakan masih akan cenderung bearish. Kecenderungan ini didukung oleh analisa minggu lalu, yang mana harga telah menembus level 50% Fibo Expansion (1237.73), dan telah menembus kurva support EMA 144.

Meski demikian, kondisi bearish  ini mungkin saja hanya koreksi selama belum menembus level 50% Fibo Retracement di sekitar level 1223. Selain itu, dua indikator trend yang lain, yaitu Bollinger Bands dan MACD, masih belum memberikan konfirmasi bearish. Harga masih berada di atas kurva middle band indikator Bollinger Bands, dan kurva indikator MACD masih berada di atas kurva sinyal (warna merah).

Momentum sell yang tepat tentunya ketika harga kembali menembus kurva support EMA 144 (yang berarti rejection gagal), dan ketika kurva indikator RSI telah berada di bawah center line (level 50.0).

Jika bearish berlanjut, support kuat terdekat ada pada level 38.2% hingga 50% Fibo Retracement (sekitar 1229 - 1223). Jika berbalik bullish, maka resistance kuat masih pada level psikologis 1250.

Level pivot mingguan : 1240.50

Resistance : 1243.00 ; 1250.00 ; 1257.00 ; 1265.80 ; 1274.00 ; 1279.43 (100% Fibo Expansion) ; 1289.22 ; 1300.90 ; 1309.19 ; 1316.00 ; 1325.00 ; 1335.00 ; 1345.00 ; 1355.00 ; 1361.63 ; 1365.95 ; 1375.10 ; 1392.04 ; 1416.29 ; 1433.70.

Support : 1229.62 (38.2% Fibo Retracement) ; 1223.28 (50% Fibo Retracement) ; 1216.71 (61.8% Fibo Retracement) ; 1211.80 ; 1205.00 ; 1196.18 ; 1185.00 ; 1171.80 ; 1160.05 ; 1146.00 ; 1136.60 ; 1122.63 ; 1113.40 ; 1097.33 ; 1076.98.

Indikator: Simple Moving Average (SMA) 200, EMA 144 ; Bollinger Bands (20,2) ; Parabolic SAR (0.02, 0.2) ; MACD (12,26,9) ; OSMA ; ADX (14).

Fibonacci Retracement :

  • Titik Swing Low : 1196.18 (harga terendah 13 November 2018).
  • Titik Swing High : 1250.50 (harga tertinggi 10 Desember 2018).
Arsip Analisa By : Martin

Bagaimana reaksi Anda tentang ini?

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.